Ringkasan
Bagi banyak penulis, apa yang terjadi di dalam jurnal setelah mereka mengklik “submit” adalah misteri lengkap. Memahami bagaimana editor dan reviewer sejawat sebenarnya membuat keputusan dapat mengurangi kecemasan, membantu Anda menafsirkan surat editorial dengan benar, dan menunjukkan cara mempersiapkan manuskrip Anda secara lebih strategis. Meskipun kebijakan dan praktik setiap jurnal berbeda, sebagian besar jurnal peer-review terkemuka mengikuti proses evaluasi tiga tahap yang serupa secara umum: penyaringan teknis dan editorial, peer review eksternal, dan penilaian editorial akhir.
Artikel ini menjelaskan setiap tahap tersebut secara rinci. Pertama, menjelaskan penyaringan awal di mana staf administrasi dan editor memeriksa bahwa pengiriman lengkap, sesuai ruang lingkup, diformat dengan benar dan ditulis dalam bahasa Inggris yang jelas, serta bebas dari plagiarisme atau kesalahan metodologis yang jelas. Selanjutnya, membahas proses peer review: bagaimana reviewer dipilih, apa yang mereka periksa (dari judul dan metode hingga statistik, etika, dan referensi), serta jenis rekomendasi yang mereka buat. Akhirnya, menunjukkan bagaimana editor menafsirkan ulasan yang kadang bertentangan dan menyeimbangkannya dengan keterbatasan jurnal seperti pembaca, ruang, prioritas, dan standar etika untuk mencapai keputusan—tolak, revisi, atau terima.
Sepanjang artikel, ditekankan apa yang dapat dilakukan penulis di setiap tahap untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka: mengikuti pedoman penulis dengan tepat, menyusun surat pengantar yang kuat, membuat metode dan hasil penelitian transparan, serta memastikan manuskrip ditulis dengan baik, dirujuk secara akurat, dan disajikan secara profesional. Dengan melihat peer review dari sisi editor, Anda dapat merespons umpan balik dengan lebih efektif, mengantisipasi potensi keberatan, dan menyiapkan manuskrip yang berjalan lancar melalui proses pengambilan keputusan.
📖 Artikel Lengkap (Klik untuk tutup)
Bagaimana Editor Jurnal dan Reviewer Membuat Keputusan di Jurnal
Pendahuluan: Apa yang Sebenarnya Terjadi Setelah Anda Mengirimkan?
Bagi kebanyakan peneliti, sistem pengiriman jurnal bisa terasa seperti kotak hitam. Anda mengunggah manuskrip, mengisi formulir tanpa henti, klik “submit,” lalu menunggu—kadang berminggu-minggu, kadang berbulan-bulan. Ketika keputusan akhirnya tiba, itu bisa berupa “desk rejection” singkat, serangkaian laporan reviewer yang panjang, atau penerimaan dengan syarat. Tapi bagaimana, tepatnya, jurnal sampai pada hasil tersebut?
Kenyataannya adalah keputusan di jurnal ilmiah terkemuka jarang dibuat oleh satu individu saja. Sebaliknya, biasanya keputusan tersebut merupakan hasil dari beberapa lapisan penilaian yang melibatkan asisten editorial, staf teknis, editor bidang subjek, reviewer eksternal, dan seringkali editor-in-chief. Setiap lapisan memiliki tanggung jawab berbeda dan fokus pada aspek berbeda dari manuskrip Anda: kepatuhan terhadap pedoman, kualitas ilmiah, orisinalitas, kejelasan, standar etika, dan kesesuaian untuk pembaca jurnal.
Meskipun setiap jurnal memiliki prosedur spesifiknya sendiri, sebagian besar jurnal akademik dan ilmiah yang menjalani peer review mengikuti proses tiga tahap yang secara umum serupa:
- Penyaringan teknis dan editorial sebelum peer review.
- Proses peer review eksternal.
- Penilaian editorial terhadap laporan reviewer dan keputusan akhir.
Dalam bagian berikut, kami menjelaskan setiap tahap secara rinci, menunjukkan bagaimana naskah dievaluasi, siapa yang terlibat, dan bagaimana penulis dapat meningkatkan peluang mereka untuk maju dari satu tahap ke tahap berikutnya.
Tahap 1: Penyaringan Teknis dan Editorial
Titik keputusan pertama terjadi sebelum naskah Anda pernah dikirim ke reviewer eksternal. Karena jurnal menerima jauh lebih banyak pengiriman daripada yang dapat mereka terbitkan—dan karena reviewer sejawat sangat terbatas—kebanyakan penerbit menggunakan penyaringan pra-tinjauan yang ketat untuk menyaring naskah yang tidak sesuai sejak awal.
