Explaining DOIs, ISBNs, ISSNs & Other Publication Identifiers

Menjelaskan DOI, ISBN, ISSN & Identifikasi Publikasi Lainnya

Apr 28, 25Rene Tetzner
⚠ Sebagian besar universitas dan penerbit melarang konten yang dihasilkan AI dan memantau tingkat kesamaan. Pemeriksaan tata bahasa AI dapat meningkatkan skor ini, menjadikan layanan proofreading manusia pilihan paling aman.

Ringkasan

Penelitian modern hidup dalam hutan lebat artikel, buku, set data, rekaman, dan konten multimedia. Untuk menjaga agar kumpulan karya yang terus berkembang ini dapat dicari, dikutip, dan dilacak, ekosistem penerbitan mengandalkan berbagai pengenal khusus. Kode-kode ini—seperti ISBN untuk buku, ISSN untuk jurnal, dan DOI untuk objek digital—memainkan peran penting dalam pengkatalogan, penemuan, pengelolaan hak cipta, dan referensi akademik. Tanpa mereka, menghubungkan ke edisi buku yang benar, versi tepat sebuah artikel, atau rekaman spesifik karya musik akan dengan cepat menjadi kacau.

Artikel ini menjelaskan pengenal publikasi terpenting yang ditemui peneliti: ISBN, ISSN, DOI, SICI, BICI, PII, ISTC, ETTN, SBN, ASIN, ISMN, ISRC, ISWC, dan ISAN. Untuk masing-masing, dijelaskan fungsi kode tersebut, bagaimana strukturnya, dan di mana kemungkinan Anda akan melihatnya dalam praktik. Artikel ini juga menjelaskan hubungan antar pengenal—misalnya, bagaimana ISBN untuk sebuah buku dan DOI untuk sebuah bab dapat berdampingan—dan menunjukkan bagaimana kode-kode ini mendukung akurasi kutipan, sistem perpustakaan, dan alat penemuan daring.

Pada paruh kedua, artikel ini menawarkan panduan praktis untuk penulis, editor, dan mahasiswa: di mana menemukan pengenal yang benar untuk item yang mereka kutip, bagaimana menghindari kesalahan umum (seperti membingungkan ISSN dan ISBN), dan bagaimana pengenal membantu manajer referensi, penerbit, dan mesin pencari memproses konten akademik dengan benar. Memahami kode-kode ini bukan hanya rasa ingin tahu teknis; ini adalah bagian dari praktik ilmiah profesional. Penggunaan pengenal yang jelas dan akurat memastikan pembaca Anda selalu dapat menemukan karya yang Anda gunakan—dan publikasi Anda sendiri dapat ditemukan, dikatalogkan, dan dikutip dengan andal.

📖 Artikel Lengkap (Klik untuk tutup)

Menjelaskan DOI, ISBN, ISSN, dan Pengenal Publikasi Lainnya

1. Mengapa Pengenal Publikasi Penting

Volume informasi akademik dan profesional yang diproduksi saat ini sangat besar. Setiap tahun, penerbit dan institusi merilis banyak buku, artikel jurnal, prosiding konferensi, laporan teknis, dataset, rekaman, film, dan sumber digital. Bagi peneliti, pustakawan, dan mahasiswa, tantangan utama bukan lagi kelangkaan informasi, tetapi menemukan dan mengidentifikasi dengan benar item tepat yang mereka butuhkan di antara jutaan judul yang tampak serupa.

Di sinilah pengenal publikasi berperan. Kode-kode ini—rangkaian digit dan terkadang huruf—diciptakan untuk memecahkan masalah yang sangat praktis:

  • Bagaimana kita membedakan satu edisi buku dari edisi lainnya?
  • Bagaimana katalog perpustakaan, basis data, atau toko buku selalu dapat menunjuk ke jurnal atau artikel yang benar?
  • Bagaimana sebuah kutipan dapat menghubungkan secara andal ke halaman web yang benar, bahkan jika situs penerbit berubah?
  • Bagaimana royalti dan hak dapat dilacak di berbagai format, edisi, dan wilayah?

Pengenal seperti ISBN (Nomor Standar Buku Internasional), ISSN (Nomor Seri Standar Internasional), dan DOI (Digital Object Identifier) telah menjadi bagian dari infrastruktur komunikasi ilmiah. Kode lain, seperti ISMN untuk musik cetak atau ISRC untuk rekaman suara, memastikan bahwa karya dalam media berbeda dapat dilacak dan dirujuk dengan tepat seperti buku teks atau artikel jurnal.

