The Difference between a List of References and a Bibliography

Perbedaan antara Daftar Referensi dan Bibliografi

Feb 16, 25Rene Tetzner

Ringkasan

Daftar referensi dan bibliografi sering terlihat mirip, dan dalam percakapan sehari-hari istilah tersebut kadang-kadang digunakan secara bergantian. Namun, dalam penulisan akademik dan ilmiah formal, keduanya tidak sama. Daftar referensi (atau daftar “Works Cited”) biasanya hanya berisi sumber yang benar-benar dikutip dalam teks melalui kutipan dalam teks atau catatan. Bibliografi, sebaliknya, biasanya berisi semua sumber yang dikutip plus materi tambahan yang dikonsultasikan atau relevan dengan topik, meskipun tidak secara eksplisit dikutip dalam dokumen. Gaya dokumentasi yang Anda harus gunakan (misalnya, numerik/Vancouver vs penulis–tanggal vs catatan-dan-bibliografi) sebagian besar menentukan jenis daftar yang harus Anda sediakan dan bagaimana daftar tersebut harus diorganisir.

Artikel ini menjelaskan perbedaan konseptual dan praktis antara daftar referensi dan bibliografi, termasuk bagaimana mereka digunakan dalam sistem kutipan umum. Artikel ini membahas kapan masing-masing tepat digunakan, bagaimana biasanya diurutkan (secara numerik vs alfabetis), apakah dapat dibagi menjadi bagian-bagian, dan bagaimana hubungannya dengan catatan kaki atau catatan akhir. Artikel ini juga menyoroti pentingnya membaca pedoman jurnal atau departemen dengan cermat, karena terminologi tidak selalu digunakan secara konsisten, dan “bibliografi” dalam praktiknya mungkin diharapkan berfungsi sebagai daftar referensi.

Dengan memahami perbedaan ini dan memeriksa persyaratan dengan instruktur atau penerbit bila perlu, Anda dapat merancang dokumentasi yang akurat dan transparan yang membantu pembaca melacak sumber Anda dan mengevaluasi keilmuan di balik karya Anda, sekaligus menghindari kebingungan pada tahap pengiriman atau penilaian.

📖 Artikel Lengkap (Klik untuk tutup)

Perbedaan antara Daftar Referensi dan Bibliografi

1. Mengapa Perbedaan Ini Penting

Sekilas, daftar referensi dan bibliografi tampak hampir identik: keduanya adalah daftar di akhir dokumen yang memberikan rincian lengkap untuk sumber yang digunakan selama proyek penelitian. Karena sering memiliki format serupa dan muncul di lokasi yang sama, banyak pembaca – bahkan beberapa penulis – menganggap istilah tersebut sebagai sinonim. Namun, dalam penulisan akademik dan ilmiah formal, mereka merujuk pada jenis daftar yang berbeda yang memiliki tujuan sedikit berbeda.

Perbedaan terpenting bukan terletak pada tipografi atau tanda baca tetapi pada isi setiap daftar. Daftar referensi terkait erat dengan kutipan dalam teks dan hanya mencakup sumber yang secara eksplisit dikutip. Bibliografi bisa lebih luas, mencakup karya yang dikutip dan materi lain yang menjadi dasar penelitian tetapi tidak secara formal dikutip dalam teks. Memahami perbedaan ini membantu Anda:

  • menyesuaikan dokumentasi Anda dengan harapan disiplin ilmu Anda;
  • menghindari menghilangkan sumber yang seharusnya didokumentasikan;
  • menafsirkan persyaratan jurnal dan instruktur dengan akurat;
  • rancang jejak analitis yang transparan untuk pembaca Anda.

2. Apa Itu Daftar Referensi?

Sebuah daftar referensi (kadang disebut “References” atau “Works Cited”) adalah daftar sumber yang telah benar-benar dikutip dalam isi dokumen. Setiap entri sesuai dengan setidaknya satu kutipan dalam teks, referensi dalam tanda kurung, atau catatan di mana sumber tersebut disebutkan, dibahas, atau dikutip. Sebaliknya, setiap kutipan dalam teks harus memiliki entri yang sesuai dalam daftar referensi.

Dengan kata lain:

  • Jika sebuah karya muncul dalam daftar referensi, karya tersebut harus telah dikutip di suatu tempat dalam dokumen.
  • Jika sebuah karya dikutip dalam dokumen, karya tersebut harus muncul dalam daftar referensi.

Daftar referensi sangat umum dalam sistem dokumentasi di mana kutipan dalam teks menggunakan penulis dan tahun (misalnya, sistem penulis–tahun yang digunakan dalam banyak ilmu sosial) atau di mana judul seperti References atau Works Cited adalah standar. Dalam konteks ini, daftar referensi pada dasarnya adalah indeks dari semua sumber yang secara eksplisit digunakan oleh penulis dalam argumen.

