The Importance of Reviewing and Revising an Academic or Scientific Article

Pentingnya Meninjau dan Merevisi Artikel Akademik atau Ilmiah

Jan 04, 25Rene Tetzner

Ringkasan

Meninjau dan merevisi artikel akademik atau ilmiah sangat penting untuk menghasilkan karya ilmiah yang jelas, meyakinkan, dan siap diterbitkan. Tidak ada manuskrip yang muncul dalam bentuk sempurna, dan bahkan peneliti berpengalaman mengandalkan beberapa putaran revisi, umpan balik sejawat, dan proofreading yang cermat untuk menyempurnakan argumen mereka, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan keterbacaan. Ringkasan ini menyoroti pentingnya merevisi sejak dini dan sering, mencari masukan dari rekan atau pembimbing, menjauh dari pekerjaan Anda untuk mendapatkan objektivitas, dan menyambut revisi yang dipimpin jurnal sebagai bagian dari proses penerbitan yang kolaboratif.

Artikel lengkap membahas bagaimana tinjauan dan revisi berfungsi sebagai tahap penting dalam membentuk penulisan riset berkualitas tinggi. Artikel ini menjelaskan mengapa kesempurnaan tidak realistis, menguraikan strategi praktis untuk meninjau makalah Anda selama penyusunan, menunjukkan nilai pembaca kedua, dan menjelaskan mengapa waktu jauh dari manuskrip Anda sering mengungkap masalah yang sebelumnya Anda lewatkan. Artikel ini juga membahas peran tinjauan sejawat, permintaan editorial, dan proofreading profesional. Revisi menyeluruh bukanlah beban—itu adalah bagian yang tak tergantikan dalam menciptakan karya ilmiah yang memenuhi tuntutan penerbitan akademik.

📖 Full Length (Klik untuk tutup)

Pentingnya Meninjau dan Merevisi Artikel Akademik atau Ilmiah

Setiap penulis akademik bermimpi menulis artikel yang begitu halus dan meyakinkan sehingga tidak memerlukan pekerjaan lebih lanjut setelah draf pertama. Namun kenyataannya, kesempurnaan seperti itu jarang—jika pernah—terjadi. Bahkan peneliti paling berpengalaman merevisi manuskrip mereka berulang kali, menyempurnakan argumen mereka dengan setiap pembacaan baru, dan mengandalkan umpan balik dari rekan sejawat, pembimbing, dan proofreader profesional untuk mencapai versi yang benar-benar siap diterbitkan. Meninjau dan merevisi bukanlah tanda tulisan yang lemah; mereka adalah komponen penting dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi.

Proses revisi memungkinkan Anda mempertajam argumen, memperbaiki kesalahan, meningkatkan struktur, dan menyempurnakan komunikasi Anda. Ini bukan tahap yang harus terburu-buru. Sebaliknya, ini adalah bagian integral dari penulisan yang membutuhkan waktu, refleksi, dan perhatian cermat. Artikel yang direvisi dengan baik menunjukkan kepada editor jurnal—dan, pada akhirnya, pembaca Anda—bahwa Anda serius dalam keilmuan Anda. Artikel ini membahas mengapa tinjauan dan revisi sangat penting dan memberikan strategi praktis untuk memperkuat manuskrip akademik Anda sebelum dan setelah pengajuan.

1. Memahami Bahwa “Kesempurnaan” Tidak Mungkin—tetapi Perbaikan Selalu Mungkin

Sangat menggoda untuk membayangkan bahwa setelah menginvestasikan berbulan-bulan—atau bertahun-tahun—dalam sebuah studi, tulisan akan mengalir dengan mudah ke halaman dalam bentuk yang hampir sempurna. Namun kesempurnaan dalam penulisan akademik sulit dicapai. Argumen akademik berkembang selama proses penulisan, dan apa yang tampak jelas dalam draf pertama mungkin terlihat tidak teratur atau tidak lengkap saat ditinjau. Penulis berpengalaman tahu bahwa tulisan yang kuat berasal dari revisi, bukan dari mengharapkan draf pertama yang sempurna.

Faktanya, banyak penulis yang telah diterbitkan melaporkan bahwa bahkan setelah tinjauan sejawat yang ekstensif, umpan balik editorial, dan proofreading akhir, mereka masih melihat detail kecil yang akan mereka sesuaikan jika diberi kesempatan. Ini bukan kegagalan; ini adalah sifat penulisan akademik yang selalu berkembang. Tujuan yang realistis bukanlah kesempurnaan tetapi keunggulan—dan keunggulan datang dari meninjau dan merevisi dengan penuh pertimbangan.