Artikel ini membahas pengenal paling umum yang kemungkinan akan Anda temui sebagai peneliti atau penulis. Artikel ini menjelaskan untuk apa masing-masing digunakan, bagaimana strukturnya, dan bagaimana menggunakannya dengan benar dalam karya Anda sendiri.

2. ISBN – Nomor Standar Buku Internasional

ISBN mungkin adalah pengenal publikasi yang paling dikenal. ISBN digunakan di seluruh dunia untuk mengidentifikasi buku dan publikasi seperti buku seperti monograf, seri buku, dan terkadang prosiding konferensi.

2.1 Apa yang Diidentifikasi ISBN

ISBN tidak mengidentifikasi “karya” secara abstrak; ISBN mengidentifikasi format dan edisi spesifik. Itu berarti:

  • edisi hardback dan edisi paperback dari judul yang sama memiliki ISBN yang berbeda;
  • jika sebuah buku tersedia dalam format EPUB, MOBI (Kindle), dan PDF, setiap format digital dapat diberikan ISBN yang berbeda;
  • edisi revisi dengan konten yang diperbarui akan menerima ISBN baru, meskipun judulnya terlihat mirip dengan edisi sebelumnya;
  • cetakan ulang sederhana dari edisi yang sama biasanya menggunakan kembali ISBN yang ada.

Set multi-volume menggambarkan prinsip ini dengan baik: setiap volume dapat memiliki ISBN sendiri, dan set secara keseluruhan juga dapat memiliki ISBN tambahan yang mewakili paket lengkap.

2.2 Struktur ISBN

Sejak 2007, ISBN terdiri dari 13 digit, biasanya ditampilkan dengan tanda hubung. Publikasi lama mungkin masih menampilkan format 10 digit yang lebih awal, yang tetap valid dan dapat dipetakan ke gaya yang lebih baru.

ISBN 13 digit biasanya memiliki lima bagian:

  1. Prefiks – baik “978” atau “979”.
  2. Grup pendaftaran – mengidentifikasi negara atau kelompok bahasa (misalnya wilayah berbahasa Inggris, berbahasa Jerman, dll.).
  3. Registran – mengidentifikasi penerbit atau merek.
  4. Elemen publikasi – mengidentifikasi judul atau edisi spesifik.
  5. Digit cek – digunakan untuk mendeteksi kesalahan transkripsi.

Elemen-elemen ini sering dipisahkan oleh tanda hubung (misalnya ISBN 978-1-2345-6789-7). Panjang segmen individu bervariasi, itulah sebabnya menebak di mana harus memasukkan tanda hubung tidak selalu mudah. Digit cek dihitung menggunakan rumus yang ditentukan dan dapat berupa “X” dalam sistem 10 digit yang lebih lama, yang mewakili nilai 10.

2.3 Tempat Menemukan ISBN

Untuk buku cetak, ISBN biasanya muncul:

  • di bagian belakang sampul, sering kali di atas kode batang;
  • di halaman detail hak cipta atau publikasi dekat bagian depan buku;
  • di katalog online dan deskripsi produk.

Untuk e-book, Anda biasanya akan menemukan ISBN di halaman hak cipta di dalam file dan dalam metadata yang disediakan oleh penerbit atau penjual e-book. Buku audio yang disampaikan dalam media fisik (misalnya CD, DVD) juga dapat membawa ISBN, meskipun ini tidak universal.

3. ISSN – Nomor Seri Standar Internasional

Sementara ISBN digunakan untuk buku dan monograf, ISSN mengidentifikasi publikasi serial—sumber daya berkelanjutan yang diterbitkan dalam bagian berturut-turut, seperti:

  • jurnal ilmiah dan majalah;
  • surat kabar;
  • laporan tahunan dan buku tahunan;
  • serangkaian prosiding konferensi;
  • publikasi online yang berkelanjutan dan beberapa blog.

3.1 Print ISSN, Electronic ISSN, dan ISSN-L

ISSN terdiri dari delapan digit, biasanya ditampilkan sebagai dua kelompok empat digit yang dipisahkan oleh tanda hubung (misalnya ISSN 1234-567X, di mana “X” terakhir dapat mewakili nilai 10). Berbeda dengan ISBN, ISSN tidak mengkode informasi tentang negara atau penerbit; ini hanyalah nomor seri yang terkait dengan judul tertentu.

