The Benefits of Using the Active Voice in Academic and Scientific Writing

Manfaat Menggunakan Suara Aktif dalam Penulisan Akademik dan Ilmiah

Apr 14, 25Rene Tetzner

Ringkasan

Kalimat aktif memperkuat penulisan ilmiah dengan meningkatkan ketepatan, akuntabilitas, kejelasan, dan keterlibatan. Ini membantu pembaca memahami dengan tepat siapa yang melakukan setiap tindakan penelitian dan meningkatkan kehematan, keterbacaan, dan ketertemuan—terutama dalam format digital dan daring. Meskipun beberapa bidang ilmiah masih lebih menyukai kalimat pasif, sebagian besar jurnal modern, konferensi, dan lingkungan komunikasi daring kini memprioritaskan penulisan aktif, transparan, dan berpusat pada manusia. Penggunaan strategis kalimat aktif dapat secara signifikan meningkatkan daya persuasif manuskrip dan peluang publikasinya.

Manfaat Menggunakan Kalimat Aktif dalam Penulisan Ilmiah

Selama beberapa dekade—bahkan lebih dari satu abad—penulis akademik dilatih untuk sangat bergantung pada kalimat pasif. Konvensi ini muncul dari gagasan lama tentang bagaimana "ilmu objektif" seharusnya terdengar: terlepas, impersonal, dan tidak tercemar oleh kehadiran peneliti. Di banyak disiplin ilmu, terutama di bidang sains, mahasiswa secara eksplisit diberitahu untuk menghindari penggunaan "saya" atau "kami," seolah-olah menghilangkan penulis dari kalimat akan menghilangkan semua subjektivitas dari penelitian. Namun, kajian modern mengakui bahwa penelitian adalah usaha manusia yang dibentuk oleh keputusan, interpretasi, dan perspektif. Pengakuan ini telah membentuk ulang konvensi penulisan, dan kalimat aktif telah menjadi komponen utama komunikasi ilmiah yang jelas dan bertanggung jawab.

Bangkitnya komunikasi digital telah mempercepat pergeseran ini. Saat ini, para akademisi menerbitkan melalui jurnal, server preprint, repositori institusional, blog, situs web profesional, dan media sosial. Lingkungan ini menghargai kejelasan, ketegasan, dan efisiensi. Pembaca lebih sering memindai daripada sebelumnya; mereka mencari kata kunci, menggulir dengan cepat, dan memutuskan dalam hitungan detik apakah sebuah artikel layak mendapat perhatian lebih dalam. Kalimat aktif memenuhi tuntutan ini karena menyajikan ide secara lebih langsung, dengan kata-kata yang lebih sedikit, dan dengan kehadiran penulis yang lebih kuat.

Memahami Suara Aktif dan Pasif

Perbedaan antara suara aktif dan pasif sering disalahpahami, jadi penting untuk mendefinisikan keduanya dengan jelas. Dalam suara aktif, subjek melakukan tindakan kata kerja: “Kami menganalisis 300 tanggapan survei.” Strukturnya sederhana—pelaku → tindakan → objek—dan kalimat secara eksplisit menyatakan siapa yang melakukan penelitian.

Dalam suara pasif, objek datang terlebih dahulu dan pelaku mungkin dihilangkan sepenuhnya: “Tiga ratus tanggapan survei dianalisis.” Struktur ini tidak memberi tahu pembaca siapa yang melakukan analisis; informasi itu mungkin tersirat di tempat lain, tetapi tidak disediakan dalam kalimat itu sendiri.

Kedua bentuk tersebut secara tata bahasa benar. Namun, mereka tidak setara secara retoris. Konstruk aktif menawarkan transparansi dan presisi—kualitas yang penting dalam komunikasi ilmiah. Konstruk pasif, ketika digunakan berlebihan atau tanpa maksud, dapat mengaburkan makna, melemahkan argumen, dan memperkenalkan ambiguitas yang tidak perlu.

Mengapa Presisi Penting dalam Penulisan Ilmiah

Salah satu argumen terkuat untuk suara aktif adalah kontribusinya terhadap presisi. Penelitian ilmiah bergantung pada atribusi yang jelas: siapa yang mengumpulkan data, siapa yang menganalisisnya, siapa yang menginterpretasikannya, dan siapa yang mencapai kesimpulan? Konstruk pasif dapat menyembunyikan tanggung jawab—kadang-kadang tanpa disengaja. Pertimbangkan frasa umum: “Data dikodekan dan dianalisis.” Oleh siapa? Asisten pascasarjana? Tim penelitian? Alat perangkat lunak?