Fitur khas dari daftar referensi meliputi:

  • hanya karya yang dikutip yang disertakan;
  • entri biasanya diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama (dalam sistem penulis–tahun);
  • daftar biasanya merupakan urutan alfabetis tunggal yang tidak terputus, sehingga memudahkan untuk menemukan setiap penulis yang dikutip.

3. Apa Itu Bibliografi?

Sebuah bibliografi, sebaliknya, sering kali merupakan daftar komprehensif dari materi yang terkait dengan topik penelitian. Biasanya berisi informasi bibliografi lengkap untuk setiap sumber yang secara formal dikutip plus karya tambahan yang dikonsultasikan atau yang mungkin berguna bagi pembaca, meskipun tidak langsung dikutip dalam teks.

Karya tambahan ini mungkin termasuk, misalnya:

  • bacaan latar belakang yang membentuk pemahaman penulis tentang topik;
  • sumber yang dipertimbangkan selama tinjauan pustaka tetapi akhirnya tidak dikutip;
  • teks klasik atau berpengaruh yang membentuk bidang tersebut tetapi tidak diperiksa secara rinci dalam proyek saat ini;
  • saran bacaan lanjutan yang melampaui cakupan langsung dokumen.

Cakupan yang lebih luas ini adalah perbedaan utama antara bibliografi dan daftar referensi. Sementara daftar referensi terbatas pada sumber yang muncul dalam teks, bibliografi menjadi semacam peta ilmiah dari bidang yang lebih luas yang mengelilingi proyek.

Namun demikian, tidak setiap bibliografi berusaha untuk menjadi lengkap. Beberapa sengaja selektif, hanya mencantumkan studi yang paling penting, paling baru, atau paling relevan. Yang penting adalah bahwa penulis dan gaya dokumentasi dengan jelas menunjukkan cakupan yang dimaksud dari bibliografi sehingga pembaca tahu apakah mereka melihat semua materi yang dikutip, pilihan yang dikurasi, atau campuran keduanya.

4. Kapan Bibliografi Mungkin Tidak Diperlukan

Dalam beberapa sistem dokumentasi, terutama yang mengandalkan catatan kaki atau catatan akhir, kebutuhan akan bibliografi terpisah dapat dikurangi atau dihilangkan. Misalnya, dalam pendekatan catatan-dan-bibliografi, referensi bibliografi lengkap untuk setiap sumber dapat disediakan dalam catatan pertama di mana sumber tersebut muncul. Jika setiap sumber didokumentasikan secara lengkap dalam catatan, bibliografi terpisah mungkin bersifat opsional, terutama untuk makalah penelitian yang lebih pendek.

Namun, banyak penulis dan pengajar masih lebih suka menyertakan bibliografi meskipun catatan lengkap digunakan. Daftar sumber yang terkonsolidasi dapat memudahkan pembaca untuk meninjau karya ilmiah di balik karya tersebut dan menemukan karya tertentu dengan cepat tanpa harus memeriksa setiap catatan kaki.

5. Bagaimana Gaya Referensi Mempengaruhi Pilihan

Gaya dokumentasi atau sistem referensi yang harus Anda gunakan sangat berperan dalam menentukan apakah Anda menyediakan daftar referensi, bibliografi, atau keduanya. Sebagian besar jurnal dan departemen universitas menentukan gaya yang disukai dalam instruksi untuk penulis atau panduan mata kuliah. Mempelajari instruksi ini dengan cermat sangat penting.

5.1 Referensi numerik / gaya Vancouver

Dalam sistem numerik, seperti yang umum digunakan dalam ilmu kedokteran dan ilmu alam, sumber dikutip dalam teks menggunakan angka, sering dalam tanda kurung siku atau sebagai superskrip. Referensi lengkap kemudian muncul dalam daftar yang diurutkan berdasarkan urutan sumber pertama kali dikutip.

Karakteristik utama daftar referensi numerik meliputi:

  • daftar diberi label sebagai “References” atau serupa;
  • entri diberi nomor secara berurutan (1, 2, 3, …) sesuai dengan kutipan pertama;
  • daftar hanya mencakup sumber yang dikutip saja; karya yang tidak dikutip biasanya tidak dicantumkan;
  • bibliografi terpisah jarang digunakan bersamaan dengan daftar referensi seperti itu, karena sumber yang tidak dikutip tidak akan memiliki nomor yang sesuai dalam teks.

Dalam konteks ini, perbedaan antara daftar referensi dan bibliografi bersifat praktis: sistem numerik mengharapkan kesesuaian ketat antara kutipan dan entri, sehingga sedikit ruang untuk karya yang tidak dikutip.