1.1 Pemeriksaan Administratif dan Teknis
Saat Anda mengirimkan naskah, orang pertama yang melihatnya mungkin asisten editorial atau staf administrasi. Tugas awal mereka sebagian besar bersifat teknis tetapi penting:
- Mengonfirmasi bahwa semua file yang diperlukan telah diunggah (teks utama, gambar, tabel, data tambahan, surat pengantar, pernyataan etika, dll.).
- Memeriksa file yang rusak atau tidak dapat dibaca.
- Memverifikasi bahwa detail penulis dan afiliasi lengkap dan dimasukkan dengan benar.
- Memastikan bahwa naskah telah dianonimkan jika jurnal menggunakan tinjauan double-blind.
- Melakukan pemeriksaan kesamaan untuk mengidentifikasi kemungkinan plagiarisme atau publikasi yang tumpang tindih.
Pada tahap ini, masalah teknis serius—seperti persetujuan etis yang hilang, pengiriman yang sangat tidak lengkap, atau plagiarisme yang jelas—dapat menyebabkan penolakan langsung atau permintaan untuk mengirim ulang file yang telah diperbaiki.
1.2 Kepatuhan Terhadap Pedoman Penulis
Jurnal menerbitkan instruksi rinci untuk penulis dengan alasan: konsistensi dalam struktur, referensi, panjang, dan format membantu editor dan reviewer bekerja secara efisien. Sebelum naskah dipertimbangkan untuk tinjauan, staf teknis atau editor junior dapat menilai:
- Apakah naskah mengikuti struktur yang diwajibkan jurnal (misalnya, IMRaD: Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Diskusi).
- Apakah mematuhi batas kata untuk teks utama dan abstrak.
- Apakah referensi mengikuti gaya yang benar dan diformat secara konsisten.
- Apakah tabel, gambar, dan keterangan memenuhi persyaratan resolusi dan pelabelan.
- Apakah bahasanya cukup jelas untuk memungkinkan evaluasi yang adil.
Sebuah makalah yang jelas melaporkan penelitian berkualitas tinggi tetapi sama sekali mengabaikan aturan format jurnal dapat dikembalikan kepada penulis untuk revisi atau bahkan langsung ditolak. Sebaliknya, editor dapat mengizinkan penyimpangan kecil jika makalah membahas topik yang sangat menarik.
1.3 Penyaringan Editorial untuk Ruang Lingkup, Kualitas, dan Orisinalitas
Setelah pengiriman lolos pemeriksaan teknis, biasanya ditugaskan ke anggota dewan editorial—seringkali editor penangan atau editor asosiasi—yang melakukan penyaringan editorial. Di sini, fokus bergeser dari detail mekanis ke isi makalah:
- Ruang lingkup: Apakah topik termasuk dalam lingkup yang dinyatakan jurnal?
- Orisinalitas: Apakah makalah menawarkan data, wawasan, atau metode baru?
- Signifikansi: Apakah penelitian cukup penting bagi audiens jurnal?
- Kekuatan metodologis: Apakah desain studi dan analisis secara umum sesuai?
- Kejelasan penyajian: Apakah tulisan cukup jelas untuk memungkinkan reviewer menilai karya?
Pada tahap ini, banyak manuskrip menerima apa yang dikenal penulis sebagai penolakan meja—keputusan menolak tanpa mengirimkan makalah ke reviewer eksternal. Alasan umum termasuk ketidaksesuaian dengan jurnal, kurangnya kebaruan, kekhawatiran metodologis serius, atau bahasa yang terlalu tidak jelas untuk dinilai. Di kantor editorial yang sibuk, mengikuti semua pedoman jurnal, menulis dengan jelas, dan mengirimkan surat pengantar yang sangat baik yang menyoroti kontribusi makalah dapat membuat perbedaan penting.
Surat pengantar yang secara singkat menjelaskan mengapa penelitian ini penting, apa yang baru, dan mengapa cocok untuk jurnal membantu editor melihat potensi manuskrip sebelum membaca keseluruhan teks.
Tahap 2: Proses Peer Review
Jika manuskrip lolos penyaringan teknis dan editorial, manuskrip akan masuk ke peer review eksternal. Di sini para ahli di bidang tersebut menelaah karya dan memberikan umpan balik serta rekomendasi yang rinci. Peer review adalah pusat pengendalian kualitas dalam penerbitan akademik, tetapi juga sangat bervariasi: reviewer yang berbeda fokus pada aspek yang berbeda dan membawa ekspektasi yang berbeda.
2.1 Memilih Reviewer
Editor penangan biasanya bertanggung jawab memilih reviewer yang tepat. Mereka dapat:
- Ambil dari database reviewer jurnal.
- Cari literatur terbaru untuk penulis yang telah menerbitkan topik terkait.
- Pertimbangkan reviewer yang disarankan (atau dikecualikan) oleh penulis manuskrip.
