Full Stops in Titles, Headings and Captions

Titik Lengkap dalam Judul, Kepala dan Keterangan

Mar 02, 25Rene Tetzner

Ringkasan

Dalam bahasa Inggris akademik, judul, tajuk, dan sebagian besar keterangan biasanya tidak diakhiri dengan titik. Pengecualian ada dan tergantung pada aturan jurnal, jenis tajuk, dan struktur kalimat. Gunakan titik jika gaya rumah mengharuskannya; untuk tajuk paragraf run-in; ketika keterangan tabel/gambar terdiri dari kalimat lengkap atau beberapa kalimat; untuk menjaga konsistensi antar elemen serupa; dan dalam skema penomoran atau referensi silang tertentu (misalnya, “Figure 2.2”).

Poin utama: 1) Periksa instruksi penulis—gaya rumah mengalahkan praktik umum. 2) Judul run-in menggunakan titik penuh (atau titik dua). 3) Keterangan tabel dan gambar sering membutuhkan titik; jika beberapa kalimat, beri tanda baca setiap kalimat. 4) Judul lampiran biasanya tanpa titik, tapi heading multi-kalimat tetap memerlukannya. 5) Jaga format konsisten dalam setiap jenis elemen. 6) Dengan penomoran, gunakan titik setelah angka tunggal (misal, “3. Metodologi”) dan antara angka hierarki (misal, “3.1.4 Metode”) tapi biasanya tidak setelah angka terakhir. 7) Perpanjang font/gaya khusus sampai titik akhir saat digunakan.

Intinya: default tanpa titik penuh akhir untuk heading yang ditampilkan; lalu terapkan pengecualian secara sistematis. Buat memo gaya sederhana dan audit pra-pengiriman untuk menjaga naskah Anda tepat, konsisten, dan sesuai ekspektasi jurnal.

📖 Versi Lengkap (Klik untuk tutup)

Titik Penuh pada Judul, Heading, dan Keterangan

Aturan jelas, pengecualian umum, dan alur kerja konsistensi untuk format siap jurnal

Tidak ada yang terlihat lebih rapi—dan lebih "sesuai gaya"—daripada judul dan keterangan yang mengikuti aturan tanda baca jurnal secara tepat. Dalam bahasa Inggris akademik dan ilmiah, defaultnya sederhana: jangan menempatkan titik penuh (period) di akhir judul atau heading yang ditampilkan. Ini berlaku untuk heading bagian, subheading, dan heading di atas elemen tambahan (tabel, gambar, lampiran). Namun jurnal dan manual gaya membuat pengecualian khusus, dan salah paham menyebabkan naskah berantakan, tidak konsisten, dan pertanyaan penyuntingan yang bisa dihindari. Panduan ini merangkum konvensi yang akan Anda temui di berbagai penerbit dan menunjukkan cara menerapkannya secara konsisten.

Prinsip default: Judul dan heading yang ditampilkan tidak menggunakan titik akhir. Tambahkan hanya jika aturan atau struktur mengharuskannya.

1) Gaya Rumah Mengalahkan Kebiasaan

  • Selalu periksa Instruksi untuk Penulis. Jika jurnal mengatakan “Judul diakhiri dengan titik,” ikuti itu—meskipun terasa tidak biasa di bidang Anda.
  • Lihat edisi terbaru. Saat panduan tidak jelas, tinjau artikel yang diterbitkan untuk pola pada judul, judul tabel, dan keterangan gambar.
  • Buat memo satu halaman. Catat ekspektasi tanda baca jurnal untuk judul, keterangan tabel/gambar, penomoran, dan lampiran; bagikan dengan rekan penulis.

2) Judul Run-In: Pengecualian Penting

Judul run-in (paragraf) adalah bagian dari kalimat utama, tidak ditampilkan pada baris terpisah. Biasanya diakhiri dengan titik penuh (atau kadang titik dua) sebelum paragraf berlanjut.

