Rules, Dashes and the Punctuation of Parenthetical Clauses

Aturan, Tanda Hubung, dan Tanda Baca dalam Klausa Parentetikal

Feb 08, 25Rene Tetzner

Ringkasan

Aturan en (en dashes) dan aturan em (em dashes) adalah alat tanda baca yang kuat dalam penulisan ilmiah, terutama untuk menandai klausa dalam tanda kurung. Meskipun kedua bentuk ini dapat berfungsi serupa, mereka mengikuti konvensi tipografi yang berbeda: en dashes memerlukan spasi di sekitarnya, sedangkan em dashes tidak. Penulis harus menggunakan hanya satu jenis secara konsisten dalam sebuah dokumen dan mengikuti pedoman penerbit atau jurnal jika tersedia. Memahami kapan dan bagaimana menggunakan tanda baca ini—terutama dalam konstruksi tanda kurung di tengah kalimat atau di akhir kalimat—meningkatkan kejelasan, ritme, dan ketepatan dalam prosa akademik.

Artikel ini menjelaskan perbedaan antara aturan en dan em, menunjukkan bagaimana masing-masing digunakan untuk memberi tanda pada klausa dalam tanda kurung, dan menguraikan konvensi gaya dan tata bahasa yang penting. Artikel ini juga membahas mengapa tanda hubung menciptakan jeda yang lebih kuat dibandingkan koma atau tanda kurung serta memberikan panduan untuk menghindari penggunaan berlebihan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, penulis akademik dapat meningkatkan keterbacaan, menyoroti ide-ide utama, dan mempertahankan gaya penulisan yang profesional dan rapi.

📖 Full Length (Klik untuk tutup)

Menggunakan En Rules dan Em Rules untuk Menandai Klausa Parentetik

Dalam penulisan akademik dan profesional, tanda baca melakukan lebih dari sekadar memisahkan kata di halaman—mereka membentuk makna, mengontrol ritme, dan membimbing pembaca melalui ide-ide kompleks. Di antara tanda baca yang paling serbaguna adalah en rule (sering disebut en dash) dan em rule (em dash). Meskipun keduanya sering digunakan untuk klausa parentetik, mereka mengikuti konvensi dan gaya visual yang berbeda. Memahami cara dan kapan menggunakan masing-masing meningkatkan kejelasan dan mengangkat kecanggihan prosa ilmiah Anda.

Artikel ini memberikan panduan rinci tentang penggunaan en dan em rules untuk klausa parentetik, menjelaskan perbedaan tipografis dan gaya di antara keduanya, menunjukkan penggunaannya di posisi tengah dan akhir kalimat, serta menguraikan aturan penting untuk menghindari penggunaan berlebihan secara gaya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, penulis dapat menghasilkan tulisan akademik yang lebih rapi dan ramah pembaca.

1. Apa Itu En Rules dan Em Rules?

En rule (–) dan em rule (—) mengambil nama dari percetakan tradisional. En rule kira-kira selebar huruf kapital “N,” sedangkan em rule kira-kira selebar huruf kapital “M.” Perbedaan visual ini menandakan peran yang berbeda dalam penulisan formal:

  • En rule (–): Digunakan untuk rentang (2018–2022), koneksi (kereta London–Edinburgh), atau, dalam beberapa gaya, klausa parentetik dengan spasi.
  • Em rule (—): Digunakan terutama untuk materi parentetik, pergeseran tiba-tiba, penekanan retoris, dan jeda kalimat yang kuat.

Berbagai panduan gaya (Chicago, APA, MLA, Oxford, Cambridge, dll.) menawarkan petunjuk tentang tanda baca ini, dan jurnal sering mengadopsi salah satu gaya tersebut. Karena penggunaannya sangat bergantung pada gaya rumah, aturan pertama dalam penulisan ilmiah adalah sederhana:

Gunakan hanya satu jenis tanda hubung untuk klausa parentetik dalam dokumen apa pun.

Mencampur parentetik en-rule dan em-rule dalam satu naskah menciptakan ketidakkonsistenan dan dapat membingungkan pembaca atau membuat editor frustrasi. Jika ada pedoman, ikuti; jika tidak, pilih satu bentuk dan terapkan secara konsisten.

