Ringkasan
Penggunaan tanda hubung adalah salah satu aspek penulisan akademik bahasa Inggris yang paling sulit diprediksi. Berbeda dari banyak aspek tata bahasa, penggunaannya tidak diatur oleh satu set aturan sederhana. Apakah suatu istilah harus ditulis terpisah, dirangkai, atau menggunakan tanda hubung sering kali bergantung pada konteks, fungsi gramatikal, penggunaan yang sudah mapan, gaya jurnal, dan konvensi regional. Hal ini membuat konsistensi menjadi sangat penting dalam naskah ilmiah.
Penggunaan tanda hubung yang efektif terutama berkaitan dengan kejelasan. Tanda hubung dapat mencegah ambiguitas pada pewatas majemuk, membedakan berbagai makna, dan membantu pembaca memahami ungkapan yang kompleks secara efisien. Namun, penggunaan tanda hubung yang tidak perlu dapat membuat kalimat menjadi penuh dan mengurangi keterbacaan. Oleh karena itu, penulis akademik sebaiknya menggunakan tanda hubung secara selektif, memeriksa istilah yang berulang dalam kamus tepercaya, dan mengikuti petunjuk jurnal atau penerbit jika tersedia.
Tanda hubung lunak dan pemenggalan kata otomatis menimbulkan risiko tambahan. Perangkat lunak pengolah kata dapat memenggal kata secara keliru di akhir baris, dan kolom tabel yang sempit dapat menghasilkan pemenggalan yang janggal atau menyesatkan. Pemeriksaan ulang yang cermat sangat penting untuk memastikan bahwa tanda hubung permanen pada kata majemuk maupun tanda hubung sementara pada pergantian baris mendukung, bukan merusak, tampilan profesional sebuah naskah.
📖 Artikel Lengkap (Klik untuk menciutkan)
Menavigasi Tantangan Penggunaan Tanda Hubung yang Efektif dalam Penulisan Akademik
Penggunaan tanda hubung adalah salah satu aspek bahasa Inggris yang tampak sederhana hingga Anda mulai menyunting naskah ilmiah yang panjang. Beberapa contoh umum seperti teori yang terkenal, studi jangka panjang, atau artikel yang ditelaah sejawat mungkin tampak mudah, tetapi semakin jauh Anda mendalami penulisan akademik dan ilmiah, semakin rumit pula pilihan yang harus dibuat.
Bahasa Inggris tidak menyediakan satu sistem yang kaku dan berlaku secara universal untuk menentukan kapan tanda hubung harus digunakan. Beberapa kata majemuk secara tradisional ditulis dengan tanda hubung, beberapa ditulis sebagai dua kata terpisah, dan yang lainnya secara bertahap menjadi satu kata tertutup. Yang lebih membingungkan lagi, ungkapan yang sama mungkin memerlukan tanda hubung dalam satu posisi gramatikal, tetapi tidak dalam posisi lainnya.
Bagi penulis akademik, tantangannya bukan sekadar menghafalkan daftar aturan. Tantangannya adalah mengembangkan metode praktis yang didasarkan pada kejelasan, konteks, konsistensi, sumber rujukan tepercaya, dan persyaratan jurnal yang dituju. Jika digunakan dengan cermat, tanda hubung membuat prosa yang kompleks lebih mudah dipahami. Jika digunakan secara berlebihan atau tidak konsisten, tanda hubung dapat membuat naskah tampak berantakan dan mengalihkan perhatian pembaca dari penelitian itu sendiri.
1. Mengapa Penggunaan Tanda Hubung Begitu Sulit
Alasan utama tanda hubung menimbulkan ketidakpastian adalah karena kata majemuk dalam bahasa Inggris terus berkembang. Ungkapan baru sering kali dimulai sebagai kata-kata terpisah, menjadi menggunakan tanda hubung ketika hubungannya semakin mapan, dan pada akhirnya dapat menjadi kata majemuk tertutup.
Perkembangan online adalah contoh yang umum. Penulis pada masa sebelumnya sering menggunakan on line, yang kemudian diikuti on-line, sedangkan online kini merupakan bentuk yang dominan. Perubahan serupa telah terjadi pada tak terhitung banyaknya kata majemuk lainnya.
Keluwesan ini berarti bahwa kamus, panduan gaya, atau artikel jurnal yang lebih lama mungkin merekomendasikan bentuk yang berbeda dari penggunaan saat ini. Ini juga berarti bahwa dua kamus terkemuka terkadang dapat memberikan perlakuan yang berbeda.