Tipe Contoh Catatan
Label abstrak terstruktur Metodologi. Kami melakukan… Kata tunggal/frasa pendek, lalu titik.
Subjudul run-in dalam teks Hasil utama. Perbedaannya adalah… Berhenti atau titik dua; konsisten dengan gaya rumah.
Aturan praktis: Jika judul secara sintaksis merupakan bagian dari kalimat yang mengikuti, tutup dengan titik penuh (atau titik dua jika ditentukan).

3) Judul Tabel: Sering Tempat untuk Titik

Banyak jurnal lebih suka titik di akhir judul tabel, terutama ketika judul membentuk kalimat lengkap atau ketika mencakup beberapa kalimat.

  • Kalimat tunggal, judul deskriptif: beberapa penerbit masih menghilangkan titik; yang lain mengharuskannya. Ikuti artikel model.
  • Beberapa kalimat: selalu beri tanda baca pada setiap kalimat dengan titik penuh, termasuk yang terakhir.
Lebih baik Mengapa
Tabel 2. Karakteristik dasar sampel. Kalimat lengkap → titik penutup disukai/diperlukan oleh banyak jurnal.
Tabel 3. Kriteria inklusi dan eksklusi. Nilai adalah n (%). Dua kalimat → titik setelah setiap kalimat, termasuk yang terakhir.

4) Keterangan Gambar: Titik Lebih Umum Daripada Tidak

Karena keterangan gambar biasanya membentuk kalimat naratif yang menjelaskan apa yang ditampilkan gambar, biasanya diakhiri dengan titik; keterangan yang terdiri dari beberapa kalimat diberi tanda baca pada setiap kalimat.

  • Contoh: Gambar 1. Kehadiran mingguan berdasarkan kelompok (n = 642). Area yang diarsir menunjukkan 95% CI.
  • Kasus khusus: Beberapa gaya mengharuskan titik untuk gambar tetapi tidak untuk tabel—verifikasi perbedaannya.

5) Lampiran dan Daftar Tambahan

Judul lampiran (“Lampiran A Metode”) dan judul daftar tambahan (“Singkatan”, “Ucapan Terima Kasih”) biasanya menghilangkan titik akhir. Namun, jika judul terdiri dari beberapa kalimat (jarang tapi mungkin), beri tanda baca pada semua kalimat, termasuk yang terakhir.

6) Konsistensi Antar Elemen Serupa

Keseragaman mengalahkan preferensi pribadi. Jika satu judul tabel memerlukan titik (karena struktur kalimat), terapkan titik pada semua judul tabel untuk manuskrip tersebut—pendek atau panjang—kecuali jurnal secara eksplisit mengizinkan akhiran campuran.

Tips konsistensi: Standarisasi berdasarkan jenis elemen: semua Tabel diperlakukan sama, semua Gambar diperlakukan sama, dll.

7) Judul Bernomor dan Tanda Baca

Penomoran berinteraksi dengan titik dalam dua cara:

  • Nomor tunggal + judul: banyak gaya menaruh titik setelah angka dan spasi sebelum teks judul: 3. Methodology. Beberapa menghilangkan titik, dan beberapa judul tabel/gambar menggunakan titik dua (Figure 2: Study flow).
  • Penomoran hierarkis: titik memisahkan tingkat, tapi biasanya tidak setelah angka terakhir: 3.1.4 Blending methods (tidak ada titik setelah “4”).
Gaya Contoh Komentar
Judul bagian 2. Latar Belakang Titik setelah angka + spasi.
Subbagian 2.3 Tinjauan pustaka Titik hanya di antara angka.
Judul gambar Figure 4: Analisis sensitivitas Titik dua umum digunakan menggantikan titik untuk gambar/tabel di beberapa instansi.

8) Referensi Silang dan Klarifikasi

Saat merujuk ke bagian dokumen, titik di dalam referensi (bukan judulnya sendiri) bisa sangat penting untuk menghindari kebingungan.