Sistem ISSN membuat perbedaan penting antara:

  • p-ISSN (print ISSN) – diberikan untuk versi cetak dari sebuah serial;
  • e-ISSN (electronic ISSN) – diberikan untuk versi online atau elektronik.

Untuk menghubungkan versi media berbeda dari serial yang sama, sistem juga menggunakan ISSN-L (linking ISSN). Ini adalah satu ISSN yang berfungsi sebagai pengidentifikasi “master” untuk semua format dari serial tertentu. Biasanya, ISSN pertama yang diberikan pada sebuah serial menjadi ISSN-L.

3.2 Di Mana ISSN Muncul

Untuk serial cetak, ISSN sering dicetak di sampul depan (biasanya di sudut atas) dan di halaman yang memuat informasi publikasi. Untuk jurnal elektronik, biasanya Anda akan menemukannya:

  • di halaman utama jurnal atau halaman “About”;
  • di daftar database dan katalog perpustakaan;
  • di header atau footer artikel PDF.

Jika sebuah jurnal mengubah judulnya secara signifikan, jurnal tersebut harus memperoleh ISSN baru, karena ISSN terkait dengan judul, bukan penerbit atau bidang subjek.

Perlu dicatat bahwa volume jurnal atau edisi khusus terkadang dapat memiliki baik ISSN (untuk serial) maupun ISBN (ketika juga dipasarkan sebagai buku mandiri). Kedua pengidentifikasi tersebut valid dan melayani tujuan katalogisasi yang berbeda.

4. DOI – Digital Object Identifier

DOI telah menjadi cara standar untuk mengidentifikasi objek riset digital. Berbeda dengan ISBN dan ISSN, yang terkait dengan sifat fisik atau serial dari sebuah publikasi, DOI adalah pengidentifikasi persisten berbasis konten untuk hampir semua jenis objek digital.

4.1 Apa yang Diidentifikasi oleh DOI

Contoh umum item yang mungkin memiliki DOI meliputi:

  • artikel jurnal dan komponennya (tabel, gambar, materi tambahan);
  • bab buku dan terkadang seluruh buku;
  • dataset, repositori kode, dan versi perangkat lunak;
  • makalah konferensi dan presentasi;
  • laporan, preprint, dan working paper;
  • file audio, video, dan gambar yang digunakan sebagai keluaran penelitian.

Satu publikasi dapat berisi beberapa DOI pada tingkat yang berbeda: satu untuk jurnal atau buku, satu lagi untuk edisi atau volume, dan DOI tambahan untuk artikel atau bab individual.

4.2 Persistensi dan Resolusi

Tiga fitur membuat DOI sangat berguna:

  • Uniqueness – setiap DOI diberikan untuk satu objek saja.
  • Persistence – DOI akan selalu merujuk pada objek tersebut, bahkan jika objek berpindah ke alamat web baru.
  • Resolvability – sebuah DOI dapat “diselesaikan” melalui layanan resolver (paling umum, https://doi.org/), mengarahkan pengguna ke lokasi saat ini dari objek atau setidaknya metadata-nya.

Misalnya, DOI 10.1017/S0362152900011995 dapat diubah menjadi URL persisten dengan menambahkan awalan: https://doi.org/10.1017/S0362152900011995. Jika penerbit memindahkan artikel ke situs lain, mereka memperbarui metadata DOI daripada mengubah DOI itu sendiri, sehingga tautan tetap berfungsi.

4.3 Struktur DOI

Secara formal, setiap DOI memiliki struktur:

awalan/akhiran

Awalan dimulai dengan “10.” (yang menandai namespace DOI) diikuti oleh kode pendaftar yang mengidentifikasi organisasi (misalnya penerbit atau pusat data) yang mendaftarkan DOI. Akhiran dipilih oleh pendaftar dan dapat mencakup huruf, angka, bagian dari ISSN atau ISBN, dan kode internal. Contohnya:

10.1017/S0362152900011995

  • 10.1017 – awalan dan pendaftar (di sini, terkait dengan penerbit tertentu);
  • S0362152900011995 – akhiran yang mewakili artikel tertentu.

Saat Anda mengutip sumber, menyertakan DOI (diformat sebagai URL) dalam daftar referensi Anda membuatnya jauh lebih mudah bagi pembaca dan pengelola referensi untuk menemukan item yang tepat.