Penggunaan tanda hubung juga dipengaruhi oleh:
• bahasa Inggris Britania versus Amerika;
• konvensi bidang ilmu;
• posisi gramatikal;
• tingkat keakraban suatu kata majemuk;
• kemungkinan ambiguitas;
• gaya selingkung jurnal masing-masing.
Karena alasan-alasan ini, penulis sebaiknya tidak berasumsi bahwa satu keputusan penggunaan tanda hubung otomatis berlaku untuk setiap ungkapan yang tampak serupa.
2. Prinsip Terpenting: Gunakan Tanda Hubung untuk Kejelasan
Jika ada satu aturan praktis yang seharusnya menjadi panduan dalam penggunaan tanda hubung akademik, aturan itu adalah: gunakan tanda hubung ketika tanda tersebut mencegah ambiguitas atau membantu pembaca memahami hubungan yang dimaksud antara kata-kata.
Perhatikan perbedaan antara:
rumah sakit hewan kecil
dan:
rumah sakit hewan kecil
Yang pertama dapat berarti rumah sakit hewan yang secara fisik berukuran kecil. Yang kedua jelas berarti rumah sakit yang mengkhususkan diri pada hewan kecil.
Demikian pula:
re-form berarti membentuk kembali, sedangkan reform biasanya merujuk pada perbaikan atau perubahan.
re-sign berarti menandatangani kembali, sedangkan resign berarti meninggalkan suatu jabatan.
Dalam penulisan ilmiah, ketika ketepatan sangat penting, perbedaan ini berpengaruh. Tanda hubung bermanfaat ketika menghilangkan kemungkinan salah tafsir.
3. Pewatas Majemuk Sebelum Kata Benda
Salah satu penggunaan tanda hubung yang paling umum terjadi ketika dua kata atau lebih bekerja sama sebagai satu pewatas sebelum kata benda.
Contohnya meliputi:
• tindak lanjut jangka panjang
• populasi berisiko tinggi
• eksperimen yang dirancang dengan baik
• studi selama lima tahun
• pendekatan berbasis bukti
Tanda hubung memberi tahu pembaca bahwa kata-kata tersebut saling berkaitan dan bersama-sama menerangkan kata benda yang mengikutinya.
Tanpa tanda hubung, suatu frasa mungkin menjadi lebih sulit dipahami. Bandingkan:
pasien berisiko tinggi
dengan:
pasien berisiko tinggi
Bentuk kedua langsung menunjukkan bahwa high-risk merupakan satu kesatuan deskriptif.
4. Penggunaan Tanda Hubung Dapat Berubah Setelah Kata Benda
Kata majemuk yang memerlukan tanda hubung sebelum kata benda sering kehilangan tanda hubung tersebut ketika muncul setelah kata benda.
Sebagai contoh:
metode yang dikenal luas
metode tersebut sudah dikenal luas
dan:
ulasan yang terbaru
ulasan tersebut sudah terbaru
Perbedaan ini adalah salah satu alasan mengapa operasi pencarian-dan-penggantian global berbahaya. Anda tidak bisa begitu saja memutuskan bahwa setiap kemunculan well known harus menjadi well-known tanpa memeriksa posisi gramatikalnya.
Oleh karena itu, penulis akademik harus mengevaluasi gabungan kata dalam konteksnya, bukan memperlakukannya sebagai unsur kosakata yang berdiri sendiri.
5. Jangan Memberi Tanda Hubung pada Setiap Pewatas yang Terdiri atas Beberapa Kata
Meskipun tanda hubung berguna untuk pewatas gabungan, tidak setiap kombinasi kata sebelum kata benda memerlukannya.
Kata keterangan yang berakhiran -ly merupakan contoh klasik. Karena kata keterangan tersebut sudah jelas menerangkan kata sifat atau partisip yang mengikutinya, biasanya tidak diperlukan tanda hubung:
hasil yang sangat signifikan
kuesioner yang dirancang dengan cermat
hubungan yang signifikan secara statistik
Menulis hasil yang sangat-signifikan umumnya keliru.
Demikian pula, gabungan kata benda yang sudah umum mungkin dapat berfungsi dengan jelas tanpa tanda hubung. Memberi tanda hubung secara berlebihan pada setiap kemungkinan gabungan kata dapat membuat prosa tampak berat dan menjadi rumit secara tidak perlu.