  • Lampiran berhuruf: Figure B2 tidak membingungkan.
  • Lampiran bernomor: lebih disukai Figure 2.2 untuk “Figure 2 di Lampiran 2” daripada Figure 22, yang bisa membingungkan.

9) Judul dan Keterangan Multi-Kalimat

Setiap kali judul/keterangan terdiri dari lebih dari satu kalimat (umum pada judul tabel yang menyertakan catatan), beri tanda baca titik pada setiap kalimat—termasuk kalimat terakhir.

Tabel 4. Ukuran hasil menurut lokasi. Nilai adalah rata-rata (SD) kecuali dinyatakan lain. Persentase mungkin tidak berjumlah 100% karena pembulatan.

10) Tipografi dan Titik Akhir

Jika Anda menerapkan format khusus (miring, tebal, huruf kecil besar) pada judul atau keterangan, perpanjang format itu ke tanda baca akhir ketika ada titik. Keterangan tebal dengan titik berat biasa terlihat belum selesai.

11) Nuansa Khusus Disiplin

  • STEM (hasil bernomor): keterangan gambar sering dibaca seperti kalimat → diakhiri dengan titik; judul tabel juga sering demikian.
  • Humaniora: judul yang ditampilkan hampir tidak pernah diakhiri dengan titik; keterangan gambar yang panjang dan deskriptif tetap diberi tanda baca seperti prosa.
  • Hukum/Kedokteran (manual rumah): ikuti manual lokal (misalnya, AMA, turunan Bluebook) yang mungkin menetapkan tanda baca keterangan.

12) Pohon Keputusan Cepat

  1. Apakah itu judul/heading yang ditampilkan? → Default: tidak ada titik akhir.
  2. Apakah itu judul run-in? → Gunakan titik penuh (atau titik dua sesuai gaya), lalu lanjutkan kalimat.
  3. Apakah itu keterangan tabel/gambar? → Jika itu kalimat lengkap, tambahkan titik; jika beberapa kalimat, tambahkan titik setelah masing-masing.
  4. Apakah judul diberi nomor? → Gunakan titik setelah nomor (misalnya, “3. Judul”) dan di antara tingkat hierarki (“3.1.4 Judul”), biasanya tidak ada titik setelah nomor terakhir.
  5. Apakah konsistensi antar elemen serupa terjamin? → Samakan semua tabel dengan satu aturan; samakan semua gambar dengan satu aturan.

13) Contoh Sebelum/Sesudah

Lemah/Tidak patuh Ditingkatkan (sesuai jurnal) Mengapa
Tabel 1. Karakteristik dasar Tabel 1. Karakteristik dasar. Jurnal mengharuskan titik untuk judul tabel yang membentuk kalimat.
Gambar 3. Diagram alur studi Gambar 3: Diagram alur studi Gaya rumah menggunakan titik dua setelah nomor gambar; terapkan secara konsisten.
Lampiran 2. Analisis tambahan. Lampiran 2 Analisis tambahan Judul lampiran yang ditampilkan biasanya menghilangkan titik akhir.
Hasil utama: Perbedaannya adalah… Hasil utama. Perbedaannya adalah… Label run-in ditutup dengan titik sebelum teks paragraf.

14) Perangkap Umum (dan Cara Memperbaikinya)

Perangkap Konsekuensi Perbaiki
Mencampur akhiran dalam jenis elemen yang sama Penampilan tidak konsisten; pertanyaan penyuntingan salinan Pilih satu aturan per jenis elemen (semua Tabel, semua Gambar) dan terapkan secara global.
Penghentian lupa dalam keterangan multi-kalimat Tampilan run-on; ambiguitas Tambahkan titik setelah setiap kalimat, termasuk yang terakhir.
Menggunakan “Figure 22” untuk berarti “Figure 2 di Appendix 2” Ambiguitas Gunakan “Figure 2.2” untuk lampiran bernomor; “Figure B2” untuk yang berhuruf.
Mengatur gaya judul tapi tidak titik akhir Terlihat mengganggu Perluas huruf kecil tebal/miring ke titik penutup saat digunakan.
Mengabaikan konvensi titik dua vs titik pada jurnal Keterangan yang tidak sesuai Cocokkan tanda baca persis (misalnya, “Figure 4: …” vs “Figure 4. …”).

