Ringkasan
Bentuk posesif dalam bahasa Inggris sering kali tampak sederhana—cukup tambahkan ’s. Namun, banyak kata benda, terutama yang berakhiran s atau membentuk jamak dengan cara yang tidak beraturan, hanya memerlukan apostrof untuk membentuk posesif. Bagi peneliti yang menyiapkan naskah untuk jurnal atau penerbit, memahami aturan-aturan ini sangatlah penting. Pembentukan posesif yang keliru merupakan salah satu kesalahan yang paling sering ditandai dalam penelaahan sejawat, penyuntingan naskah, dan penilaian editorial.
Panduan yang diperluas ini menjelaskan kapan harus menambahkan hanya apostrof untuk membentuk bentuk posesif, mencakup kata benda jamak yang berakhiran s, bentuk jamak tidak beraturan, akronim, tanggal, nama klasik, nama yang terdiri atas beberapa suku kata, kata benda yang berakhiran bunyi seperti s, dan nama organisasi yang tampak berbentuk jamak. Panduan ini juga menjelaskan kasus-kasus ambigu, pengecualian berdasarkan pelafalan, serta pertimbangan gaya yang digunakan dalam penulisan dan penerbitan akademik.
Dengan menerapkan aturan-aturan ini secara konsisten, Anda dapat menghindari kesalahan tata bahasa yang umum, meningkatkan kejelasan dan profesionalisme prosa Anda, serta memastikan bahwa tulisan Anda memenuhi harapan editor jurnal, penelaah sejawat, dan tim akuisisi.
📖 Artikel Lengkap (Klik untuk menciutkan)
Cara Membentuk Bentuk Posesif dengan Hanya Apostrof dalam Penulisan Akademik
Membentuk bentuk posesif dalam bahasa Inggris awalnya tampak sederhana: menambahkan ’s pada kata benda. Namun, dalam praktiknya, penulis akademik dan ilmiah menghadapi banyak pengecualian—terutama kata benda yang berakhiran s, bentuk jamak dengan struktur tidak beraturan, akronim, tanggal, dan nama diri yang terdiri atas beberapa suku kata. Apostrof posesif merupakan salah satu tanda baca yang paling sering disalahgunakan dalam naskah ilmiah, dan kesalahan sering kali sangat terlihat oleh penelaah sejawat, penyunting naskah, dan editor jurnal.
Artikel ini menjelaskan kapan hanya menambahkan apostrof—tanpa tambahan s—secara tata bahasa benar dan sesuai secara gaya dalam bahasa Inggris akademik. Artikel ini juga menyajikan contoh-contoh tambahan, panduan pelafalan, dan pertimbangan yang berfokus pada publikasi untuk membantu Anda menerapkan aturan-aturan ini secara konsisten dalam naskah yang dikirimkan ke jurnal dan penerbit akademik.
1. Aturan Standar—dan Kapan Aturan Ini Berubah
Dalam sebagian besar kasus, bentuk posesif kata benda tunggal dibentuk dengan menambahkan ’s:
metode peneliti; hasil anak tersebut; kegagalan sistem.
Namun, ada kelompok kata benda penting yang cukup menggunakan apostrof saja untuk menunjukkan kepemilikan. Kasus khusus ini sangat umum dalam penulisan akademik, yang sangat mementingkan kejelasan, ketepatan, dan konvensi.
2. Kata Benda Jamak yang Sudah Berakhiran S
Inilah aturan yang paling dikenal luas dan paling sering diterapkan:
Kata benda jamak yang berakhiran s membentuk posesif dengan menambahkan hanya apostrof.
Contoh:
• kaki beberapa anjing (kaki milik beberapa anjing)
• rapat para guru
• afiliasi para penulis
• kantor keluarga Smith
Jika merujuk hanya pada satu Smith, tulislah kantor Smith.
Bentuk Jamak Tidak Beraturan
Jika kata benda jamak tidak berakhiran s, Anda harus menambahkan ’s:
• komite para laki-laki
• rumah sakit anak-anak
• laboratorium para perempuan
Kata benda ini diperlakukan sebagai bentuk tunggal untuk keperluan penggunaan apostrof.
3. Akronim, Singkatan, dan Inisial Jamak yang Berakhiran S
Penulisan akademik sering menggunakan akronim dan inisial. Bentuk jamaknya sering berakhiran s, dan bentuk posesifnya mengikuti aturan yang sama seperti kata benda jamak.
Jika KI = informan kunci:
• jamak = KIs
• posesif jamak = KIs’
Contoh:
Respons para KI dianalisis menggunakan pengodean tematik.
Sebaliknya:
• respons KI = satu informan kunci
Demi kejelasan dan profesionalisme, selalu periksa bahwa pembentukan jamak akronim Anda sudah benar sebelum membentuk posesif.
4. Ungkapan Dekade dan Tahun yang Berakhiran S
Bentuk posesif tanggal jamak yang berakhiran s juga hanya menggunakan apostrof:
• kebijakan ekonomi tahun 1990-an
• gaya arsitektur tahun 1880-an
Bentuk-bentuk ini merujuk pada seluruh dekade, bukan tahun tertentu.
5. Kata Benda Tunggal yang Berakhiran S atau Bunyi S
Kategori ini paling membingungkan bagi penulis akademik karena penggunaannya berbeda-beda di berbagai panduan gaya. Beberapa penerbit mewajibkan penambahan ’s terlepas dari pengucapan, tetapi banyak yang mengizinkan atau lebih menyukai hanya apostrof ketika tambahan s membuat bahasa Inggris lisan terdengar janggal.