6. Batasi Penggunaan Tanda Hubung Secukupnya
Banyak petunjuk jurnal menyarankan penulis untuk meminimalkan penggunaan tanda hubung. Ini umumnya merupakan saran yang baik.
Tanda hubung berguna ketika membantu mengatur makna, tetapi naskah yang dipenuhi rangkaian panjang ungkapan bertanda hubung dengan cepat menjadi sulit dibaca. Penulis secara teknis mungkin menghasilkan ungkapan seperti:
analisis berbasis tindak lanjut jangka panjang yang sebelumnya tidak dilaporkan
tetapi hasilnya hampir mustahil untuk diproses.
Ketika pewatas menjadi terlalu rumit, penulisan ulang biasanya lebih baik daripada menambahkan lebih banyak tanda hubung.
Misalnya, alih-alih:
studi tindak lanjut multisenter selama lima tahun
Anda mungkin menulis:
studi multisenter dengan tindak lanjut selama lima tahun.
Versi revisinya lebih rapi dan lebih mudah dipahami.
7. Bahasa Inggris Britania dan Amerika Mungkin Berbeda
Penggunaan tanda hubung juga dipengaruhi oleh penggunaan regional. Bahasa Inggris Britania secara tradisional mempertahankan lebih banyak tanda hubung daripada bahasa Inggris Amerika, meskipun penggunaan modern di Britania juga telah beralih ke gabungan kata tertutup dalam banyak kasus.
Contoh dapat berbeda antara kamus dan periode, tetapi bahasa Inggris Amerika sering kali lebih cepat menulis gabungan kata sebagai satu kata, sedangkan bahasa Inggris Britania mungkin mempertahankan tanda hubung jika hal itu meningkatkan keterbacaan.
Artinya, penulis harus menggunakan kamus yang sesuai dengan ragam bahasa Inggris yang diwajibkan oleh jurnal. Jika naskah Anda ditulis dalam bahasa Inggris Britania, gunakan kamus Britania yang tepercaya. Jika menggunakan bahasa Inggris Amerika, gunakan sumber Amerika yang bereputasi baik.
Yang terpenting, hindari mencampur konvensi secara sembarangan. Istilah berulang yang sama biasanya harus ditulis dalam bentuk yang sama di seluruh naskah, kecuali fungsi gramatikalnya benar-benar berubah.
8. Kembangkan Sistem Penggunaan Tanda Hubung yang Konsisten
Dokumen akademik yang panjang sering memuat ungkapan khusus yang berulang. Jika Anda memutuskan untuk menulis proses pengambilan keputusan di satu bagian, tetapi kemudian menggunakan proses pengambilan keputusan dan lalu proses pengambilankeputusan, ketidakkonsistenan itu akan terlihat.
Strategi yang berguna adalah membuat lembar gaya naskah yang sederhana. Catat istilah-istilah yang berulang dan bentuk yang telah Anda pilih:
decision-making
long-term
post-treatment
follow-up
evidence-based
Hal ini sangat bermanfaat dalam naskah yang ditulis oleh banyak penulis, karena kontributor yang berbeda mungkin secara alami menggunakan kaidah yang berbeda.
Konsistensi bukan berarti memaksa setiap istilah yang sekilas serupa mengikuti pola yang sama. Konsistensi berarti membuat pilihan secara sadar dan menerapkannya ketika keadaan tata bahasa dan semantiknya benar-benar sebanding.
9. Gunakan Kamus, Jangan Menebak
Jika Anda tidak yakin mengenai kata atau gabungan kata yang sudah mapan, kamus tepercaya biasanya harus menjadi sumber pertama Anda.
Kamus dapat memberi tahu Anda apakah bentuk yang diterima adalah:
• ditulis terpisah: health care;
• diberi tanda hubung: follow-up;
• ditulis serangkai: database.
Namun, kamus terkadang berbeda, terutama untuk istilah yang lebih baru. Jika dua sumber tepercaya membolehkan bentuk yang berbeda, pilih bentuk yang paling sesuai dengan ragam bahasa Inggris jurnal Anda dan terapkan secara konsisten.
Untuk terminologi yang sangat khusus dan tidak terdapat dalam kamus umum, periksa artikel-artikel terbaru dari jurnal target Anda atau publikasi terkemuka di bidang Anda.
