Ringkasan
Verbs dan conjunctions adalah “bagian bergerak” dari bahasa Inggris akademik: verbs menggerakkan aksi, waktu, dan sikap; conjunctions menunjukkan hubungan (penambahan, kontras, sebab, urutan) dan menciptakan koherensi. Pilihan yang kuat membuat prosa tepat, logis, dan ringkas.
Verbs: ketahui jenisnya (aksi, linking, auxiliary, modal) dan gunakan tense secara strategis—present untuk fakta, past untuk metode/hasil, present perfect untuk menghubungkan pekerjaan sebelumnya dengan sekarang. Pilih active voice, verbs spesifik ("analysed," bukan "did an analysis"); hindari pasif berlebihan dan perubahan tense. Split infinitives kadang boleh, tapi bentuk tanpa split lebih aman dalam tulisan formal.
Conjunctions: gunakan coordinating (FANBOYS), subordinating ("because," "although," "while"), dan correlative ("not only… but also") untuk menandai logika dengan jelas. Jangan membebani kalimat dengan terlalu banyak penghubung atau menghilangkan yang diperlukan.
Alur & gaya: variasikan panjang kalimat; gunakan conjunctions untuk mengatur ide; pilih verbs yang kuat daripada frasa kata benda; hindari comma splice, redundansi, dan over-hedging. Latihan dengan menulis ulang kalimat pasif, melacak conjunctions dalam makalah contoh, dan bereksperimen dengan tense.
Intinya: verbs yang tepat + conjunctions yang bertujuan = argumen yang lebih jelas, ritme yang lebih lancar, dan tulisan ilmiah yang lebih meyakinkan.
📖 Full Length (Klik untuk tutup)
Bagian Bergerak dari Parts of Speech dalam Bahasa Inggris: Verbs dan Conjunctions
Sebagian besar dari kita pertama kali mengenal konsep "parts of speech" selama sekolah dasar, menghafal bahwa kata benda memberi nama pada sesuatu, kata kerja menunjukkan aksi, dan kata sifat mendeskripsikan. Namun bagi banyak orang dewasa — bahkan akademisi dan ilmuwan — dasar-dasar tata bahasa ini terlupakan sampai kita menghadapi tantangan menulis dengan tepat dan profesional. Bagi peneliti, terutama yang bukan penutur asli bahasa Inggris, memahami bagaimana parts of speech berfungsi bisa sangat penting untuk kejelasan dan kredibilitas. Dalam bahasa Inggris akademik, dua kategori sangat kuat: verbs, yang memberi gerakan pada ide, dan conjunctions, yang menghubungkan mereka secara logis.
Artikel ini mengeksplorasi bagaimana kata kerja dan konjungsi berfungsi sebagai “bagian bergerak” dari kalimat bahasa Inggris — komponen yang menghidupkan tulisan, membentuk argumen, dan mengendalikan ritme serta penekanan. Dengan contoh dan panduan praktis, artikel ini bertujuan membantu penulis akademik dan ilmiah menggunakan alat ini dengan lebih percaya diri dan efektif.
1. Mengapa Kata Kerja dan Konjungsi Penting dalam Penulisan Ilmiah
Penulisan akademik tidak hanya tentang menyampaikan fakta; ini tentang menyajikan fakta tersebut dengan presisi, logika, dan otoritas. Kata kerja dan konjungsi memainkan peran penting dalam mencapai hal ini. Kata kerja menetapkan apa yang terjadi dan kapan, sementara konjungsi mengungkapkan bagaimana ide saling terkait — apakah melalui kontras, penambahan, sebab, atau urutan. Bersama-sama, mereka menentukan alur dan koherensi kalimat Anda.
