Ringkasan
Tinjauan pustaka yang ditulis dengan baik adalah dasar dari setiap makalah akademik atau ilmiah yang serius. Tujuannya bukan hanya untuk mencantumkan apa yang telah dilakukan orang lain, tetapi untuk menunjukkan apa yang diketahui tentang topik Anda, di mana terdapat kekosongan atau ketidaksepakatan, dan mengapa penelitian Anda sendiri diperlukan. Apakah tinjauan Anda dua paragraf dalam artikel singkat atau satu bab penuh dalam tesis, proses pembuatannya bisa terasa sangat berat.
Artikel ini menyajikan metode tiga langkah yang jelas untuk menulis tinjauan pustaka yang menyeluruh, kritis, dan persuasif. Langkah 1 membimbing Anda melalui penelitian yang efisien dan terarah, termasuk cara mencari di database, melacak sumber, dan memahami harapan jurnal atau departemen. Langkah 2 berfokus pada membaca kritis: membuat catatan terstruktur, membandingkan dan mensintesis studi, mengidentifikasi pola, dan memetakan ruang konseptual yang akan ditempati karya Anda. Langkah 3 menunjukkan cara mengubah bacaan Anda menjadi tinjauan yang koheren dan tertulis secara formal yang mengevaluasi daripada sekadar meringkas, direferensikan dengan benar, dan diakhiri dengan menyoroti celah yang akan ditangani oleh penelitian Anda.
Sepanjang artikel, ditekankan akurasi, struktur, dan nada ilmiah, serta menawarkan tips praktis untuk menghindari jebakan umum seperti "daftar cucian" sumber yang deskriptif, kutipan yang hilang, atau hubungan yang tidak jelas dengan pertanyaan penelitian Anda sendiri. Artikel ini diakhiri dengan saran tentang revisi, penyuntingan, dan nilai dari proofreading profesional oleh manusia. Dengan mengikuti pendekatan tiga langkah ini, Anda dapat menulis tinjauan pustaka yang memuaskan penguji dan editor jurnal – serta memperjelas pemikiran Anda sendiri tentang proyek Anda.
📖 Artikel Lengkap (Klik untuk tutup)
Cara Menulis Tinjauan Pustaka dalam 3 Langkah
Mengapa Tinjauan Pustaka Itu Penting
Dalam penulisan akademik dan ilmiah, tinjauan pustaka lebih dari sekadar formalitas atau kotak yang harus dicentang. Ini adalah tempat Anda menunjukkan bahwa Anda memahami lanskap riset yang ada di sekitar topik Anda dan dapat memposisikan studi Anda sendiri di dalamnya. Tinjauan pustaka yang kuat melakukan tiga hal:
- menggambarkan karya yang paling relevan secara akurat;
- menilai kualitas, kekuatan, dan keterbatasan dari karya tersebut;
- menunjukkan dengan jelas mengapa riset baru Anda diperlukan dan bagaimana kontribusinya.
Karya yang Anda sertakan harus langsung terkait dengan pertanyaan penelitian atau masalah sentral Anda. Tidak masalah apakah sumber mendukung argumen Anda, bertentangan dengannya, atau mendekati topik dari sudut berbeda – yang penting adalah sumber tersebut relevan. Tinjauan pustaka adalah tempat untuk berinteraksi dengan semua perspektif ini, bukan hanya yang sependapat dengan Anda.
Berapa panjang tinjauan pustaka tergantung pada jenis dokumen. Dalam artikel jurnal singkat, mungkin hanya beberapa paragraf; dalam tesis atau disertasi, bisa meluas ke beberapa bab. Struktur dan tingkat detail akan bervariasi, tetapi proses dasarnya tetap sama. Panduan tiga langkah berikut akan membantu Anda bergerak dari halaman kosong ke tinjauan yang menyeluruh dan penuh wawasan.
Langkah 1: Melakukan Riset yang Mendalam dan Terarah
Setiap tinjauan pustaka yang berhasil dimulai dengan kebiasaan riset yang baik. Jika pencarian awal Anda dangkal, sempit, atau kurang terdokumentasi, Anda akan kesulitan nanti untuk membuat klaim yang koheren tentang keadaan bidang tersebut.