10. Tanda Hubung Permanen dan Tanda Hubung Lunak Berbeda
Penting untuk membedakan antara tanda hubung permanen dan tanda hubung lunak.
Tanda hubung permanen merupakan bagian dari kata atau gabungan kata itu sendiri:
long-term
well-established
pre-2020
Tanda ini tetap ada di mana pun istilah tersebut muncul di halaman.
Sebaliknya, tanda hubung lunak hanya digunakan untuk memenggal kata di akhir baris. Tanda ini merupakan perangkat tata letak, bukan bagian dari ejaan kata.
Sebagai contoh, halaman yang ditata hurufnya mungkin memenggal exacting sebagai:
exact-
ing
dan reappear sebagai:
re-
appear
asalkan pemenggalan tersebut mengikuti batas suku kata atau morfem yang dapat diterima.
11. Pemenggalan Kata Otomatis Dapat Menimbulkan Kesalahan
Program seperti Microsoft Word dapat menyisipkan tanda hubung lunak secara otomatis di akhir baris untuk menghasilkan margin kanan yang lebih rata. Fitur ini umum dalam penataan huruf, tetapi jarang diperlukan selama penyiapan naskah.
Sistem otomatis dapat membuat pemenggalan yang tidak tepat. Sebagai contoh:
exact-ing mungkin dapat diterima, sedangkan ex-acting menyesatkan.
re-appear mungkin dapat diterima, sedangkan reap-pear jelas salah.
Risikonya sangat tinggi pada:
• terminologi teknis;
• nama;
• singkatan;
• istilah kimia;
• kata serapan yang tidak umum.
Untuk sebagian besar naskah akademik yang dikirimkan secara elektronik, pendekatan paling aman adalah menonaktifkan pemenggalan kata otomatis, kecuali jurnal secara khusus memintanya.
12. Tabel Memerlukan Perhatian Khusus
Tabel menimbulkan masalah pemenggalan kata lainnya karena kolom yang sempit dapat memaksa kata terputus pada titik yang janggal.
Judul seperti persentase mungkin muncul dalam beberapa baris sebagai:
perc-
enta-
ge
yang mengganggu dan tidak profesional.
Tabel dimaksudkan untuk menyampaikan data dengan cepat. Pemenggalan kata yang tidak masuk akal mengurangi tujuan tersebut.
Jika sebuah kolom terlalu sempit, pertimbangkan:
• memperlebar kolom;
• mempersingkat judul;
• menggunakan singkatan yang diakui;
• mengubah orientasi tabel;
• menyusun ulang tabel;
• memindahkan detail penjelasan ke dalam catatan.
Tabel yang sedikit lebih besar umumnya lebih baik daripada tabel yang dipenuhi kata-kata yang terpecah dan sulit dibaca.
13. Periksa Tabel Secara Terpisah Saat Melakukan Proofreading
Karena tabel sering dibuat atau diformat terpisah dari teks utama, pemeriksaan biasa mungkin melewatkan masalah di dalamnya.
Lakukan peninjauan khusus terhadap tabel dan periksa:
• pemenggalan kata;
• penggunaan tanda hubung;
• judul kolom;
• satuan;
• singkatan;
• spasi;
• perataan;
• konsistensi dengan teks utama.
Ingatlah bahwa pembaca sering menelaah tabel secara terpisah. Oleh karena itu, setiap tabel harus mudah dibaca dan diformat secara profesional tanpa mengharuskan pembaca menyusun kembali istilah yang terpenggal secara buruk.
14. Hindari Penggunaan Cari dan Ganti Secara Membabi Buta
Penggunaan tanda hubung sangat tidak cocok untuk operasi “Ganti Semua” tanpa pertimbangan, karena kata-kata yang sama mungkin memerlukan perlakuan berbeda dalam konteks gramatikal yang berbeda.
Sebagai contoh:
hasil jangka panjang
tetapi
hasil yang diukur dalam jangka panjang
Jika Anda mengganti secara global setiap kemunculan long term dengan long-term, Anda mungkin menimbulkan kesalahan.
Gunakan fungsi pencarian untuk menemukan kemungkinan inkonsistensi, tetapi tinjau setiap kemunculan secara individual. Ini memerlukan waktu lebih lama daripada penggantian otomatis, tetapi mencegah kesalahan sistematis yang dapat menyebar ke seluruh manuskrip.