5.2 Sistem penulis–tanggal

Dalam sistem penulis–tanggal yang umum digunakan dalam ilmu sosial dan beberapa ilmu humaniora, kutipan dalam teks terdiri dari nama belakang penulis dan tahun publikasi. Di akhir dokumen, daftar alfabetis menyediakan referensi lengkap. Daftar ini dapat berjudul “References,” “Reference list,” atau “Works Cited.”

Sistem penulis–tanggal biasanya menggunakan:

  • daftar yang hanya mencakup sumber yang dikutip saja ketika judulnya adalah “References” atau “Works Cited";
  • bibliografi tambahan opsional yang dapat mencakup karya yang tidak dikutip jika Anda ingin menawarkan bacaan yang lebih luas;
  • urutan alfabet, dengan format yang konsisten sesuai panduan gaya.

Dalam banyak konteks penulis–tanggal, kata “Bibliografi” digunakan untuk daftar yang melampaui karya yang secara eksplisit dikutip dalam teks.

5.3 Sistem catatan dan bibliografi

Dalam sistem catatan-dan-bibliografi yang sering digunakan dalam sejarah, sastra, dan beberapa ilmu sosial, referensi lengkap atau singkat muncul di catatan kaki atau catatan akhir, sementara bibliografi di akhir dokumen memberikan gambaran menyeluruh tentang sumber-sumber tersebut. Di sini, istilah “bibliografi” dapat mencakup:

  • semua karya yang dikutip dalam catatan, plus
  • karya lain yang dikonsultasikan atau direkomendasikan yang relevan dengan topik.

Sebagai alternatif, ketika catatan mencakup referensi lengkap dan karya tersebut relatif singkat, bibliografi dapat dinyatakan opsional. Seperti biasa, faktor penentu adalah panduan yang diberikan oleh instruktur atau penerbit Anda.

6. Organisasi: Alfabet, Numerik, dan Tematik

Cara Anda mengorganisir daftar referensi atau bibliografi membantu pembaca menemukan apa yang mereka butuhkan dengan cepat. Beberapa pola umum digunakan.

6.1 Daftar referensi alfabetis

Ketika kutipan dalam teks menggunakan nama penulis (sistem penulis–tanggal atau catatan-dan-bibliografi), daftar referensi atau bibliografi biasanya diatur secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis. Urutan alfabet ini biasanya tidak terputus dari A sampai Z:

  • Adams, J. …
  • Brown, T. …
  • Garcia, M. …
  • Smith, L. …

Urutan alfabet memungkinkan pembaca menemukan detail lengkap dari sumber mana pun dengan cepat, terutama ketika kutipan dalam teks sudah dikaitkan dengan nama penulis. Dalam daftar referensi sederhana yang hanya mencakup sumber yang dikutip, urutan alfabet biasanya sudah cukup dan direkomendasikan.

6.2 Daftar referensi berurutan secara numerik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sistem numerik atau gaya Vancouver mencantumkan referensi sesuai urutan pertama kali dikutip. Ini berarti bahwa:

  • entri 1 sesuai dengan sumber yang dikutip pertama, entri 2 untuk yang kedua, dan seterusnya;
  • jika sebuah sumber dikutip beberapa kali, ia mempertahankan nomor yang sama sepanjang dokumen;
  • urutan daftar bukan alfabetis tetapi benar-benar numerik.

Karena skema penomoran ini, menambahkan sumber tambahan yang tidak dikutip di akhir akan mengganggu hubungan antara nomor dalam teks dan referensi, itulah sebabnya bibliografi lengkap jarang digunakan dalam sistem numerik murni.

6.3 Bibliografi yang dibagi

Bibliografi, terutama dalam karya yang lebih besar seperti tesis atau monograf, kadang dibagi menjadi bagian atau kategori untuk membuatnya lebih informatif dan mudah dinavigasi. Judul umum meliputi:

  • Primary Sources
  • Manuscripts
  • Theoretical Foundations
  • Trials
  • Case Studies
  • Further Reading

Dalam setiap bagian, sumber sering diatur secara alfabetis berdasarkan penulis, meskipun urutan kronologis (dari yang tertua ke terbaru) atau urutan berdasarkan pentingnya kadang digunakan. Bagian seperti “Further Reading” atau “Theoretical Foundations” mungkin berisi karya yang tidak dikutip dalam teks tetapi direkomendasikan untuk pembaca yang mencari pemahaman lebih dalam tentang bidang tersebut.