1.1 Tentukan ruang lingkup dan pertanyaan Anda
Sebelum Anda [open] database, jelaskan apa yang Anda cari. Tuliskan:
- Pertanyaan penelitian utama atau masalah Anda;
- konsep dan istilah kunci yang menggambarkan topik Anda;
- batasan apapun untuk pencarian Anda (misalnya kerangka waktu, wilayah geografis, populasi, metode).
Misalnya, jika proyek Anda menyelidiki "efek aplikasi pembelajaran mobile terhadap perolehan kosakata di antara siswa sekolah menengah," istilah pencarian awal Anda mungkin termasuk "mobile learning," "perolehan kosakata," "aplikasi pembelajaran bahasa," "pendidikan menengah," dan nama aplikasi spesifik. Menjelaskan istilah-istilah ini secara eksplisit membantu Anda merancang pencarian yang lebih efisien dan menghindari menyimpang ke area yang tidak terkait.
1.2 Cari secara luas dan sistematis
Selanjutnya, gunakan kombinasi strategi pencarian untuk menemukan sumber yang relevan:
- Pencarian database: Mulailah dengan database utama di bidang Anda (misalnya PubMed, Scopus, Web of Science, ERIC, PsycINFO) dan gunakan kombinasi kata kunci, operator Boolean (AND, OR, NOT), dan filter (tanggal, bahasa, jenis dokumen).
- Katalog perpustakaan: Gunakan katalog institusi Anda dan katalog nasional atau internasional untuk menemukan buku, volume yang diedit, dan tesis.
- Daftar referensi: Setelah Anda menemukan artikel atau buku kunci, gali referensinya untuk studi yang lebih awal atau terkait. Ini sangat membantu untuk menemukan karya dasar yang mungkin tidak muncul dalam pencarian database terbaru.
- Pelacakan kutipan: Gunakan alat yang menunjukkan siapa yang telah mengutip artikel tertentu. Ini dapat membawa Anda dari studi lama ke perkembangan terbaru.
Saat Anda mencari, ingat bahwa tidak semua yang Anda temukan akan sama berharganya. Prioritaskan artikel jurnal yang ditinjau sejawat, buku ilmiah, dan laporan terpercaya. Hindari terlalu bergantung pada sumber yang tidak ditinjau (blog, media populer, situs web tanpa sumber), kecuali proyek Anda secara khusus menggunakan mereka sebagai data.
1.3 Catat sumber Anda dengan teliti
Sangat menggoda untuk mengira Anda akan mengingat dari mana Anda mendapatkan ide atau statistik yang berguna itu, tetapi beberapa bulan kemudian, asumsi itu sering terbukti salah. Untuk menghindari frustrasi:
- gunakan manajer referensi (seperti EndNote, Zotero, Mendeley) untuk menyimpan detail bibliografi;
- beri tag setiap entri dengan kata kunci atau label folder (misalnya “theory,” “methodology,” “case studies,” “background”);
- jika Anda lebih suka spreadsheet, buat kolom untuk referensi lengkap, konsep kunci, metodologi, dan catatan tentang relevansi.
Mencatat semuanya sekarang membuat Langkah 3 – menulis dan merujuk – jauh lebih cepat dan mengurangi risiko kehilangan atau salah atribusi kutipan.
1.4 Belajar dari tinjauan pustaka yang sudah ada
Saat melakukan pencarian, perhatikan dengan seksama bagaimana penulis lain di bidang Anda menulis tinjauan pustaka mereka. Tanyakan pada diri Anda:
- Seberapa panjang tinjauan mereka, relatif terhadap total artikel atau tesis?
- Apakah mereka menggunakan subjudul (misalnya “Previous Research,” “Theoretical Background,” “Empirical Studies”)?
- Nada dan tingkat detail apa yang mereka gunakan saat membahas studi individu?
Pedoman penulis jurnal dan buku panduan tesis sering kali mencakup instruksi eksplisit tentang tinjauan pustaka: panjang yang diperlukan, tingkat kritik, preferensi untuk sumber terbaru, dan gaya referensi. Mengumpulkan informasi ini sejak awal memastikan tinjauan Anda sesuai dengan harapan.