15. Daftar Periksa Praktis Penggunaan Tanda Hubung
Sebelum mengirimkan manuskrip, lakukan pemeriksaan akhir penggunaan tanda hubung. Tanyakan:
• Apakah saya sudah mengikuti petunjuk jurnal target?
• Apakah pewatas majemuk sebelum nomina sudah jelas dan diberi tanda hubung dengan benar?
• Apakah saya sudah menghapus tanda hubung yang tidak perlu setelah adverbia -ly?
• Apakah kata majemuk yang berulang diperlakukan secara konsisten?
• Apakah saya sudah memeriksa istilah yang meragukan dalam kamus tepercaya?
• Apakah saya sudah menghindari rangkaian panjang pewatas bertanda hubung?
• Apakah pemenggalan kata otomatis di akhir baris dinonaktifkan kecuali diperlukan?
• Apakah kata-kata dalam tabel dipenggal dengan tepat?
• Apakah saya sudah menerapkan konvensi Inggris atau Amerika secara konsisten?
• Apakah saya sudah menghindari penggantian global yang berisiko?
Pemeriksaan akhir ini dapat menemukan cukup banyak inkonsistensi kecil yang luput dari pemeriksaan kalimat biasa.
Kesimpulan: Gunakan Tanda Hubung untuk Makna, Bukan Hiasan
Penggunaan tanda hubung yang efektif tidak begitu bergantung pada mengikuti satu aturan mekanis, melainkan pada pengambilan keputusan editorial yang cermat. Kata majemuk dalam bahasa Inggris berubah seiring waktu, jurnal menerapkan konvensi yang berbeda, dan fungsi gramatikal suatu frasa dapat menentukan apakah tanda hubung diperlukan sama sekali.
Oleh karena itu, prinsip yang paling andal cukup sederhana: prioritaskan kejelasan, gunakan sumber referensi tepercaya, minimalkan tanda hubung yang tidak perlu, dan pertahankan konsistensi di seluruh manuskrip. Berikan perhatian khusus pada penggabungan kata, istilah teknis yang berulang, konvensi ejaan regional, serta pemenggalan kata dengan tanda hubung di akhir baris yang ditambahkan oleh perangkat lunak.
Tanda hubung lunak perlu mendapat perhatian khusus karena memengaruhi tampilan, bukan makna. Pemenggalan kata otomatis dapat menghasilkan tampilan yang memalukan, terutama dalam terminologi khusus dan kolom tabel yang sempit, sehingga setiap pemisah baris dan tata letak tabel harus ditinjau dengan cermat sebelum pengiriman.
Tanda hubung mungkin hanya berupa tanda kecil, tetapi memiliki fungsi penting. Jika digunakan dengan tepat, tanda ini membantu pembaca menafsirkan ungkapan kompleks secara langsung dan akurat. Jika digunakan secara sembarangan, tanda ini menimbulkan ambiguitas dan kekacauan visual. Bagi penulis akademik dan ilmiah, menguasai keseimbangan ini merupakan langkah penting lainnya untuk menghasilkan tulisan riset yang jelas, rapi, dan siap dipublikasikan.
Mengapa Memilih Layanan Penyuntingan dan Pemeriksaan Teks Kami?
Di Proof-Reading-Service.com, kami menyediakan penyuntingan artikel jurnal, penyuntingan disertasi, dan layanan penyuntingan daring khusus untuk penulis akademik dan ilmiah dari berbagai bidang.
Editor berpengalaman kami memberikan perhatian khusus pada detail yang memengaruhi profesionalisme dan keterbacaan tulisan ilmiah, termasuk tata bahasa, tanda baca, ejaan, terminologi, dan penggunaan tanda hubung. Layanan penyuntingan manuskrip kami mendukung penulis yang menyiapkan dokumen ilmiah yang lebih panjang, sementara layanan penyuntingan ilmiah kami dirancang untuk peneliti yang menggunakan terminologi ilmiah dan teknis khusus.
Kami juga menyediakan layanan penyuntingan medis dan penyuntingan tesis PhD. Peninjauan profesional yang cermat dapat membantu memastikan bahwa istilah gabungan yang berulang, ungkapan khusus, dan detail gaya kecil namun penting lainnya tetap konsisten di seluruh manuskrip.
Jika Anda sedang menyiapkan artikel untuk jurnal akademik atau ilmiah, Anda mungkin juga tertarik pada Panduan Publikasi Jurnal, yang tersedia melalui situs web kami Kiat dan Saran tentang Publikasi Riset dalam Jurnal.