Ringkasan
Tanda baca pada singkatan harus konsisten dan disengaja. Penulisan akademik menggunakan singkatan sejati, kontraksi, akronim, inisial, simbol, dan satuan ukuran yang dipersingkat—masing-masing dengan aturan berbeda untuk titik. Menerapkan aturan tersebut secara konsisten membantu menjaga kejelasan dan profesionalisme.
Perbedaan utama penting: singkatan sejati biasanya menggunakan titik; kontraksi umumnya tidak; akronim jarang menggunakan titik; inisial bervariasi menurut gaya dan wilayah; dan satuan ukuran tidak pernah menggunakan titik. Bahasa Inggris Amerika cenderung menggunakan lebih banyak titik daripada Bahasa Inggris Britania, tetapi kedua sistem mengharuskan konsistensi internal.
Intinya: pahami jenis singkatan yang Anda gunakan, terapkan konvensi titik yang benar, ikuti satu gaya secara konsisten, dan konsultasikan pedoman jurnal atau universitas setiap kali ada ketidakpastian.
📖 Full Length (Klik untuk tutup)
Memberi Tanda Baca pada Singkatan: Penggunaan Titik dalam Penulisan Akademik
Singkatan muncul di mana-mana dalam penulisan akademik dan ilmiah: dalam daftar referensi, tabel data, deskripsi metodologi, bagian hasil, catatan kaki, dan bahkan dalam bahasa sehari-hari komunikasi ilmiah. Karena peneliti menggunakannya sangat sering, mudah untuk lupa bahwa singkatan mengikuti aturan khusus yang memengaruhi kejelasan, keterbacaan, dan penyajian profesional. Titik yang salah tempat atau terlewatkan dapat mengubah makna singkatan—atau sekadar membuat naskah Anda terlihat tidak konsisten. Penerbit, jurnal, dan penguji mengharapkan penulis mengikuti konvensi yang sudah ditetapkan, bukan mengandalkan tebakan.
Artikel ini memberikan panduan rinci dan praktis untuk menandai singkatan dengan benar dalam prosa ilmiah. Ini menjelaskan mengapa titik digunakan dalam beberapa bentuk dan dihilangkan dalam bentuk lain, bagaimana tradisi regional berbeda, cara menghindari kesalahan umum, dan cara menerapkan sistem yang konsisten di seluruh naskah. Tujuannya adalah presisi: setelah Anda memahami alasan di balik aturan, memilih bentuk yang benar menjadi intuitif.
1) Mengapa tanda baca dalam singkatan penting
Singkatan mengurangi pengulangan, menghemat ruang, dan membuat penulisan teknis lebih efisien. Tetapi mereka juga memperkenalkan ambiguitas jika tidak digunakan dengan hati-hati. Karena singkatan dapat mewakili berbagai jenis bentuk yang dipersingkat—singkatan sejati, kontraksi, akronim, inisial, simbol, ukuran yang dipersingkat, dan referensi berbasis huruf—tanda baca membantu pembaca membedakan satu jenis dari yang lain.
Misalnya, bentuk St dapat berarti “Saint,” “Street,” “Stone,” atau simbol statistik tergantung pada tanda baca, konteks, dan disiplin. “St.” sering berarti “Street,” sementara “St” sebagai kontraksi berarti “Saint.” Tanpa konvensi tanda baca, makna menjadi tebakan. Kejelasan juga penting dalam pengaturan lintas disiplin: insinyur, ahli bahasa, ahli kimia, dan ahli klasik mungkin menggunakan sistem berbeda kecuali pedoman menyatukan pendekatan.
Akhirnya, tanda baca yang konsisten menunjukkan profesionalisme. Banyak penguji dan wasit jurnal secara otomatis menganggap singkatan yang tidak konsisten mencerminkan ketidakcermatan umum. Menguasai prinsip-prinsip ini dengan demikian memperkuat baik tulisan Anda maupun kredibilitas Anda.
2) Singkatan sejati vs. kontraksi
Salah satu perbedaan terpenting adalah antara singkatan sejati dan kontraksi. Meskipun keduanya mempersingkat kata, mereka berperilaku berbeda terkait tanda baca.
a) Singkatan sejati
Singkatan sejati menghilangkan huruf dari tengah atau akhir kata. Karena ada sesuatu yang hilang, titik menunjukkan bahwa bentuknya tidak lengkap. Contoh khas meliputi:
- Nov. (November)
- vol. (volume)
- ch. (bab)
- i.e. (id est, “yaitu”)
- e.g. (exempli gratia, “misalnya”)
Di sini, titik menunjukkan penghilangan. Namun, praktiknya tidak selalu seragam: beberapa singkatan berbasis Latin seperti “etc.” selalu menggunakan titik, sementara yang lain seperti “cf.” mungkin menggunakan atau tidak tergantung pada gaya rumah.
b) Kontraksi
Kontraksi mempertahankan huruf terakhir dari kata asli, meskipun huruf di tengah hilang. Karena huruf terakhir ada, aturan tradisional menyatakan bahwa tidak diperlukan titik. Contohnya termasuk:
- Mr (Mister)
- Mrs (Mistress)
- Dr (Doctor)
- St (Saint)
Jadi perbedaan antara “St” dan “St.” menunjukkan pentingnya tanda baca yang benar: “St” biasanya berarti “Saint,” sementara “St.” biasanya berarti “Street.” Namun, tidak semua penerbit menjaga perbedaan ini secara ketat, dan pembaca tidak selalu menyadarinya—maka konsistensi sangat penting.