Langkah 2: Terlibat dalam Membaca Kritis dan Sintesis
Setelah Anda memiliki kumpulan sumber, tugas Anda bergeser dari menemukan ke memahami dan mengevaluasi. Di sinilah tinjauan literatur menjadi lebih dari sekadar daftar ringkasan.
2.1 Beralih dari ringkasan ke kritik
Saat Anda membaca setiap sumber, usahakan untuk melampaui “apa yang dilakukan penulis” menjadi “apa artinya untuk penelitian Anda.” Pertimbangkan:
- Tujuan: Pertanyaan apa yang diajukan penulis?
- Metode: Apakah metodenya tepat? Apakah ada keterbatasan?
- Temuan: Apa kesimpulan mereka? Seberapa meyakinkan hasil mereka?
- Relevansi: Bagaimana studi ini terhubung dengan topik Anda? Apakah mendukung, menantang, atau mempersulit asumsi Anda?
Tulis refleksi kritis singkat saat Anda melanjutkan, mencatat, misalnya, “Studi ini menggunakan sampel kecil dan homogen,” “Bergantung pada data yang dilaporkan sendiri,” atau “Memberikan definisi X yang berguna.” Catatan ini akan sangat berharga saat Anda mulai mensintesis.
2.2 Buat kategori dan tema
Saat pola mulai muncul, mulailah mengelompokkan sumber Anda ke dalam kategori. Prinsip pengorganisasian yang mungkin termasuk:
- Menurut tema: Studi yang fokus pada aspek yang sama dari topik (misalnya motivasi, teknologi, penilaian).
- Menurut metodologi: Studi kasus kualitatif, eksperimen kuantitatif, penelitian metode campuran, tinjauan sistematis.
- Menurut pendekatan teoretis: Kerangka kerja atau model berbeda yang digunakan untuk menjelaskan fenomena.
- Menurut konteks: Penelitian dari berbagai negara, tingkat pendidikan, disiplin, atau populasi.
Anda bisa menggunakan tabel, peta pikiran, atau peta konsep untuk memvisualisasikan di mana setiap sumber cocok. Misalnya, Anda bisa membuat grid dengan metode di satu sumbu dan tema di sumbu lain, menempatkan setiap studi di sel yang sesuai. Ini membantu Anda melihat di mana penelitian terkonsentrasi – dan di mana ada kekosongan.
2.3 Evaluasi keseluruhan literatur
Dengan sumber Anda yang sudah dikelompokkan dan catatan kritis di tangan, mulailah mengajukan pertanyaan yang lebih besar:
- Apa temuan berulang atau kesimpulan yang diterima secara luas?
- Di mana studi tidak setuju atau menghasilkan hasil yang bertentangan?
- Metode atau teori mana yang mendominasi bidang ini, dan adakah alternatif?
- Apakah ada area yang kurang diteliti (misalnya populasi tertentu, konteks, atau variabel)?
Refleksi ini adalah inti dari tinjauan literatur. Mereka memungkinkan Anda mengartikulasikan – dengan kata-kata Anda sendiri – keadaan pengetahuan saat ini dan keterbatasannya. Di sinilah Anda mulai mendefinisikan ruang masalah yang akan ditangani studi Anda. Misalnya, Anda mungkin menyimpulkan bahwa “Meskipun beberapa studi menunjukkan efek positif aplikasi pembelajaran mobile pada penguasaan kosakata di pendidikan tinggi, sedikit yang diketahui tentang dampaknya pada siswa sekolah menengah, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas.” Kalimat itu bisa menjadi bagian kunci dari kesimpulan tinjauan Anda dan batu loncatan menuju pertanyaan penelitian Anda.
Langkah 3: Menghasilkan Tulisan Akademik yang Jelas dan Koheren
Dengan pemahaman mendalam tentang literatur dan gambaran di mana studi Anda berada, Anda siap menulis. Tujuannya adalah menyajikan penelitian yang ada dengan cara yang terorganisir, analitis, dan selaras dengan argumen Anda.
3.1 Rencanakan struktur tinjauan Anda
Tentukan bagaimana Anda akan memandu pembaca melalui literatur. Struktur umum meliputi:
- Kronologis: Berguna ketika Anda ingin menunjukkan bagaimana ide berkembang dari waktu ke waktu. Setiap bagian mencakup periode dan menyoroti perkembangan dan perubahan utama.