Pertimbangkan pasangan contoh ini:
1. Peneliti mengumpulkan data. Peneliti menganalisisnya. Peneliti menyajikan hasilnya.
2. Peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data.
Versi kedua, melalui penggunaan kata kerja dan konjungsi yang cermat, menyampaikan makna yang sama dengan singkat dan elegan. Memahami elemen tata bahasa ini memungkinkan penulis mengendalikan kecepatan, penekanan, dan progresi logis — kualitas yang penting untuk komunikasi akademik yang kuat.
2. Memahami Kata Kerja: Mesin Kalimat
Kata kerja adalah kata atau frasa yang menunjukkan tindakan, kejadian, atau keadaan. Tanpa kata kerja, sebuah kalimat tidak dapat berfungsi. Dalam penulisan akademik bahasa Inggris, kata kerja berperan sebagai mesin yang menggerakkan makna maju. Mereka menggambarkan tindakan riset (measured, calculated, tested), mengekspresikan hubungan (demonstrates, suggests, indicates), dan menentukan alur logis waktu.
2.1 Jenis-jenis Kata Kerja
- Kata kerja aksi: Mengungkapkan aktivitas yang dapat diamati — misalnya, “The experiment measured temperature.”
- Kata kerja penghubung: Menghubungkan subjek dengan deskripsi atau keadaan — misalnya, “The hypothesis is valid.”
- Kata kerja bantu: Mendukung kata kerja utama untuk membentuk tense, mood, dan suara — misalnya, “The study was conducted under controlled conditions.”
- Kata kerja modal: Menyampaikan kemungkinan, kebutuhan, atau kewajiban — misalnya, “The results may indicate a correlation.”
2.2 Tenses Kata Kerja dan Kronologi Akademik
Dalam penulisan riset, tense menandakan kapan sesuatu terjadi dan bagaimana kaitannya dengan peristiwa lain. Bahasa Inggris menggunakan tense kata kerja tidak hanya untuk menempatkan tindakan dalam waktu tetapi juga untuk mengatur argumen secara logis. Pertimbangkan urutan berikut:
Saya sedang mengamati monitor ketika peserta terkena cahaya, tetapi saya telah mempersiapkan mereka untuk intensitasnya sebelum percobaan dimulai.
Di sini, tiga waktu yang berbeda menjelaskan kronologi: past continuous (“was observing”), simple past (“were exposed”), dan past perfect (“had prepared”). Bahkan ketika peristiwa dijelaskan tidak berurutan, penggunaan waktu yang tepat memastikan hubungan temporal yang akurat.
Dalam penulisan akademik:
- Gunakan present tense untuk fakta yang sudah mapan dan kebenaran umum (misalnya, “Water boils at 100°C”).
- Gunakan past tense untuk menggambarkan aktivitas penelitian yang telah selesai (“Data were collected from 200 participants”).
- Gunakan present perfect untuk menghubungkan temuan masa lalu dengan pengetahuan saat ini (“Several studies have shown this effect”).
2.3 Infinitif dan Aturan “Split Infinitive”
Dalam bahasa Inggris, bentuk infinitif dari kata kerja mencakup kata “to” (misalnya, “to write,” “to analyse,” “to determine”). Secara tata bahasa, “to” adalah bagian dari kata kerja, dan secara tradisional, kata lain tidak boleh memisahkan keduanya. Misalnya, “to write effectively” lebih disukai daripada infinitif terpisah “to effectively write.” Meskipun panduan gaya modern menerima infinitif terpisah secara moderat ketika kejelasan diperlukan, tulisan akademik biasanya lebih memilih bentuk tradisional yang tidak terpisah.
3. Kata Sambung: Jaringan Penghubung Pemikiran
Kata sambung adalah kata kecil tapi kuat yang menghubungkan klausa, frasa, dan ide. Tanpa mereka, tulisan bisa terdengar mekanis atau terputus-putus. Kata sambung menunjukkan kepada pembaca bagaimana setiap pemikiran berhubungan dengan yang berikutnya — apakah Anda menambahkan informasi, menunjukkan kontras, atau menjelaskan sebab dan akibat.
