The Hyphenation Associated with Prefixes & Suffixes in Academic Texts

Penghubung yang Terkait dengan Awalan & Akhiran dalam Teks Akademik

Apr 09, 25Rene Tetzner

Ringkasan

Penggunaan tanda hubung dengan awalan dan akhiran adalah salah satu aspek paling menantang dalam penulisan akademik bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris mengambil dari berbagai tradisi linguistik dan berkembang melalui penggunaan daripada aturan kaku, penulis sering menghadapi ketidakpastian apakah sebuah gabungan kata harus diberi tanda hubung, ditulis rapat, atau dibiarkan [open]. Ringkasan ini menguraikan prinsip-prinsip inti yang mengatur penggunaan tanda hubung pada awalan, termasuk mencegah tabrakan vokal yang ambigu, mengenali perbedaan dialek, menangani awalan yang berulang, dan memastikan kejelasan ketika kata yang diawali huruf kapital atau tanggal mengikuti awalan. Ini juga menjelaskan pola yang relatif lebih sederhana yang terkait dengan akhiran, sambil menyoroti kasus khusus yang memerlukan tanda hubung untuk menjaga keterbacaan atau menghindari kebingungan.

Meskipun aturan tanda hubung bisa tampak tidak terduga, penerapan konsisten dari beberapa pedoman utama sangat meningkatkan kejelasan dan kecanggihan dalam penulisan akademik. Penulis akademik yang memahami pola ini lebih siap untuk mengkomunikasikan ide kompleks secara tepat, menghindari makna yang tidak diinginkan, dan memenuhi harapan gaya di berbagai jurnal, tesis, dan disertasi. Penguasaan tanda hubung pada akhirnya adalah alat untuk penulisan akademik yang lebih jelas, menunjukkan perhatian cermat terhadap detail dan mempromosikan pemahaman pembaca.

📖 Versi Lengkap (Klik untuk tutup)

Penggunaan Tanda Hubung yang Terkait dengan Awalan & Akhiran dalam Teks Akademik

Penggunaan tanda hubung tampak sederhana, namun bahkan penulis akademik berpengalaman tahu betapa tidak terduganya hal ini. Bahasa Inggris mengandung banyak gabungan yang dibentuk melalui awalan dan akhiran, dan banyak di antaranya sulit diklasifikasikan secara langsung. Panduan gaya, kamus, dan petunjuk jurnal membantu, tetapi ketidakkonsistenan tetap ada di berbagai dialek, disiplin, dan tradisi publikasi. Meski tampak kacau, ada pola yang dapat membimbing penulis akademik dalam membuat keputusan yang bijaksana dan konsisten tentang penggunaan tanda hubung. Memahami prinsip-prinsip ini tidak hanya memperkuat tata bahasa tetapi juga meningkatkan kejelasan, keterbacaan, dan ketepatan ilmiah.

1. Mengapa Tanda Hubung Penting dalam Penulisan Akademik

Tanda hubung memiliki fungsi penting: mencegah ambiguitas dan meningkatkan ketepatan. Tanda baca kecil dapat secara dramatis mengubah makna. Penulisan akademik, yang mengandalkan ketepatan, tidak boleh mengalami kesalahpahaman akibat istilah gabungan yang tidak jelas. Pertimbangkan kontras mencolok antara:

  • re-cover (untuk menutupi lagi)
  • recover (untuk mendapatkan kembali kesehatan)

Dalam konteks ilmiah—terutama dalam penulisan ilmiah, teknis, atau linguistik—perbedaan seperti ini sangat penting. Pembaca yang dihadapkan pada kata yang tanda hubungnya kurang tepat harus menebak maksud penulis. Tanda hubung yang jelas dan konsisten menunjukkan perhatian terhadap detail, memperkuat argumentasi, dan menandakan penghormatan terhadap konvensi akademik.

Selain itu, dokumen akademik besar seperti tesis, disertasi, dan monograf sering mengandung terminologi kompleks yang mencampurkan akar Latin dan Yunani dengan awalan dan akhiran modern. Tanpa tanda baca yang cermat, gabungan kata ini bisa menjadi membingungkan secara visual atau menyesatkan. Penggunaan tanda hubung memastikan struktur suatu istilah transparan, menjaga ketepatan intelektual.