- Tematik: Pendekatan yang paling umum. Setiap bagian membahas tema atau isu (misalnya “Definisi X,” “Studi Empiris dalam Konteks Y,” “Kritik dan Debat”), menganyam beberapa sumber.
- Metodologis atau teoretis: Tepat digunakan ketika bidang Anda dibagi berdasarkan pendekatan daripada topik (misalnya studi eksperimental vs observasional, teori kognitif vs sosiokultural).
Struktur mana pun yang Anda pilih, buatlah garis besar bagian dan subjudul sebelum mulai menulis. Garis besar ini akan berfungsi sebagai peta jalan Anda, memastikan bahwa tinjauan Anda memiliki alur logis dan tujuan yang jelas.
3.2 Menulis secara analitis, bukan hanya deskriptif
Saat menyusun paragraf, hindari jebakan menulis “satu paragraf per sumber” secara berurutan. Sebaliknya, usahakan untuk mengintegrasikan beberapa studi dalam setiap paragraf untuk membuat sebuah poin. Contohnya:
Buruk: “Smith (2018) meneliti pembelajaran mobile dan menemukan bahwa… Jones (2019) mempelajari isu serupa dan menyimpulkan bahwa… Lee (2020) melihat aplikasi kosakata dan melaporkan bahwa…”
Lebih Baik: “Beberapa studi menunjukkan bahwa aplikasi pembelajaran mobile dapat meningkatkan penguasaan kosakata, terutama ketika mereka memberikan umpan balik langsung dan kesempatan untuk pengulangan berkala (Smith, 2018; Jones, 2019; Lee, 2020). Namun, studi-studi ini terutama berfokus pada mahasiswa universitas di negara berpenghasilan tinggi, sehingga konteks sekolah menengah kurang dieksplorasi.”
Contoh kedua membandingkan dan mensintesis penelitian, menarik kesimpulan umum, dan mulai mengarah pada sebuah celah.
3.3 Pertahankan gaya formal dan tepat
Tinjauan pustaka harus mengikuti konvensi penulisan akademik formal:
- Gunakan bahasa yang objektif dan tepat; hindari bahasa gaul dan ekspresi yang terlalu santai.
- Gunakan hedging hati-hati jika sesuai (“Bukti menunjukkan…,” “Temuan ini mengindikasikan bahwa…”).
- Berhati-hatilah dengan kata sifat evaluatif; dukung klaim seperti “seminal,” “ground-breaking” atau “flawed” dengan alasan.
- Pastikan bahwa kata ganti dan referensi jelas – pembaca harus selalu tahu studi atau ide mana yang Anda bahas.
Tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang benar sangat penting dalam tinjauan pustaka karena Anda menyajikan karya orang lain. Kesalahan dapat mengalihkan perhatian pembaca dan bahkan mengubah makna. Jika Anda menulis dalam bahasa kedua, pertimbangkan untuk meminta kolega penutur asli atau proofreader akademik profesional untuk meninjau teks Anda.
3.4 Hubungkan tinjauan dengan penelitian Anda sendiri
Paragraf terakhir dari tinjauan pustaka Anda tidak boleh sekadar menghilang. Mereka harus langsung mengarah ke pertanyaan penelitian, tujuan, atau hipotesis Anda. Di sinilah Anda secara eksplisit menyatakan:
- apa yang masih belum diketahui, tidak jelas, atau diperdebatkan dalam literatur;
- bagaimana studi Anda akan mengatasi kekosongan atau masalah ini;
- mengapa pendekatan Anda sesuai dan tepat waktu.
Sebagai contoh:
“Sebagai ringkasan, penelitian yang ada menunjukkan bahwa aplikasi pembelajaran mobile dapat mendukung pengembangan kosakata di pendidikan tinggi, tetapi bukti dari konteks sekolah menengah masih terbatas, terutama di lingkungan dengan sumber daya rendah. Sedikit studi yang meneliti bagaimana faktor sosial-ekonomi berinteraksi dengan penggunaan teknologi untuk memengaruhi hasil pembelajaran. Studi ini mengisi kekosongan tersebut dengan menyelidiki…”
Jenis akhir ini mengubah tinjauan Anda dari survei latar belakang menjadi alasan yang meyakinkan untuk penelitian Anda.