- Periksa adanya konflik kepentingan, seperti kolaborasi dekat, afiliasi institusional, atau hubungan pribadi.
Sebagian besar jurnal menginginkan setidaknya dua review independen; beberapa mungkin mencari tiga atau lebih. Di bidang yang sangat khusus, menemukan reviewer yang sesuai bisa sulit dan memakan waktu, yang berkontribusi pada waktu review yang lama.
2.2 Apa yang Dinilai oleh Peer Reviewer
Para reviewer menerima manuskrip dan, dalam banyak kasus, formulir atau pedoman review khusus. Meskipun jurnal berbeda dalam apa yang mereka minta reviewer komentari, sebagian besar reviewer akan memperhatikan dengan seksama:
- Judul dan abstrak: Apakah mereka secara akurat mencerminkan isi dan signifikansi?
- Pendahuluan: Apakah pertanyaan penelitian jelas dan didasarkan dengan baik pada literatur?
- Metode: Apakah desain, pengambilan sampel, instrumen, dan analisis sesuai dan cukup rinci untuk direplikasi?
- Hasil: Apakah temuan disajikan dengan jelas, dengan statistik, tabel, dan gambar yang sesuai?
- Diskusi: Apakah interpretasi didukung oleh data? Apakah keterbatasan diakui?
- Orisinalitas dan kontribusi: Apakah makalah menambahkan sesuatu yang baru dan bermakna ke bidang tersebut?
- Etika dan transparansi: Apakah persetujuan etis, pendanaan, dan konflik kepentingan dilaporkan dengan benar?
- Referensi: Apakah referensi tersebut mutakhir, akurat, dan relevan?
- Bahasa dan gaya: Apakah makalah ditulis dalam bahasa Inggris yang jelas dan profesional?
Secara prinsip, reviewer dapat mengomentari bagian mana pun dari manuskrip. Mereka dapat menyoroti kesalahan faktual, inkonsistensi logis, kekurangan dalam tinjauan pustaka, metode statistik yang dipertanyakan, atau kesimpulan yang tidak tepat. Mereka juga dapat menyarankan analisis tambahan, referensi, atau perbaikan pada tabel dan gambar.
2.3 Jenis Rekomendasi Reviewer
Di akhir laporan mereka, reviewer biasanya diminta untuk memberikan rekomendasi kepada editor. Pilihan umum meliputi:
- Tolak tanpa pertimbangan ulang – Manuskrip tidak cocok untuk jurnal, baik karena kekurangan dalam penelitian atau ketidaksesuaian dengan ruang lingkup.
- Tolak tetapi dorong pengiriman ulang di tempat lain – Jurnal ini bukan tempat yang tepat, tetapi makalah mungkin cocok untuk outlet lain.
- Revisi mayor – Perubahan substansial diperlukan pada metode, analisis, interpretasi, atau struktur.
- Revisi minor – Manuskrip secara keseluruhan baik, tetapi memerlukan koreksi atau klarifikasi kecil.
- Terima apa adanya – Ini sangat jarang; sebagian besar makalah memerlukan setidaknya perubahan kecil.
Meskipun rekomendasi reviewer berpengaruh, mereka tidak membuat keputusan akhir. Mereka memberikan pendapat ahli dan komentar rinci, tetapi editor yang harus menimbang pendapat ini dan mencapai kesimpulan.
Tahap 3: Penilaian Editorial dan Keputusan Akhir
Setelah semua laporan reviewer diterima, editor harus menafsirkannya dan memutuskan nasib manuskrip. Tahap ini kompleks karena reviewer jarang sepenuhnya setuju, dan komentar mereka harus dipertimbangkan dalam konteks prioritas dan keterbatasan jurnal.
3.1 Menimbang Pendapat Reviewer
Editor membaca setiap review dengan cermat, mencari:
- Poin konsensus—masalah yang diidentifikasi oleh beberapa reviewer.
- Kekhawatiran besar vs. kecil.
- Bukti bias atau kesalahpahaman.
- Rekomendasi yang dapat diatasi oleh penulis.
Reviewer mungkin memuji aspek yang dikritik oleh yang lain. Seseorang mungkin menganggap metode "elegan," sementara yang lain menyebutnya "tidak memadai." Tugas editor adalah mengidentifikasi kekhawatiran mana yang paling penting dan memutuskan apakah manuskrip secara realistis dapat menjadi layak untuk publikasi setelah revisi.
Dalam beberapa kasus, jika review bertentangan atau tampak cacat, editor dapat:
- Cari review tambahan dari ahli lain.
- Abaikan bagian dari review yang jelas tidak tepat atau di luar keahlian reviewer.
- Berikan panduan kepada penulis tentang cara memprioritaskan revisi ketika pendapat reviewer bertentangan.