2. Menggunakan En Rules untuk Klausa Parentetik

Dalam penerbitan akademik Inggris dan Eropa, en rule dengan spasi di sekitarnya adalah pilihan populer untuk menandai elemen parentetik. Ketika digunakan dengan cara ini, ia menciptakan efek visual yang sedikit lebih ringan dan lebih terbuka dibandingkan em rule.

2.1 Aturan En dalam Klausa Parentetik di Tengah Kalimat

Ketika en rule memperkenalkan klausa dalam tanda kurung di tengah kalimat, harus didahului dan diikuti oleh spasi:

Saya menerima surat dari sebuah jurnal – sebuah jurnal papan atas! – yang mengumumkan bahwa artikel saya telah diterima.

Di sini, konstruksi en-rule memberikan jeda yang lebih kuat daripada koma tetapi lebih lancar dan kurang mengganggu daripada tanda kurung. Ini ideal ketika informasi dalam tanda kurung penting atau ekspresif.

2.2 Aturan En di Akhir Kalimat

Ketika klausa dalam tanda kurung muncul di akhir kalimat, hanya aturan en pembuka yang diperlukan. Penulis kadang-kadang salah mencoba “menutup” frasa dengan tanda hubung kedua, tetapi ini tidak perlu:

Saya menerima kabar luar biasa tentang manuskrip saya – itu telah diterima untuk publikasi!

Tanda hubung en tunggal sudah cukup untuk menandakan pergeseran atau sisipan. Kalimat berakhir secara alami, dengan tanda baca akhir menutup seluruh konstruksi.

3. Menggunakan Aturan Em untuk Klausa dalam Tanda Kurung

Aturan em memiliki fungsi tata bahasa yang sama seperti aturan en dalam konteks ini tetapi mengikuti konvensi spasi yang berbeda. Dalam bahasa Inggris Amerika dan beberapa jurnal internasional modern, aturan em lebih disukai karena dampak visualnya yang lebih kuat dan bentuknya yang kompak.

Dengan aturan em, tidak ada spasi di sekitar tanda hubung.

3.1 Aturan Em dalam Klausa Tengah Kalimat

Seperti aturan en, aturan em dapat membingkai komentar dalam tanda kurung yang menyela kalimat:

Saya menerima surat dari sebuah jurnal—yang tingkat atas!—yang mengumumkan bahwa makalah saya telah diterima.

Karena aturan em lebih panjang dan lebih menekankan, mereka menciptakan jeda yang sedikit lebih dramatis, yang bisa diinginkan dalam prosa akademik yang kaya gaya atau tulisan humaniora.

3.2 Aturan Em di Akhir Kalimat

Ketika digunakan di akhir kalimat, aturan em bekerja persis seperti aturan en:

Saya akhirnya menerima kabar tentang pengajuan saya—itu telah diterima oleh jurnal top!

Di sini lagi, tidak diperlukan tanda hubung kedua. Aturan em hanya menandakan sisipan yang secara alami mengakhiri kalimat.

4. Mengapa Menggunakan Tanda Hubung untuk Klausa dalam Tanda Kurung?

Informasi dalam tanda kurung dapat ditandai dengan tiga cara: koma, tanda kurung, atau tanda hubung. Tanda hubung—baik en maupun em—menciptakan gangguan paling kuat dan menarik perhatian paling banyak pada informasi yang disisipkan. Mereka sangat berguna ketika klausa dalam tanda kurung:

  • menambahkan penekanan atau energi,
  • memperkenalkan sisipan,
  • menjelaskan atau memperkuat ide sebelumnya,
  • menyuntikkan kontras atau kejutan,
  • memberikan komentar langsung untuk pembaca.

Dibandingkan dengan koma, tanda hubung menghasilkan jeda yang lebih dramatis, menjadikannya ideal untuk materi yang layak mendapat bobot lebih atau memiliki nilai retoris. Dibandingkan dengan tanda kurung, tanda hubung kurang tersembunyi secara visual dan menandakan bahwa informasi yang disertakan penting dan terkait dengan ide utama.

Sebagai aturan umum, gunakan tanda hubung ketika materi tanda kurung penting atau bermakna secara retoris.

5. Konvensi yang Perlu Diingat

Terlepas dari apakah Anda menggunakan en rules atau em rules, beberapa konvensi berlaku secara konsisten di seluruh tulisan akademik berkualitas tinggi.