3.5 Revisi, sunting, dan koreksi
Draf pertama hanyalah itu – titik awal. Untuk menyempurnakan tinjauan pustaka Anda:
- Tinjau kembali struktur Anda: Apakah setiap bagian memiliki tujuan yang jelas? Apakah ada tumpang tindih atau kekosongan?
- Sederhanakan jika memungkinkan: Hapus frasa yang berlebihan, gabungkan poin-poin serupa, dan potong sumber yang hanya relevan secara marginal.
- Periksa koherensi: Gunakan kalimat topik dan frasa transisi untuk menghubungkan paragraf dan bagian.
- Verifikasi kutipan: Pastikan setiap kutipan dalam teks memiliki referensi yang sesuai dan semua detailnya benar.
Akhirnya, baca ulang dengan cermat – idealnya lebih dari sekali dan, jika memungkinkan, setelah jeda dari teks. Kesalahan kecil dalam nama, tanggal, tanda baca, atau format dapat merusak tinjauan yang sebenarnya sangat baik. Layanan proofreading profesional dapat memberikan lapisan kontrol kualitas tambahan, terutama saat Anda mempersiapkan karya untuk pengiriman ke jurnal atau dewan pemeriksaan.
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Saat Anda menerapkan pendekatan tiga langkah, waspadai masalah-masalah yang sering terjadi ini:
- Cakupan yang tidak lengkap: Fokus hanya pada seperangkat studi yang sempit (misalnya yang sudah Anda ketahui) dapat membuat Anda melewatkan karya penting. Gunakan beberapa basis data dan telusuri referensi ke belakang dan ke depan dalam waktu.
- Gaya “daftar belanja” deskriptif: Hindari mencantumkan sumber satu per satu tanpa sintesis. Selalu tanyakan, “Apa tujuan memasukkan studi-studi ini dalam paragraf ini?”
- Kekurangan keterlibatan kritis: Hanya mengulangi apa yang dikatakan penulis, tanpa mengevaluasi metode atau interpretasi, tidak menunjukkan kemampuan analitis Anda. Berikan komentar tentang kekuatan, keterbatasan, dan implikasi.
- Hubungan yang lemah atau tidak ada dengan studi Anda: Pastikan tinjauan diakhiri dengan membuat alasan kuat mengapa penelitian Anda diperlukan dan bagaimana penelitian itu sesuai dengan literatur yang ada.
- Referensi yang tidak konsisten: Kutipan yang ceroboh membuat pembaca sulit menelusuri sumber Anda dan dapat menimbulkan pertanyaan tentang ketelitian akademik.
Kesimpulan: Membangun Fondasi yang Kokoh untuk Penelitian Anda
Menulis tinjauan pustaka bisa menjadi tantangan, tetapi juga merupakan salah satu bagian yang paling memuaskan secara intelektual dari sebuah proyek penelitian. Dengan meninjau dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan orang lain, Anda menjadi bagian dari percakapan ilmiah yang sedang berlangsung. Anda belajar mengidentifikasi pola, mempertanyakan asumsi, dan mengartikulasikan di mana karya Anda sendiri berada.
Memecah tugas menjadi tiga langkah jelas – riset menyeluruh, membaca kritis, dan penulisan ilmiah – membuat proses lebih mudah dikelola dan memastikan bahwa tinjauan Anda komprehensif sekaligus terfokus. Dengan perencanaan yang cermat, pencatatan yang disiplin, dan revisi yang matang, tinjauan pustaka Anda tidak hanya akan memuaskan penguji dan editor, tetapi juga memberi Anda pemahaman yang lebih dalam tentang bidang Anda dan fondasi yang kuat untuk sisa tesis atau artikel Anda.
Ingatlah bahwa tidak ada perangkat lunak, termasuk alat AI, yang dapat menggantikan penilaian kritis Anda sendiri atau tanggung jawab Anda sebagai peneliti. Untuk penyempurnaan akhir, terutama pada dokumen yang sangat penting, seringkali terbaik untuk mengandalkan proofreader manusia yang berpengalaman yang memahami standar akademik dan dapat membantu Anda menyajikan karya Anda dengan kejelasan, ketepatan, dan profesionalisme.