3.2 Pertimbangan Editorial di Luar Peer Review
Editor juga harus mempertimbangkan faktor-faktor yang tidak selalu terlihat oleh reviewer, seperti:
- Ruang lingkup dan pembaca jurnal: Apakah makalah sesuai dengan apa yang ingin diterbitkan jurnal tahun ini?
- Keseimbangan konten: Apakah makalah menduplikasi topik yang baru-baru ini dibahas dalam jurnal?
- Batasan ruang: Apakah jurnal dapat menampung makalah dengan panjang saat ini?
- Prioritas strategis: Jurnal dapat memprioritaskan metode, disiplin, atau tema tertentu.
- Kualitas dan kejelasan bahasa: Jika tulisan yang buruk mengaburkan makna, editor dapat meminta revisi signifikan atau menolak makalah.
Bahkan jika reviewer merekomendasikan penerimaan, editor dapat memutuskan untuk menolak manuskrip jika tidak sesuai dengan kebutuhan jurnal saat ini atau jika kekurangan masih belum terselesaikan setelah putaran revisi. Sebaliknya, editor dapat mendukung makalah yang dipandang hati-hati oleh reviewer jika makalah tersebut membahas pertanyaan penting atau mengisi kekosongan signifikan dalam literatur.
3.3 Keputusan Akhir yang Mungkin
Setelah mengintegrasikan masukan dari reviewer dan pertimbangan editorial, editor biasanya memilih salah satu dari opsi berikut:
- Tolak – Sering disertai komentar peninjau yang dapat membantu penulis memperbaiki makalah untuk pengiriman di tempat lain.
- Revisi dan kirim ulang (revisi besar) – Makalah memiliki potensi, tetapi perubahan substansial diperlukan. Manuskrip mungkin menjalani putaran tinjauan lagi.
- Terima dengan revisi minor – Makalah pada dasarnya sudah baik, tetapi perlu sedikit penyempurnaan.
- Terima – Jarang tanpa revisi apa pun, tetapi makalah sekarang siap untuk masuk ke produksi.
Penulis harus ingat bahwa permintaan revisi adalah hasil yang positif: itu berarti jurnal sedang mempertimbangkan makalah dengan serius. Namun, ini juga memerlukan kerja yang cermat. Tanggapan rinci, poin demi poin kepada peninjau, bersama dengan manuskrip yang direvisi dengan jelas, sangat penting untuk beralih dari “revisi” ke “terima.”
Apa yang Dapat Dilakukan Penulis untuk Meningkatkan Peluang Mereka
Meskipun penulis tidak dapat mengendalikan keputusan editor dan peninjau, mereka dapat memengaruhi bagaimana manuskrip mereka dipersepsikan di setiap tahap proses.
- Sebelum pengiriman: Pilih jurnal yang jelas sesuai dengan topik dan metode makalah Anda. Baca beberapa artikel terbaru untuk memahami gaya, ruang lingkup, dan harapan.
- Ikuti pedoman: Patuhi secara ketat instruksi jurnal untuk penulis mengenai format, panjang, referensi, dan pernyataan etis.
- Tulis dengan jelas: Pastikan bahasa Anda tepat, argumen Anda koheren, dan struktur Anda logis. Pertimbangkan penyuntingan profesional, terutama jika bahasa Inggris bukan bahasa pertama Anda.
- Siapkan surat pengantar yang kuat: Jelaskan secara singkat mengapa manuskrip Anda asli, penting, dan sangat cocok untuk jurnal tersebut.
- Tanggapi secara profesional: Saat Anda menerima umpan balik dari peninjau, tanggapi setiap komentar dengan hormat dan menyeluruh, jelaskan perubahan Anda atau alasan Anda tidak melakukan perubahan yang disarankan.
Kesimpulan
Perjalanan dari pengiriman hingga publikasi melibatkan lebih dari sekadar “ya” atau “tidak” dari editor anonim. Ini adalah proses berlapis yang menggabungkan pemeriksaan teknis, penilaian editorial, dan tinjauan sejawat ahli. Memahami bagaimana editor jurnal dan peninjau sejawat membuat keputusan membantu menghilangkan misteri proses ini dan memberdayakan penulis untuk berpartisipasi lebih efektif dalam komunikasi ilmiah.
Dengan menyiapkan manuskrip yang ditulis dengan jelas, diformat dengan cermat, transparan secara etis, dan sangat sesuai dengan ruang lingkup jurnal, penulis dapat secara signifikan meningkatkan peluang mereka untuk melewati setiap tahap—dari penyaringan awal hingga tinjauan eksternal dan penerimaan akhir. Berinvestasi dalam revisi yang teliti dan, jika perlu, proofreading akademik profesional bukan hanya tentang menghindari penolakan; ini tentang menyajikan penelitian Anda dengan kejelasan dan profesionalisme yang layak, memberikan kesempatan terbaik untuk menginformasikan, memengaruhi, dan memajukan bidang Anda.