5. Pengidentifikasi Tingkat Artikel dan Komponen: SICI, BICI, dan PII

5.1 SICI – Serial Item and Contribution Identifier

Sebelum DOI menjadi luas, Serial Item and Contribution Identifier (SICI) dikembangkan sebagai cara untuk mengidentifikasi bagian individual dari seri—seperti edisi tertentu, artikel, atau bahkan abstrak—dengan memperluas ISSN. Kode SICI relatif panjang dan kompleks, berisi segmen untuk:

  • ISSN seri dan tanggal publikasi;
  • nomor volume dan edisi;
  • halaman awal atau lokasi kontribusi;
  • kode yang berasal dari judul artikel;
  • karakter kontrol yang menggambarkan jenis dan format item, plus karakter pemeriksa.

SICI mungkin pernah digunakan sebagai bagian dari akhiran DOI atau dalam Uniform Resource Names (URN). Namun, karena sintaks SICI mencakup karakter seperti titik dua yang dapat menyebabkan masalah teknis, lembaga pendaftaran seperti Crossref tidak lagi merekomendasikan SICI sebagai akhiran DOI. Dalam praktiknya, DOI sebagian besar telah menggantikan kode SICI untuk identifikasi tingkat artikel, tetapi Anda mungkin masih melihatnya di sistem lama atau catatan warisan.

5.2 BICI – Book Item and Component Identifier

The Book Item and Component Identifier (BICI) secara konseptual mirip dengan SICI, tetapi dirancang untuk komponen buku daripada seri. Secara teori, BICI memperluas ISBN sebuah buku untuk mengidentifikasi bab, bagian, atau komponen tertentu. Ini mengikuti struktur tiga bagian (item, jenis komponen, segmen kontrol) yang dimodelkan dari SICI.

Meskipun standar ini diusulkan untuk meningkatkan sitasi dan pelacakan bab buku, BICI belum diadopsi secara luas seperti kombinasi ISBN-plus-DOI. Saat ini, penerbit lebih sering menetapkan DOI independen untuk bab dan mengandalkan ISBN untuk buku secara keseluruhan.

5.3 PII – Publisher Item Identifier

The Publisher Item Identifier (PII) adalah pengidentifikasi historis lain yang ditemukan di beberapa jurnal ilmiah dan buku. PII adalah kode 17 karakter yang menyisipkan ISSN (untuk jurnal) atau ISBN (untuk buku), plus karakter tambahan untuk menunjukkan jenis publikasi, tahun, nomor item, dan digit pemeriksa. Contohnya:

  • karakter pertama menunjukkan apakah sumbernya adalah seri (“S”) atau buku (“B”);
  • 8 atau 10 digit berikutnya adalah ISSN atau ISBN;
  • dua digit dapat menunjukkan tahun (untuk seri);
  • empat digit mengidentifikasi item dalam seri atau buku tersebut;
  • karakter terakhir adalah digit pemeriksa.

Dalam penerbitan modern, DOI biasanya menjalankan peran yang dirancang untuk PII, tetapi Anda mungkin masih menemukan PII dalam artikel lama atau sebagai referensi internal penerbit.

6. Pengidentifikasi untuk Karya Teks dan Teks Elektronik: ISTC dan ETTN

6.1 ISTC – International Standard Text Code

International Standard Text Code (ISTC) bertujuan untuk mengidentifikasi karya berbasis teks itu sendiri, bukan edisi atau format tertentu. Sementara ISBN merujuk pada versi terbitan spesifik (misalnya edisi kedua hardcover), ISTC terkait dengan konten dasar sebagai sebuah karya: narasi atau teks yang mungkin muncul dengan judul, terjemahan, atau format berbeda.

ISTC adalah kode heksadesimal 16 karakter (menggunakan digit 0–9 dan huruf A–F), biasanya ditampilkan sebagai:

ISTC 0A9-2002-12B4A105-7

Strukturnya biasanya meliputi:

  • elemen pendaftaran (ditugaskan oleh lembaga);
  • tahun pendaftaran;
  • segmen pengenal karya;
  • digit pemeriksa.

ISTC sangat berguna untuk manajemen hak, agregasi, dan katalogisasi di mana banyak edisi, terjemahan, dan format berbagi teks dasar yang sama.

6.2 ETTN – Electronic Textbook Track Number

Electronic Textbook Track Number (ETTN) adalah pengenal unik yang dikembangkan untuk melacak teks elektronik murni—seperti e-book, prosiding elektronik, atau jurnal digital—pada tingkat file. ETTN adalah kode numerik 13 digit yang terdiri dari:

  • tiga digit untuk menunjukkan subjek atau fokus teks;
  • dua digit untuk tahun penugasan ETTN;
  • lima digit sebagai pengenal teks unik;
  • dua digit untuk bulan penugasan;
  • digit cek akhir.