3) Kasus fleksibel gelar akademik
Singkatan gelar akademik membentuk kategori yang tidak biasa. Baik PhD maupun Ph.D. dapat diterima, dan penggunaannya bervariasi menurut jurnal, institusi, dan wilayah. Tren dalam penulisan akademik kontemporer cenderung menghilangkan titik dalam gelar (MA, MSc, BA, BEng), terutama dalam konteks akademik British dan internasional. Penerbit Amerika sedikit lebih condong menyertakan titik, tetapi bahkan di sana, gaya bergeser ke bentuk yang lebih sederhana.
Apapun bentuk yang Anda pilih, konsistensi di seluruh dokumen sangat penting. Jangan berganti-ganti antara “PhD” dan “Ph.D.” dalam satu naskah kecuali terpaksa mempertahankan format asli untuk kutipan atau gelar formal.
4) Akrionim dan inisialisme
Akrionim adalah singkatan yang diucapkan sebagai kata (UNICEF, UNESCO, NASA), sementara inisialisme diucapkan huruf per huruf (FBI, NHS, REM). Keduanya biasanya menghilangkan titik saat ditulis dengan huruf kapital semua.
Namun, versi huruf kecil mungkin menyertakan titik dalam gaya tertentu:
- m.p.h. (mil per jam)
- a.m. / p.m. (penanda waktu berbasis Latin)
Meski begitu, gaya modern cenderung ke bentuk tanpa titik: mph, am, pm. Jika titik digunakan, harus mengikuti setiap huruf (“m.p.h.” bukan “mph.”). Perlakukan huruf individual sebagai unit individual.
5) Konvensi Amerika vs. British
Variasi regional penting. Secara umum:
British English: lebih sedikit titik (Mr, Mrs, USA, am)
Audiens akademik semakin mengharapkan gaya internasional yang konsisten daripada konvensi nasional yang ketat, tetapi panduan gaya penerbit Anda tetap menjadi otoritas akhir.
6) Singkatan huruf tunggal dan inisial
Huruf kapital tunggal yang mewakili kata biasanya menggunakan titik:
- J. untuk John
- R. untuk Robert
- T. untuk Thomas
Jadi: J. R. R. Tolkien (meskipun gaya penulisan berbeda pada spasi). Namun, titik tidak digunakan ketika huruf tersebut adalah:
- sebuah titik kompas (N, S, E, W)
- sebuah nama singkatan yang digunakan secara utuh (JFK, MLK)
- sebuah simbol (R untuk koefisien korelasi, U untuk statistik Mann–Whitney)
7) Satuan pengukuran
Singkatan ilmiah untuk satuan pengukuran tidak pernah menggunakan titik:
- m (meter)
- cm (sentimeter)
- kg (kilogram)
- L (liter)
- s (detik)
Aturan ini berlaku di berbagai disiplin ilmu dan varian bahasa, dan SI (International System of Units) sangat menegakkan bentuk tanpa titik. Singkatan ini berfungsi sebagai simbol, bukan kata yang dipersingkat.
8) Bentuk jamak singkatan
Bentuk jamak bisa membingungkan. Ketika singkatan jamak berakhiran "s," secara teknis mereka menjadi kontraksi karena berakhir dengan huruf terakhir dari kata lengkap:
- vols (volume)
- chs (bab)
Menurut aturan ketat, mereka tidak memerlukan titik. Namun untuk konsistensi visual dengan bentuk tunggal, banyak panduan gaya mempertahankan titik:
vols., chs.
Pendekatan mana pun yang Anda pilih, terapkan secara konsisten.
9) Titik di akhir kalimat
Ketika singkatan dengan titik akhir mengakhiri kalimat, tidak ditambahkan titik ekstra:
Benar: “Sekolah mulai pukul 8 pagi.” Salah: “Sekolah mulai pukul 8 pagi..”
Jika singkatan muncul di dalam tanda kurung, titik akhir kalimat muncul setelah tanda kurung penutup:
“…seperti yang dibahas sebelumnya (lihat ch. 3).
10) Konsistensi: prinsip utama
Setiap aturan yang dibahas di atas mengarah pada satu persyaratan: konsistensi. Naskah yang berganti-ganti antara “e.g.” dan “eg,” “U.S.” dan “US,” atau “Ph.D.” dan “PhD” terlihat ceroboh. Pembaca akademik menilai ketelitian dengan ketat, dan jurnal sering menolak artikel yang gagal mengikuti konvensi gaya dasar. Setelah Anda memilih sebuah sistem—British, American, atau spesifik jurnal—patuhilah sepanjang naskah.
Jika ragu, konsultasikan:
- panduan gaya universitas atau departemen Anda,
- instruksi jurnal target kepada penulis,
- manual gaya utama (Chicago, APA, MLA, MHRA),
- norma khusus disiplin (misalnya, konvensi SI).
Kesimpulan
Memberi tanda baca pada singkatan dengan benar bukan hanya masalah bentuk; ini adalah masalah ketelitian ilmiah. Memahami perbedaan antara singkatan sejati, kontraksi, akronim, inisial, simbol, dan satuan pengukuran memungkinkan Anda memilih bentuk yang tepat dengan percaya diri. Setelah Anda mengadopsi sebuah sistem, terapkan secara konsisten, periksa dengan pedoman eksternal, dan revisi naskah Anda dengan hati-hati. Penggunaan singkatan yang jelas dan konsisten memastikan tulisan Anda tampak profesional, kredibel, dan sesuai dengan harapan penerbitan akademik.