Kejelasan tentang agensi penting tidak hanya untuk transparansi tetapi juga alasan etis. Dalam proyek kolaboratif, misalnya, atribusi yang tepat sangat penting. Ketika peninjau, editor, atau pembaca menemukan frasa yang ambigu, mereka mungkin meragukan keandalan atau orisinalitas karya tersebut. Menggunakan suara aktif memaksa penulis untuk membuat agensi menjadi eksplisit dan, dengan demikian, memperkuat kredibilitas narasi penelitian.

Selain etika, presisi memengaruhi interpretasi. Frasa pasif dapat mengaburkan perbedaan antara temuan baru dan informasi latar belakang, atau antara metode penulis saat ini dan yang dilaporkan dalam studi sebelumnya. Kalimat aktif seperti “Saya mengembangkan algoritma baru untuk mendeteksi anomali” menyampaikan inovasi dengan jelas, sementara pasif “Algoritma baru dikembangkan” meninggalkan sumber inovasi tidak ditentukan. Presisi sangat penting saat mendeskripsikan kontribusi penelitian, dan suara aktif mendukung presisi itu secara alami.

Keringkasan, Keanggunan, dan Ekonomi Ekspresi

Suara aktif sering menghasilkan kalimat yang lebih pendek. Konstruk pasif memerlukan kata tambahan—biasanya bentuk "to be" diikuti oleh past participle—dan terkadang frasa preposisional. Struktur tata bahasa ini tidak secara inheren bermasalah, tetapi dapat menumpuk dengan cepat dan membuat prosa menjadi padat atau lambat.

Sebagai contoh:

Pasif: “Sampel diproses menggunakan tiga tahap filtrasi sebelum pengukuran dilakukan.”
Aktif: "Kami memproses sampel menggunakan tiga tahap filtrasi sebelum mengambil pengukuran."

Kalimat aktif tidak hanya lebih pendek tetapi juga lebih mudah dibaca. Dalam abstrak, yang biasanya dibatasi antara 150–300 kata, ekonomi ekspresi ini sangat berharga. Banyak jurnal kini mendorong penulis untuk menggunakan kalimat aktif dalam abstrak khususnya karena mengurangi kekacauan dan meningkatkan kejelasan.

Keringkasan juga sangat penting untuk visibilitas mesin pencari. Algoritma mengindeks struktur kalimat yang lebih bersih dan dapat diprediksi dengan lebih efektif. Kalimat aktif cenderung mengandung kata kunci yang lebih jelas, yang meningkatkan ketertemuan dan potensi sitasi.

Meningkatkan Keterbacaan di Era Digital

Tulisan akademik modern dikonsumsi dalam konteks yang semakin terfragmentasi: di ponsel, melalui pemberitahuan, dalam ringkasan email, di media sosial, dan dalam basis data daring. Pembaca jarang mendekati teks akademik seperti 30 tahun lalu, ketika mereka mungkin mencetak seluruh artikel dan membacanya perlahan. Sebaliknya, pembaca melakukan pemindaian cepat, pencarian, menavigasi judul, dan memindai klaim utama.

Kalimat aktif mendukung mode membaca baru ini. Ini membantu pembaca mengidentifikasi pesan inti dari setiap kalimat secara langsung, tanpa harus mengurai lapisan konstruksi tata bahasa. Kalimat terasa lebih dinamis, lebih bertujuan, dan lebih menarik. Ini bukan berarti menyederhanakan isi; melainkan menyajikan ide kompleks dengan kejelasan struktural.

Manfaat ini sangat terlihat dalam komunikasi penelitian daring—posting blog, deskripsi proyek, ringkasan pendanaan, materi penyuluhan publik, dan utas media sosial. Genre ini membutuhkan nada yang otoritatif sekaligus mudah diakses. Kalimat aktif mencapai keseimbangan itu dengan mudah, memungkinkan para ilmuwan mempertahankan ketelitian intelektual sambil tetap menulis dengan cara yang mengundang audiens yang lebih luas ke dalam percakapan penelitian.

Kehadiran Manusia di Balik Penelitian

Salah satu keuntungan yang paling sering diabaikan dari kalimat aktif adalah bahwa ia memperkenalkan kembali peneliti sebagai peserta yang terlihat dan bertanggung jawab dalam proses ilmiah. Penelitian tidak dihasilkan oleh kekuatan tanpa wujud—penelitian dilakukan oleh orang-orang yang membuat pilihan, memecahkan masalah, dan menafsirkan temuan. Menekan suara peneliti dapat mengaburkan kontribusi intelektual di balik karya tersebut.