3.1 Kata Sambung Koordinatif
Ini menghubungkan kata, frasa, atau klausa independen dengan tingkat tata bahasa yang sama. Yang paling umum adalah for, and, nor, but, or, yet, so — yang mudah diingat dengan akronim FANBOYS.
Contoh: Mahasiswa menulis esai, memeriksanya, dan menyerahkannya, tetapi dia khawatir tentang argumennya.
Di sini, and menghubungkan tindakan dengan bobot yang sama, sementara but memperkenalkan kontras. Kata sambung koordinatif sering digunakan dalam kalimat majemuk dan daftar, memberikan ritme alami pada prosa.
3.2 Kata Sambung Subordinatif
Ini memperkenalkan klausa dependen yang bergantung pada klausa utama untuk makna. Contoh umum termasuk because, although, while, since, if, when, dan unless.
Contoh: Walaupun hasilnya menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan.
Subordinasi membantu Anda mengungkapkan hubungan kompleks antara ide — penting dalam argumentasi akademik. Ini memungkinkan Anda menyajikan kualifikasi, pengecualian, dan penalaran kausal tanpa membuat kalimat menjadi terputus-putus.
3.3 Konjungsi Korelatif
Pasangan konjungsi ini bekerja bersama untuk menyeimbangkan ide. Contohnya termasuk both...and, either...or, neither...nor, not only...but also.
Contoh: Temuan ini signifikan tidak hanya untuk biologi tetapi juga untuk kebijakan lingkungan.
Korelasi menambah penekanan dan variasi, membantu menciptakan struktur kalimat yang elegan dalam penulisan formal.
4. Panduan Praktis untuk Menggunakan Kata Kerja dan Konjungsi dengan Efektif
4.1 Perkuat Kata Kerja Anda
- Lebih suka suara aktif jika kejelasan memungkinkan: “Peneliti menganalisis data” biasanya lebih kuat daripada “Data dianalisis oleh peneliti.”
- Jadilah tepat: Alih-alih “melakukan analisis,” tulis “menganalisis.” Alih-alih “melakukan perbaikan,” tulis “memperbaiki.”
- Variasikan kata kerja Anda: Mengulang “menunjukkan” atau “mendemonstrasikan” melemahkan tulisan. Coba alternatif seperti “mengungkapkan,” “menyarankan,” “menunjukkan,” “mengonfirmasi,” atau “menyoroti.”
4.2 Kendalikan Konjungsi Anda
- Gunakan konjungsi untuk mengungkapkan hubungan dengan jelas: sebab (“karena”), kontras (“namun,” “tetapi”), atau tambahan (“dan,” “juga”).
- Hindari memulai terlalu banyak kalimat dengan “Dan” atau “Tetapi” dalam penulisan formal; penggunaan sesekali untuk penekanan diperbolehkan.
- Jangan membebani kalimat dengan terlalu banyak konjungsi. Satu penghubung yang ditempatkan dengan baik bisa lebih efektif daripada beberapa yang saling bersaing.
4.3 Pertahankan Alur Logis
Dalam penulisan akademik, koherensi bergantung pada menghubungkan ide secara logis. Konjungsi membimbing pembaca melalui logika tersebut, sementara waktu kata kerja memastikan peristiwa muncul dalam urutan yang benar. Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen ini berinteraksi:
Sampel diuji berulang kali, dan hasilnya dibandingkan dengan studi sebelumnya, tetapi karena kondisi lingkungan berbeda, temuan harus diinterpretasikan dengan hati-hati.
Kalimat ini mengalir alami karena setiap klausa terhubung dengan mulus ke yang berikutnya — melalui konjungsi (dan, tetapi, karena) dan waktu kata kerja yang konsisten (telah diuji, telah dibandingkan).
5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Ketidakkonsistenan waktu: Berpindah antara masa lampau dan masa kini tanpa alasan membingungkan pembaca. Pertahankan konsistensi waktu dalam setiap bagian.