2. Penggunaan Tanda Hubung dengan Awalan: Prinsip Utama untuk Penulisan yang Jelas

Awalan melekat pada kata dasar untuk menciptakan makna baru. Beberapa kata berawalan menjadi gabungan tertutup yang distandarisasi, sementara yang lain tetap menggunakan tanda hubung tanpa batas waktu. Dalam penulisan akademik, triknya adalah mengenali kapan tanda hubung berfungsi untuk kejelasan—dan kapan justru menimbulkan kekacauan yang tidak perlu.

2.1 Penggunaan Tradisional Tanda Hubung dengan Awalan

Awalan biasanya menggunakan tanda hubung jika diperlukan untuk menghindari kebingungan atau tampilan yang canggung. Contohnya meliputi:

  • anti-inflammatory
  • non-English
  • post-war
  • pre-existing

Setiap tanda hubung mencegah kesalahan baca. Tanpa tanda hubung pada anti-inflammatory, misalnya, klaster yang dihasilkan “antiinflammatory” akan terlihat mengganggu.

2.2 Bentuk Tertutup: Preferensi Bahasa Inggris Amerika

Bahasa Inggris Amerika cenderung lebih menyukai gabungan prefiks tertutup seperti:

  • pretest
  • coordinate
  • rewrite

Bahasa Inggris Britania, sebaliknya, sering mempertahankan tanda hubung demi kejelasan:

  • pre-test
  • co-operate (penggunaan lama, masih kadang ditemukan)

Dalam penggunaan bahasa Inggris Britania modern, banyak tanda hubung telah hilang, tetapi penulis Britania masih cenderung menggunakan tanda hubung lebih sering daripada penulis Amerika ketika ambiguitas mungkin terjadi.

2.3 Ketika Kamus Tidak Sepakat—atau Tidak Memberi Panduan

Dalam kasus di mana kamus mencantumkan bentuk dengan tanda hubung dan bentuk tertutup tanpa preferensi, penulis akademik dapat memilih salah satu—dengan syarat keputusan tersebut konsisten di seluruh naskah. Konsistensi lebih penting daripada ketepatan ketika variasi ada.

Namun, jika sebuah istilah sama sekali tidak muncul dalam kamus utama, biasanya lebih aman untuk menyisipkan tanda hubung. Penulisan akademik mengutamakan kejelasan di atas minimalisme. Tanda hubung memastikan keterbacaan dan mencegah salah tafsir.

2.4 Mencegah Benturan Vokal

Salah satu alasan paling dapat diandalkan untuk menggunakan tanda hubung adalah untuk mencegah “benturan vokal,” di mana vokal yang sama bertemu dengan canggung:

  • re-establish (bukan “reestablish”)
  • anti-intellectual (bukan “antiintellectual”)

Namun, bahasa juga mengandung pengecualian yang telah menjadi standar meskipun terjadi benturan vokal, seperti:

  • cooperate
  • coordinate

Bentuk-bentuk ini bertahan karena penggunaan luas akhirnya membentuk konvensi. Namun, dalam gabungan baru atau teknis, tanda hubung tetap pilihan yang lebih aman.

2.5 Tanda Hubung dengan Awalan yang Berulang

Ketika awalan muncul dua kali, yang pertama diberi tanda hubung untuk mencegah kebingungan:

  • sub-subset
  • micro-microstructure

Bentuk-bentuk ini sering muncul dalam matematika, sains, dan linguistik, di mana struktur hierarkis atau bersarang harus direpresentasikan dengan tepat.

2.6 Tanda Hubung Sebelum Huruf Kapital, Nama Khusus, dan Tanggal

Selalu gunakan tanda hubung ketika awalan melekat pada:

  • kata yang diawali huruf kapital (non-English)
  • angka (pre-1945)
  • nama yang tepat (anti-Nazi)

Tanpa tanda hubung, gabungan ini akan sulit dipahami secara visual.

2.7 Awalan yang Ditambahkan pada Gabungan dengan Tanda Hubung atau [open]

Ketika awalan melekat pada gabungan yang sudah ada tanda hubung, pertahankan tanda hubung asli dan tambahkan yang baru:

  • non-self-governing

Ketika dasar gabungan adalah [open] (dua kata), Bahasa Inggris Amerika kadang mengganti tanda hubung dengan en dash:

  • pre–Cold War politik

En dash menandakan hubungan majemuk tanpa membebani istilah dengan banyak tanda hubung.