Menggunakan kalimat aktif menandakan kejujuran tentang peran peneliti. Ini juga sejalan dengan praktik komunikasi ilmiah yang lebih manusiawi. Misalnya, banyak publikasi kontemporer mendorong penulis untuk menggambarkan peserta sebagai orang ("peserta," "mahasiswa," "pasien") daripada sebagai objek ("subjek"). Kalimat aktif melengkapi pergeseran ini dengan memperkuat agensi dan kemanusiaan sepanjang teks.

Selain itu, pembaca merespons secara positif tulisan yang terdengar disengaja dan percaya diri. "Kami menemukan," "Saya menunjukkan," atau "Analisis kami mengungkapkan" menyampaikan otoritas lebih efektif daripada "Ditemukan" atau "Analisis mengungkapkan"—frasa yang bisa terasa mengelak atau terlalu ragu-ragu.

Kapan Kalimat Pasif Masih Tepat

Meskipun kalimat aktif umumnya lebih disukai, kalimat pasif tetap berguna dalam situasi tertentu. Tujuannya bukan untuk menghilangkannya sepenuhnya tetapi menggunakannya secara strategis. Konstruksi pasif mungkin tepat ketika:

  • pelaku tidak diketahui ("Spesimen terkontaminasi");
  • pelaku kurang penting daripada proses ("Larutan dipanaskan hingga 90°C");
  • fokus harus tetap pada fenomena yang dipelajari daripada pada peneliti;
  • konvensi disipliner sangat mendukung deskripsi pasif;
  • kalimat tersebut akan terdengar canggung atau tidak seimbang dalam kalimat aktif.

Bahkan dalam ilmu alam, banyak jurnal kini melonggarkan batasan gaya mereka. Semakin umum melihat konstruksi aktif di bagian metode, hasil, dan diskusi dalam publikasi ilmiah papan atas. Kuncinya adalah membaca secara luas dalam disiplin Anda dan menyesuaikan gaya dengan harapan bidang Anda serta kebutuhan kejelasan pembaca.

Bagaimana Kalimat Aktif Meningkatkan Hasil Publikasi

Kejelasan dan keterbacaan secara langsung memengaruhi peluang artikel diterima untuk publikasi. Reviewer sering membaca manuskrip dalam tekanan waktu, dan tulisan yang terlalu pasif dapat membuat pekerjaan mereka menjadi lebih sulit. Kalimat aktif yang jelas mengurangi beban kognitif dan memungkinkan reviewer fokus pada substansi penelitian daripada menafsirkan prosa.

Selain itu, editor sering menilai apakah manuskrip akan dapat diakses oleh pembaca interdisipliner atau internasional. Tulisan aktif umumnya lebih mudah dipahami lintas bahasa, karena strukturnya familiar di sebagian besar bahasa. Sebaliknya, konstruksi pasif sangat bervariasi antar sistem bahasa dan terkadang sulit diterjemahkan.

Akhirnya, kalimat aktif berkontribusi pada argumentasi yang lebih kuat. Klaim yang ditulis dengan kalimat aktif terasa lebih tegas dan lebih berlandaskan logika. Dalam lingkungan penerbitan yang kompetitif, di mana penulis harus meyakinkan reviewer tentang validitas dan signifikansi temuan mereka, keunggulan gaya ini bisa menjadi penentu.

Kesimpulan

Kalimat aktif bukan sekadar preferensi gaya—melainkan alat strategis yang meningkatkan kejelasan, ketepatan, keterlibatan, dan akuntabilitas di semua bentuk komunikasi ilmiah. Seiring penelitian menjadi semakin global, digital, dan interdisipliner, kebutuhan akan tulisan yang menyampaikan ide kompleks dengan cepat dan transparan menjadi semakin besar. Kalimat aktif mendukung tuntutan ini sekaligus memperkuat integritas dan otoritas narasi penelitian.

Meskipun kalimat pasif memiliki fungsi yang sah, penggunaannya harus disengaja dan bukan kebiasaan. Dengan mengadopsi gaya yang lebih aktif, para akademisi dapat menghasilkan tulisan yang lebih jelas, lebih persuasif, dan lebih sesuai dengan harapan kontemporer dalam penerbitan akademik dan komunikasi daring.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.