- Pasif berlebihan: Penggunaan suara pasif yang berlebihan dapat membuat tulisan terasa tidak personal dan samar.
- Comma splices: Menggabungkan klausa independen dengan koma alih-alih konjungsi atau titik koma menciptakan kesalahan tata bahasa. Misalnya, tulis “The data were incomplete, so the experiment was repeated,” bukan “The data were incomplete, the experiment was repeated.”
- Penggunaan konjungsi berlebihan: Terlalu banyak penghubung (“dan,” “oleh karena itu,” “namun”) dapat membuat teks menjadi berlebihan atau terlalu mekanis.
- Konjungsi yang hilang: Sebaliknya, kurangnya penghubung dapat membuat kalimat menjadi tiba-tiba dan terputus-putus.
6. Ritme dan Gaya Bahasa Inggris Akademik
Penulisan akademik yang kuat menyeimbangkan kompleksitas dengan kejelasan. Kata kerja membawa gerakan, sementara konjungsi menciptakan kerangka logis. Ketika digunakan dengan mahir, mereka membentuk ritme dan keterbacaan — kualitas utama dalam gaya ilmiah. Untuk meningkatkan ritme:
- Variasikan panjang kalimat: campurkan kalimat pendek dan langsung dengan kalimat yang lebih panjang, majemuk, atau kompleks.
- Gunakan konjungsi untuk mengontrol irama — dan untuk mempercepat, tetapi atau meskipun untuk berhenti dan membandingkan, karena untuk menjelaskan.
- Pilih kata kerja yang kuat dan spesifik daripada kata benda abstrak: tulis “concluded” daripada “drew a conclusion.”
Penyempurnaan gaya ini membuat tulisan lebih persuasif dan lebih mudah diikuti, yang menguntungkan peninjau dan pembaca.
7. Mempraktikkan Apa yang Anda Pelajari
Meningkatkan penguasaan Anda terhadap kata kerja dan konjungsi memerlukan latihan dan kesadaran. Cobalah latihan-latihan ini:
- Tulis ulang kalimat pasif: Ubah lima kalimat dari suara pasif ke aktif setiap hari.
- Identifikasi konjungsi: Ambil artikel dari jurnal terkemuka dan sorot setiap konjungsi. Pelajari bagaimana masing-masing berkontribusi pada makna dan alur.
- Bereksperimen dengan tenses: Deskripsikan satu eksperimen dalam bentuk lampau, lalu tulis ulang dalam bentuk sekarang. Perhatikan bagaimana fokus bergeser dari prosedur ke prinsip.
Latihan yang sering dan disengaja mengubah pengetahuan tata bahasa menjadi naluri — tanda penulis tingkat lanjut.
8. Pemikiran Akhir
Kata kerja dan konjungsi mungkin tampak seperti komponen kecil dalam bahasa, tetapi dalam penulisan akademik mereka memainkan peran besar. Kata kerja membawa aksi dan kejelasan; konjungsi membawa hubungan dan koherensi. Bersama-sama, mereka menentukan bagaimana ide Anda bergerak, bagaimana pembaca menafsirkan logika Anda, dan seberapa profesional karya Anda terlihat.
Menguasai bagian-bagian penting dari ujaran ini bukan sekadar latihan tata bahasa — ini adalah cara untuk mempertajam suara ilmiah Anda. Ketika kata kerja tepat dan konjungsi memiliki tujuan, narasi penelitian Anda mengalir secara alami, membimbing pembaca dengan mudah dari satu ide ke ide berikutnya. Dan itulah esensi dari penulisan akademik yang unggul.
Untuk panduan yang lebih mendalam tentang tata bahasa, penulisan akademik, dan dukungan penyuntingan profesional, kunjungi Proof-Reading-Service.com. Editor ahli kami membantu peneliti menyempurnakan bahasa, memperbaiki struktur, dan memastikan setiap kata kerja dan konjungsi bekerja untuk memperkuat kejelasan dan dampak.