2.8 Ketika Prefiks Berdiri Sendiri

Ketika sebuah prefiks berlaku untuk beberapa kata, akar yang hilang diwakili oleh tanda hubung:

makro- dan mikroekonomi

Konstruksi ini menghindari pengulangan sambil mempertahankan kejelasan tata bahasa.

2.9 Kasus Khusus “Mid”

Prefiks mid berperilaku berbeda dari yang lain. Kadang-kadang bertindak sebagai kata sifat independen, terutama saat menggambarkan periode sejarah (“mid eighteenth century”). Dalam kasus lain, membentuk gabungan tertutup (“midpoint”) atau memerlukan tanda hubung untuk kejelasan:

  • mid-career peneliti
  • mid-range analisis

Karena “mid” memiliki beberapa fungsi tata bahasa, penggunaan tanda hubung tergantung pada apakah gabungan kata tersebut akan tampak ambigu.

3. Penggunaan Tanda Hubung dengan Sufiks: Sistem yang Lebih Teratur

Sufiks umumnya lebih mudah diatur daripada prefiks. Sebagian besar sufiks langsung melekat pada akar tanpa memerlukan tanda hubung:

  • tanpa kehidupan
  • seperti wanita
  • tahan air
  • masa kanak-kanak

Namun, beberapa pengecualian penting muncul dalam penulisan akademis.

3.1 Akhiran Ganda “l”

Ketika kata dasar berakhiran dua “l”, menambahkan sufiks tertentu memerlukan tanda hubung untuk menjaga keterbacaan:

  • tanpa kios
  • seperti mal

Tanpa tanda hubung, bentuk yang dihasilkan bisa disalahartikan atau membingungkan secara visual.

3.2 Akhiran yang Berasal dari Kata atau Nama Lengkap

Akhiran pembentuk kata sifat yang berasal dari kata utuh umumnya memerlukan tanda hubung:

  • Cambridge-like traditions
  • vulture-like behaviour

Tanda hubung ini mencegah pembaca salah membaca kata sebagai kata majemuk tertutup dengan makna berbeda.

3.3 Konstruksi -style dan -ready

Ketika kata-kata seperti “style,” “based,” atau “ready” berfungsi sebagai akhiran, mereka hampir selalu muncul dengan tanda hubung:

  • camera-ready manuscript
  • computer-style simulation
  • decision-based model

Contoh umum yang mengikuti pola ini adalah user-friendly, yang tetap banyak digunakan dengan tanda hubung bahkan dalam publikasi yang menghindari tanda hubung di tempat lain.

4. Konsistensi dan Menghindari Ambiguitas: Prinsip Utama

Terlepas dari dialek atau disiplin ilmu, dua prinsip mengatur semua keputusan penggunaan tanda hubung:

  • Konsistensi: Setelah suatu bentuk dipilih, terapkan secara seragam di seluruh dokumen.
  • Kejelasan: Jika tanda hubung mencegah kebingungan, maka harus digunakan.

Penulisan akademik memerlukan keseimbangan antara kepatuhan ketat terhadap aturan dan pengambilan keputusan praktis. Tujuannya selalu memastikan bahwa pembaca dapat menafsirkan istilah Anda dengan benar tanpa berhenti untuk mempertanyakan maknanya.

Kesimpulan: Penggunaan Tanda Hubung sebagai Alat untuk Kejelasan Ilmiah

Penggunaan tanda hubung mungkin tampak sebagai detail kecil dalam lingkup besar penulisan akademik, tetapi memainkan peran yang sangat penting dalam kejelasan, ketepatan, dan profesionalisme. Menguasai prinsip-prinsip yang mengatur penggunaan tanda hubung pada awalan dan akhiran memberdayakan penulis untuk menghasilkan karya yang koheren, konsisten, dan bergaya halus. Dengan mengamati pola, mengenali pengecualian, dan memprioritaskan kejelasan daripada mengikuti aturan secara mekanis, penulis dapat memastikan bahwa manuskrip mereka memenuhi harapan penguji, editor, dan pembaca.

Apakah Anda sedang menyiapkan tesis, artikel jurnal, disertasi, monograf, atau laporan penelitian, memahami penggunaan tanda hubung membantu Anda berkomunikasi lebih efektif. Pendekatan yang cermat terhadap awalan, akhiran, dan pembentukan kata majemuk meningkatkan ketepatan tulisan Anda dan memperkuat suara ilmiah Anda, menciptakan dasar untuk komunikasi akademik yang sukses.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.