2. Mulailah Proses Peninjauan Segera Setelah Menyusun Draf

Tahap pertama revisi harus dimulai segera setelah artikel dibuat. Ini adalah saat tulisan masih segar dalam ingatan Anda, sehingga lebih mudah mengidentifikasi detail yang hilang, logika yang tidak jelas, atau kesalahan dalam format dan sitasi. Tinjauan awal memungkinkan Anda menyempurnakan bentuk argumen sebelum masalah kecil berkembang menjadi masalah struktural.

Saat meninjau draf awal Anda, pertimbangkan:

  • Apakah argumennya jelas? Apakah artikel tersebut membuat kasus yang meyakinkan?
  • Apakah strukturnya logis? Apakah ide mengalir lancar dari satu bagian ke bagian berikutnya?
  • Apakah tulisan ringkas? Apakah ada kata yang berlebihan atau pembahasan yang tidak perlu?
  • Apakah metode dan hasil disajikan dengan akurat? Apakah orang yang bukan ahli akan bingung?
  • Apakah Anda sudah mengikuti pedoman format jurnal? Format yang salah adalah alasan umum penolakan awal.

Tinjauan diri awal ini mengidentifikasi perubahan dasar yang dibutuhkan artikel untuk bergerak menuju bentuk yang lebih final.

3. Cari Umpan Balik dari Pembaca Kedua

Tidak peduli seberapa baik Anda merevisi karya sendiri, sangat sulit membaca manuskrip Anda dengan objektivitas yang sama seperti pembaca baru. Anda tahu apa yang ingin Anda sampaikan, yang sering membuat lebih sulit mengenali frasa yang tidak jelas atau argumen yang tidak lengkap. Inilah sebabnya berbagi artikel Anda dengan pembaca kedua—sebelum pengiriman—sangat berharga.

Pembaca kedua yang kuat mungkin adalah:

  • rekan terpercaya yang familiar dengan bidang Anda,
  • pembimbing akademik,
  • seorang mahasiswa pascasarjana sejawat dalam disiplin Anda,
  • atau teman dengan kemampuan bahasa yang sangat baik.

Dalam beberapa kasus, bahkan pembaca di luar bidang Anda dapat membantu mengidentifikasi penjelasan yang tidak jelas, kalimat yang terlalu rumit, atau ketidakseimbangan struktural. Gunakan umpan balik ini secara objektif, ingat bahwa komentar bukan kritik pribadi melainkan peluang untuk perbaikan.

Umpan balik eksternal yang konstruktif sering kali menghasilkan revisi substansial yang meningkatkan manuskrip Anda dari “baik” menjadi “unggul.”

4. Revisi dalam Tahapan Daripada Sekaligus

Mencoba merevisi setiap aspek artikel Anda sekaligus—argumen, struktur, tata bahasa, referensi, format, transisi, dan data—bisa sangat membingungkan dan tidak efektif. Sebagai gantinya, revisi artikel Anda dalam tahapan terfokus, masing-masing dirancang untuk menangani lapisan tertentu dari penulisan.

Tahapan revisi yang direkomendasikan meliputi:

  • Revisi struktural: reorganisasi bagian, perbaiki alur argumen, perhalus judul.
  • Revisi tingkat argumen: tambahkan bukti, perkuat alasan, jelaskan klaim.
  • Revisi tingkat kalimat: perbaiki pilihan kata, pecah kalimat panjang, koreksi tata bahasa.
  • Pengeditan dan pemformatan: pastikan konsistensi gaya kutipan, periksa tabel dan gambar, perbaiki spasi dan format.
  • Proofreading akhir: koreksi kesalahan permukaan dan poles tulisan.

Strategi berlapis ini meningkatkan akurasi dan memastikan setiap elemen mendapat perhatian yang cermat.

5. Jarakkan Waktu Sebelum Tinjauan Akhir Anda

Salah satu strategi proofreading paling ampuh juga salah satu yang paling sederhana: sisihkan naskah. Ketika Anda melihat tulisan Anda setelah jeda beberapa hari—atau seminggu—mata dan pikiran Anda menjadi lebih objektif. Kesalahan yang sebelumnya terlewat, bagian yang tidak jelas yang dulu tampak baik, dan frasa berulang yang menyatu di latar belakang tiba-tiba menjadi jelas.