15) Panduan Mikro-Gaya (Drop-in untuk Manuskrip Anda)

  • Displayed headings (all levels): tidak ada titik akhir.
  • Run-in headings: titik penuh (atau titik dua sesuai jurnal) sebelum teks utama.
  • Tables: titik di akhir jika judul membentuk kalimat; semua judul tabel diperlakukan secara konsisten.
  • Figures: titik di akhir; keterangan multi-kalimat diberi tanda baca lengkap; izinkan titik dua setelah “Figure n” jika diperlukan oleh gaya rumah.
  • Appendices: tidak ada titik untuk judul yang ditampilkan; titik jika judul terdiri dari beberapa kalimat.
  • Numbering: “3. Heading”; hierarkis “3.1.4 Heading” (tanpa titik setelah angka terakhir).
  • Cross-refs: berhuruf—“Figure B2”; bernomor—“Figure 2.2”.

16) Audit Pra-Pengajuan 10 Poin

  1. Gaya rumah ditinjau; artikel model diperiksa.
  2. Semua tajuk yang ditampilkan: tanpa titik terminal (kecuali diperlukan).
  3. Semua tajuk run-in: ditutup dengan titik penuh (atau titik dua) secara seragam.
  4. Tabel: aturan akhir identik di semua tabel; judul multi-kalimat diberi tanda baca lengkap.
  5. Gambar: aturan akhir identik di semua gambar; keterangan multi-kalimat diberi tanda baca lengkap.
  6. Judul lampiran: tanpa titik terminal; penomoran/pemberian huruf konsisten.
  7. Penomoran: titik ditempatkan dengan benar (“3.1.4 Heading”); titik dua vs titik disesuaikan dengan praktik jurnal.
  8. Referensi silang: didisambiguasi (2.2 vs 22; B2 vs 2.2 bila sesuai).
  9. Tipografi: cetak tebal/miring diperluas hingga titik akhir kapan pun ada.
  10. Pencarian global untuk gaya campuran yang tersesat (misalnya, beberapa keterangan gambar dengan titik dua, yang lain dengan titik).

17) Template yang Bisa Anda Salin

Keterangan gambar (titik, dua kalimat):
Gambar 5. Asosiasi yang disesuaikan antara paparan dan hasil (n = 1.042). Pita bayangan menunjukkan interval kepercayaan 95%.

Judul tabel (kalimat tunggal dengan titik):
Tabel 1. Karakteristik dasar peserta saat pendaftaran.

Label run-in:
Hasil sekunder. Kami tidak mengamati perbedaan dalam…

Penomoran lampiran (disambiguasi):
Figure 1.2 (Figure 2 in Appendix 1); Figure B3 (Figure 3 in Appendix B).

Kesimpulan

Tanda baca terminal dalam judul, tajuk, dan keterangan tampak seperti hal kecil—sampai ternyata tidak. Editor dan penyusun huruf langsung menyadari ketidakkonsistenan, dan konvensi yang tidak jelas dapat membuat referensi silang menjadi ambigu. Pola paling aman adalah menghilangkan titik dari tajuk yang ditampilkan, lalu menambahkannya secara sengaja di mana struktur dan gaya rumah mengharuskan: label run-in, keterangan tabel/gambar bergaya kalimat (terutama yang terdiri dari beberapa kalimat), skema penomoran tertentu, dan disambiguasi referensi silang. Tentukan aturan Anda sejak awal, terapkan secara konsisten berdasarkan jenis elemen, dan lakukan audit singkat sebelum pengiriman. Naskah Anda akan terbaca lebih bersih, terlihat lebih profesional, dan berjalan lebih lancar melalui produksi.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.