5.1 Tidak ada tanda baca sebelum tanda hubung pembuka

Tanda hubung tanda kurung tidak boleh didahului oleh koma, titik koma, titik dua, atau titik. Tanda hubung itu sendiri berfungsi sebagai tanda baca:

  • Benar: Hasilnya mengejutkan kami – sesuatu yang tidak kami duga.
  • Salah: Hasilnya mengejutkan kami, – sesuatu yang tidak kami duga.

5.2 Tanda hubung penutup dapat mengikuti tanda baca ekspresif

Jika isi tanda kurung diakhiri dengan tanda tanya atau tanda seru, tanda baca tersebut muncul sebelum tanda hubung penutup:

Para peninjau – bisakah Anda percaya? – meminta tidak ada perubahan.

5.3 Hindari menempatkan titik sebelum tanda hubung penutup

Titik tidak pernah muncul sebelum tanda hubung penutup. Tanda hubung menggantikan tanda baca perantara sepenuhnya.

5.4 Gunakan hanya satu klausa tanda kurung dengan tanda hubung per kalimat

Penggunaan tanda hubung yang berlebihan membuat tulisan akademik terlihat tidak formal atau terburu-buru. Sebagai aturan:

Gunakan tidak lebih dari satu klausa tanda kurung dengan tanda hubung per kalimat.

Simpan untuk momen yang benar-benar mendapat manfaat dari penekanan tambahan.

5.5 Variasikan alat tanda kurung Anda

Tulisan yang baik menggunakan campuran seimbang dari:

  • koma (untuk interupsi ringan),
  • tanda kurung (untuk informasi yang dikurangi penekanannya),
  • tanda hubung (untuk penekanan dan efek retoris).

Penulis yang menggunakan tanda hubung di setiap paragraf melemahkan dampaknya. Variasi strategis menjaga prosa Anda tetap jelas dan menarik.

6. Memilih Antara Aturan En dan Em

Sebagian besar keputusan ilmiah tentang penggunaan tanda hubung bergantung pada gaya dan konsistensi. Pertimbangkan hal berikut:

  • Periksa pedoman penerbit atau jurnal terlebih dahulu.
  • Jika tidak ada preferensi yang dinyatakan, pilih gaya yang sesuai dengan disiplin Anda.
  • Setelah dipilih, gunakan secara konsisten.

Disiplin humaniora sering memilih tanda em dash karena ekspresifitasnya, sementara ilmu sosial dan jurnal berbasis Eropa sering lebih suka aturan en. Tidak ada yang secara inheren lebih benar; yang penting adalah pembaca dapat mengikuti konvensi Anda dengan mudah.

7. Menggunakan Tanda Hubung Secara Efektif dalam Gaya Akademik

Selain aturan tata bahasa, tanda hubung memengaruhi nada dan alur tulisan. Tanda hubung yang ditempatkan dengan baik dapat:

  • menambahkan kesan percakapan yang langsung,
  • menandai penekanan tanpa mengurangi formalitas,
  • membimbing pembaca menuju detail interpretatif utama,
  • meningkatkan ritme dan keceriaan prosa yang sebaliknya padat.

Namun, karena tanda hubung menonjol secara visual, mereka harus digunakan dengan bijaksana. Dalam penulisan riset, terlalu banyak tanda hubung dapat menciptakan kesan informal yang bertentangan dengan harapan pembaca ilmiah.

Kesimpulan: Menggunakan Tanda Hubung dengan Percaya Diri dan Konsisten

Menguasai aturan en dan em adalah langkah kecil namun bermakna menuju penulisan akademik yang lebih halus dan efektif. Tanda baca ini—jika digunakan dengan benar dan konsisten—memperjelas struktur, menekankan ide utama, dan meningkatkan ritme prosa. Apakah Anda lebih suka aturan en yang berjarak longgar atau aturan em yang padat dan tegas, tujuan Anda sama: membimbing pembaca dengan jelas dan percaya diri melalui argumen Anda.

Dengan memahami perbedaan antara alat-alat ini dan menerapkannya dengan bijaksana, Anda dapat menghasilkan tulisan yang secara gaya halus dan teguh selaras dengan standar ilmiah. Klausa dalam tanda kurung, ketika diberi tanda baca dengan hati-hati, menjadi peluang untuk memperkaya teks Anda daripada menjadi hambatan bagi kejelasan.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.