Saat kembali ke artikel, beri diri Anda cukup waktu untuk membacanya dalam satu sesi tanpa gangguan. "Penyapuan penuh" ini membantu Anda mengevaluasi naskah seperti editor atau reviewer. Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi:

  • inkonsistensi dalam nada atau terminologi,
  • struktur kalimat yang canggung,
  • kesalahan tata bahasa yang terlewat sebelumnya,
  • transisi yang lemah antar ide,
  • ketidaksesuaian antara bagian (misalnya, hasil yang tidak sepenuhnya tercermin dalam diskusi).

Jarak menciptakan kejelasan, dan kejelasan meningkatkan revisi.

6. Pertimbangkan Menggunakan Proofreader Akademik Profesional

Meskipun rekan sejawat dan pembimbing dapat memberikan saran yang berguna, beberapa penulis mendapat manfaat dari proofreading profesional—terutama mereka yang menulis dalam bahasa Inggris sebagai bahasa tambahan atau yang bekerja dengan materi yang sangat teknis. Proofreader akademik dan ilmiah profesional:

  • mengidentifikasi kesalahan tata bahasa dan inkonsistensi,
  • meningkatkan kejelasan dan alur tanpa mengubah makna,
  • memperbaiki masalah format pada kutipan, referensi, tabel, dan judul,
  • menemukan kontradiksi atau informasi yang hilang,
  • meningkatkan ketepatan bahasa,
  • membantu memastikan naskah memenuhi persyaratan gaya jurnal.

Jauh dari “mengerjakan pekerjaan Anda untuk Anda,” seorang proofreader memperkuat suara ilmiah Anda sendiri dengan menghilangkan kesalahan yang mengganggu dan memungkinkan ide Anda bersinar.

7. Harapkan Revisi setelah Pengiriman—Itu Bagian dari Proses

Banyak penulis mengira proses tinjauan berakhir setelah manuskrip dikirim. Sebenarnya, pengiriman hanya menandai awal perjalanan editorial jurnal. Bahkan ketika artikel diterima segera—suatu kejadian yang jarang tapi menyenangkan—editor mungkin meminta penyesuaian kecil atau klarifikasi. Lebih sering, manuskrip menerima keputusan “revise and resubmit” berdasarkan umpan balik peer-review.

Menerima permintaan revisi bukanlah tanda kegagalan. Sebaliknya, itu berarti jurnal melihat potensi dalam karya Anda. Peer reviewer bertujuan untuk memperbaiki manuskrip Anda agar lebih sesuai dengan standar ilmiah. Kritik mereka membantu Anda:

  • menjelaskan argumen,
  • mengatasi kekhawatiran metodologis,
  • memperkuat dasar bukti,
  • memperbaiki sitasi atau menempatkan karya Anda lebih lengkap dalam literatur.

Sikapilah komentar reviewer dengan pikiran terbuka dan semangat kolaboratif. Jurnal ingin karya Anda berhasil, dan revisi yang dipikirkan berdasarkan umpan balik sangat penting dalam proses publikasi.

8. Pandang Meninjau dan Merevisi sebagai Investasi dalam Pertumbuhan Akademik Anda

Akhirnya, meninjau dan merevisi artikel Anda lebih dari sekadar tugas teknis—itu adalah bentuk pengembangan intelektual. Melalui revisi Anda:

  • mendapatkan kepercayaan diri dalam menulis,
  • belajar mengidentifikasi kelemahan dalam penalaran Anda sendiri,
  • menjadi komunikator yang lebih tepat,
  • mengasah pemikiran kritis Anda,
  • memperkuat desain dan analisis penelitian Anda.

Manfaat ini melampaui artikel saat ini; mereka meningkatkan semua tulisan di masa depan, termasuk tesis, manuskrip jurnal, proposal hibah, dan makalah konferensi.

Kesimpulan: Revisi Adalah Elemen Esensial dalam Publikasi Ilmiah

Menghasilkan artikel akademik atau ilmiah yang kuat membutuhkan lebih dari penelitian yang baik—itu membutuhkan disiplin untuk meninjau, merevisi, dan menyempurnakan tulisan Anda. Revisi adalah tempat ide menguat, argumen diperkuat, dan kejelasan muncul. Dengan menerima revisi sebagai bagian integral dari penulisan akademik, mencari umpan balik konstruktif, memberi waktu untuk refleksi, dan terlibat dalam proses editorial, Anda meningkatkan baik manuskrip Anda maupun kemampuan Anda sebagai seorang cendekiawan.

Siklus berkelanjutan dari meninjau dan merevisi bukanlah penghalang untuk publikasi—itu adalah jalan untuk menghasilkan penelitian yang ketat, terpoles, dan layak untuk berkontribusi pada bidang Anda.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.