Anda boleh menambahkan hanya apostrof pada kata benda tunggal yang berakhiran:
• s
• z
• x
• bunyi lembut mirip s
Contoh Kata Benda Umum Tunggal
• vegetasi oasis
• desain sasis
• batas-batas metropolis
Jika penambahan ’s menciptakan desis yang janggal atau bunyi s ganda, bentuk yang hanya menggunakan apostrof sering direkomendasikan—terutama dalam penulisan humaniora, karena bunyi dan ritme memengaruhi gaya.
6. Nama Diri Bersuku Kata Banyak yang Berakhiran S
Untuk nama yang berakhiran s atau bunyi s, panduan gaya berbeda-beda. Namun, konvensi yang umum dalam penulisan akademik adalah:
Jika nama berakhir dengan bunyi s dan memiliki lebih dari satu suku kata, tambahkan hanya apostrof.
Contoh:
• artikel jurnal Nicholas
• argumen Bridges
• temuan Hernández
Logikanya berasal dari pengucapan: menambahkan s lagi sering terdengar tidak alami atau memaksa jeda yang janggal.
Nama-Nama Prancis yang Berakhiran S yang Tidak Terdengar
Kata benda tunggal atau nama dalam bahasa Prancis yang berakhiran s yang tidak terdengar juga hanya menggunakan apostrof:
• kediaman sang marquis
• novel-novel karya Dumas
Menambahkan ’s akan salah merepresentasikan bentuk pengucapannya.
7. Nama Klasik dan Alkitabiah yang Berakhiran S atau ES
Panduan gaya sering kali mengizinkan bentuk yang hanya menggunakan apostrof untuk nama klasik atau nama alkitabiah yang berakhiran s atau es. Nama-nama ini memiliki konvensi posesif yang telah lama mapan.
Contoh (hanya menggunakan apostrof):
• pembelaan Socrates
• kepemimpinan Moses
• baju zirah Achilles
Beberapa nama klasik yang lebih pendek menggunakan ’s:
• kemarahan Zeus
Selalu periksa panduan gaya jurnal tujuan Anda; konvensinya dapat berbeda.
8. Frasa dengan “Sake”: Wajib Menggunakan Apostrof Saja
Ungkapan tetap tertentu mengharuskan penambahan apostrof saja:
• demi kebaikan
• demi hati nurani
• demi kebenaran
Struktur idiomatis ini merupakan pengecualian yang berakar pada penggunaan historis.
9. Nama Organisasi atau Geografis yang Tampak Berbentuk Jamak
Beberapa nama tempat dan nama institusi tampak berbentuk jamak, tetapi secara tata bahasa berfungsi sebagai entitas tunggal. Bentuk-bentuk ini hanya menggunakan apostrof dalam bentuk posesif.
Contoh:
• presiden Amerika Serikat
• ekonomi Filipina
• kebijakan luar negeri Belanda
Meskipun nama-nama ini berbentuk jamak, entitas yang diwakilinya diperlakukan sebagai satu kesatuan geopolitik.
10. Pertimbangan Gaya Akademik dan Publikasi
Pembentukan bentuk posesif dalam penulisan akademik bukan hanya soal tata bahasa—ini juga tentang menyesuaikannya dengan harapan jurnal tujuan Anda. Beberapa jurnal mewajibkan:
• ’s untuk semua kata benda tunggal, termasuk nama yang berakhiran s;
• penggunaan apostrof saja untuk nama-nama klasik;
• kepatuhan ketat terhadap Chicago Manual of Style;
• Konvensi bentuk posesif gaya Britania atau Amerika.
11. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
• Menggunakan ’s untuk kata benda jamak yang berakhiran s (salah: dogs’s)
• Menghilangkan apostrof sepenuhnya (bentuk jamak yang salah seperti mens team)
• Bentuk posesif yang tidak konsisten di seluruh manuskrip
• Menerapkan ’s secara keliru pada akronim
• Menambahkan ’s pada nama ketika pelafalannya menjadi sulit
Kesalahan-kesalahan ini menurunkan kepercayaan editorial dan dapat menunda proses penelaahan sejawat atau penerimaan.
12. Kesimpulan
Menguasai bentuk posesif yang hanya menggunakan apostrof sangat penting untuk menghasilkan prosa akademik yang rapi dan profesional. Baik saat Anda menyiapkan artikel jurnal, bab buku, maupun manuskrip penelitian, penggunaan bentuk posesif yang tepat meningkatkan kejelasan dan menunjukkan perhatian Anda terhadap ketepatan ilmiah. Dengan menerapkan aturan ini secara konsisten—serta berkonsultasi dengan panduan gaya jurnal tujuan Anda—Anda dapat memastikan bahwa tulisan Anda memenuhi harapan editor, penelaah, dan pembaca internasional.
Jika Anda menginginkan bantuan ahli untuk memastikan tata bahasa, tanda baca, bentuk posesif, dan gaya akademik yang tepat dalam manuskrip penelitian atau artikel jurnal Anda, kami layanan penyuntingan artikel jurnal dan layanan penyuntingan manuskrip dapat menyediakan dukungan yang diperlukan untuk publikasi yang sukses.