ETTN kurang dikenal dibandingkan ISBN atau DOI, tetapi mereka menggambarkan upaya berkelanjutan untuk mengelola publikasi digital dengan presisi, terutama dalam konteks pendidikan.

7. Pengidentifikasi Historis dan Komersial: SBN dan ASIN

7.1 SBN – Penomoran Buku Standar

Sebelum sistem ISBN distandarisasi secara internasional, beberapa penerbit menggunakan Standard Book Number (SBN), sebuah pengenal 9 digit. Ketika ISBN diperkenalkan, SBN dapat diubah menjadi ISBN 10 digit dengan menambahkan nol di depan. Digit cek tetap tidak berubah, sehingga konversi tidak memerlukan perhitungan ulang.

Saat ini Anda mungkin masih menemukan SBN di katalog lama atau edisi sangat tua. Menambahkan nol di depan memungkinkan mereka digunakan dalam sistem yang mengharapkan ISBN 10 digit.

7.2 ASIN – Amazon Standard Identification Number

ASIN adalah pengidentifikasi kepemilikan yang digunakan Amazon untuk mengelola produk di platformnya. Terdiri dari sepuluh karakter (huruf dan angka), misalnya B01DUV1T00. Setiap produk yang dijual melalui Amazon memiliki ASIN; untuk buku, hubungan antara ASIN dan ISBN sangat penting:

  • untuk buku cetak dengan ISBN 10 digit, ASIN biasanya identik dengan ISBN tersebut;
  • untuk edisi Kindle dan produk lain yang tidak memiliki ISBN, Amazon memberikan ASIN unik.

ASIN terutama relevan untuk pemasaran, penjualan, dan pencarian Amazon; mereka umumnya tidak digunakan dalam sitasi akademik, di mana ISBN dan DOI tetap menjadi pengidentifikasi yang disukai.

8. Pengidentifikasi untuk Konten Musik dan Audio-Visual: ISMN, ISRC, ISWC, ISAN

8.1 ISMN – International Standard Music Number

ISMN mengidentifikasi musik cetak atau notasi (skor, bagian, dan materi serupa), baik yang diterbitkan dalam format cetak maupun digital. Logikanya mirip dengan ISBN: setiap edisi atau bagian terpisah dari karya musik menerima ISMN sendiri.

Awalnya, ISMN adalah kode 10 karakter yang dimulai dengan “M” diikuti oleh digit untuk penerbit, item, dan digit cek. Sejak 2008, ISMN beralih ke struktur 13 digit, dimulai dengan awalan “979-0” diikuti oleh blok penerbit dan item serta digit cek terakhir:

ISMN 979-0-XXXX-XXXX-X

Sebuah publikasi tunggal, seperti buku musik yang berisi komentar tekstual dan skor lengkap, dapat memiliki baik ISBN maupun ISMN, memungkinkan berfungsi dalam sistem penerbitan buku dan musik secara bersamaan.

8.2 ISRC – International Standard Recording Code

The International Standard Recording Code (ISRC) secara unik mengidentifikasi rekaman suara tertentu, bukan karya musik dasarnya. Penampilan, campuran, dan versi berbeda dari lagu yang sama memiliki ISRC yang berbeda.

ISRC terdiri dari 12 karakter dan biasanya ditampilkan sebagai:

ISRC CC-XXX-YY-NNNNN

  • CC – kode negara;
  • XXX – kode pendaftar (biasanya mewakili label atau produser);
  • YY – dua digit terakhir tahun saat ISRC diberikan;
  • NNNNN – nomor urut unik untuk rekaman dalam tahun tersebut.

ISRC tetap konstan di berbagai platform dan rilis, menjadikannya penting untuk pelacakan royalti, manajemen hak cipta, dan distribusi digital.

8.3 ISWC – International Standard Musical Work Code

Sementara ISRC mengidentifikasi rekaman tertentu, International Standard Musical Work Code (ISWC) mengidentifikasi karya musik spesifik—misalnya, komposisi oleh penulis lagu—tanpa memandang berapa banyak rekaman atau publikasi yang ada.

ISWC biasanya muncul sebagai:

T-123.456.789-0

  • karakter awalan (biasanya “T” untuk karya musik);
  • sembilan digit yang dikelompokkan dengan titik untuk keterbacaan;
  • digit pemeriksa.

Berbeda dengan beberapa identifier, ISWC tidak mengkode informasi tentang komposer atau penerbit; ini hanyalah nomor unik karya yang dialokasikan secara berurutan. Ini mendukung manajemen hak dan membantu masyarakat kolektor melacak pertunjukan dan penggunaan komposisi yang mendasarinya.

8.4 ISAN – International Standard Audiovisual Number

International Standard Audiovisual Number (ISAN) berlaku untuk karya audiovisual seperti film, program televisi, video game, iklan, dan beberapa siaran langsung. ISAN diberikan untuk keseluruhan karya, bukan hanya untuk satu edisi atau versi tertentu.

Setelah ISAN terdaftar untuk sebuah karya, dapat digunakan di berbagai format dan rilis:

  • rilis bioskop asli sebuah film;
  • versi internasional dan dubbing bahasa;
  • director’s cuts dan edisi diperpanjang;
  • rilis DVD dan Blu-ray;
  • versi streaming dan klip promosi.

Kode ISAN cukup panjang dan biasanya disajikan dengan awalan “ISAN” dan dikelompokkan dengan tanda hubung untuk keterbacaan. Mereka penting dalam manajemen hak, sistem penjadwalan, dan jalur distribusi multibahasa.

9. Tips Praktis untuk Peneliti dan Penulis

9.1 Di Mana Menemukan Identifier

Saat menyiapkan bibliografi, daftar referensi, atau metadata untuk karya Anda sendiri, Anda biasanya dapat menemukan pengenal di sini:

  • ISBN: sampul belakang, halaman hak cipta, situs web penerbit, katalog perpustakaan, atau daftar penjual buku.
  • ISSN: sampul jurnal, halaman “tentang” di situs web jurnal, header PDF artikel, atau catatan basis data.
  • DOI: halaman pertama artikel, halaman arahan artikel di situs penerbit, atau dalam metadata basis data.
  • ISMN, ISRC, ISWC, ISAN: sering dicatat dalam basis data khusus, katalog, atau sistem manajemen hak daripada dalam format kutipan sehari-hari.

9.2 Menggunakan Pengenal dalam Kutipan

Sebagian besar gaya kutipan utama sekarang mendorong penyertaan DOI dan ISBN jika tersedia. Praktik yang baik meliputi:

  • memformat DOI sebagai URL (misalnya https://doi.org/...);
  • menyediakan ISBN untuk buku dan volume yang diedit, terutama dalam daftar referensi dan ulasan buku;
  • menggunakan ISSN terutama dalam katalogisasi atau deskripsi jurnal daripada dalam kutipan artikel individual.

9.3 Menghindari Kesalahan Umum

Peneliti sering menghadapi masalah seperti:

  • membingungkan ISBN dan ISSN atau menggunakan salah satunya di tempat yang memerlukan yang lain;
  • menyalin DOI yang tidak lengkap atau salah ketik dan bertanya-tanya mengapa tautan gagal;
  • menghilangkan DOI meskipun penerbit menyediakannya, sehingga sumber menjadi lebih sulit ditemukan;
  • menggunakan ASIN alih-alih ISBN dalam referensi akademik.

Melakukan pengecekan ulang pengenal di basis data yang dapat dipercaya atau langsung di situs penerbit mencegah masalah ini dan meningkatkan keandalan referensi Anda.

10. Kesimpulan

Pengenal publikasi mudah diabaikan, tetapi mereka adalah dasar dari cara komunikasi ilmiah bekerja. Kode seperti ISBN, ISSN, dan DOI memungkinkan perpustakaan, basis data, mesin pencari, dan pembaca membedakan antara ratusan ribu judul yang hampir identik, melacak hubungan antara format dan edisi, serta mempertahankan tautan yang stabil ke konten digital dari waktu ke waktu.

Bagi para peneliti, pemahaman dasar tentang pengenal ini adalah bagian dari praktik profesional. Mengetahui kode mana yang berlaku untuk jenis sumber daya tertentu—dan di mana menemukan serta menggunakannya dengan benar—membantu Anda membangun kutipan yang akurat, mengelola publikasi Anda sendiri dengan lebih efektif, dan memastikan bahwa karya Anda dapat ditemukan dan dikutip secara andal oleh orang lain. Seiring dengan bertambahnya volume dan variasi hasil karya ilmiah, rangkaian kecil angka dan huruf ini akan tetap menjadi kunci untuk menjaga catatan penelitian global tetap terorganisir dan dapat diakses.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.