7. Perbedaan Terminologi dan Risiko Kebingungan

Memperumit masalah lebih lanjut, penerbit, panduan gaya, dan instruktur yang berbeda kadang-kadang menggunakan terminologi secara longgar. Misalnya:

  • Seorang profesor mungkin mengatakan, “Sertakan bibliografi,” tetapi sebenarnya mengharapkan daftar yang hanya mencakup karya yang dikutip (daftar referensi dalam arti yang ketat).
  • Yang lain mungkin menentukan “Works Cited,” mengikuti tradisi humaniora di mana label tersebut sesuai dengan sumber yang benar-benar dikutip, sementara menggunakan “Bibliography” untuk daftar bacaan yang lebih luas.
  • Pedoman jurnal mungkin merujuk pada “References” tetapi tidak secara eksplisit membatasi daftar hanya pada karya yang dikutip, sehingga memberikan ruang untuk interpretasi.

Karena variasi tersebut, selalu bijaksana untuk memperjelas apa yang dimaksud dalam konteks spesifik Anda. Pertanyaan singkat seperti “Apakah Anda hanya menginginkan sumber yang dikutip atau juga karya lain yang dikonsultasikan?” dapat mencegah kesalahpahaman. Demikian pula, jika petunjuk jurnal tampak ambigu, Anda biasanya dapat menghubungi kantor redaksi untuk konfirmasi. Banyak editor menyambut pertanyaan semacam itu karena menunjukkan di mana pedoman dapat diperbaiki untuk penulis di masa depan.

8. Tips Praktis untuk Memilih dan Menyusun Daftar Anda

Saat Anda merencanakan dan menyusun dokumentasi akhir Anda, langkah-langkah praktis berikut dapat membantu Anda memutuskan apakah Anda memerlukan daftar referensi, bibliografi, atau keduanya – dan bagaimana cara menyusunnya.

8.1 Mulailah dengan gaya yang diwajibkan

Mulailah dengan memeriksa gaya dokumentasi yang ditentukan oleh:

  • jurnal, konferensi, atau penerbit Anda, atau
  • buku panduan departemen atau kursus Anda untuk karya mahasiswa.

Cari instruksi eksplisit seperti “Gunakan kutipan penulis–tanggal dengan daftar Referensi” atau “Gunakan catatan kaki dan Bibliografi.” Perhatikan halaman contoh yang disediakan.

8.2 Tentukan jenis daftar yang diperlukan

Tanyakan pada diri Anda:

  • Apakah daftar terbatas pada sumber yang dikutip dalam teks? → Ini menunjukkan daftar referensi atau daftar Works Cited.
  • Apakah tugas atau jurnal mengundang penyertaan karya yang dikonsultasikan atau bacaan yang direkomendasikan? → Ini menunjukkan bibliografi atau bibliografi yang dibagi dengan bagian-bagian.
  • Apakah panduan gaya menggunakan istilah “bibliography” tetapi sebenarnya hanya memodelkan entri untuk sumber yang dikutip? → Dalam hal ini, perlakukan “bibliography” sebagai daftar referensi dalam praktik.

8.3 Jaga keselarasan yang konsisten antara kutipan dan entri daftar

Terlepas dari apa nama daftar tersebut, Anda harus menjaga hubungan yang konsisten antara kutipan dalam teks (atau catatan) dan daftar di akhir dokumen Anda. Ini berarti:

  • setiap sumber yang dikutip muncul dalam daftar setidaknya sekali;
  • tidak ada sumber yang tampak seperti dikutip padahal tidak (kecuali Anda secara eksplisit memberi label karya yang tidak dikutip sebagai “Further Reading,” “Background,” dll.);
  • skema pengurutan (alfabetis, numerik, atau tematik) tetap konsisten dan logis.

8.4 Gunakan bagian untuk memandu pembaca bila sesuai

Dalam proyek yang lebih panjang, pertimbangkan apakah membagi bibliografi Anda menjadi beberapa bagian akan menguntungkan pembaca Anda. Misalnya, sebuah tesis mungkin memisahkan dokumen sejarah primer dari literatur sekunder, atau laporan uji klinis dari tinjauan konseptual. Jika Anda menyertakan bagian seperti “Further Reading,” pastikan bagian tersebut diberi label dengan jelas sehingga pembaca tahu karya mana yang menjadi dasar studi saat ini dan mana yang hanya direkomendasikan.

9. Kesimpulan

Meskipun daftar referensi dan bibliografi memiliki banyak kesamaan, keduanya tidak identik. Daftar referensi secara ketat terkait dengan apa yang Anda kutip; bibliografi dapat menggambarkan gambaran yang lebih luas tentang lanskap intelektual di sekitar karya Anda. Gaya dokumentasi yang Anda gunakan, disiplin ilmu Anda, dan harapan jurnal atau kursus Anda akan menentukan bentuk yang tepat.

Dengan memahami perbedaan ini, menyelaraskan praktik Anda dengan pedoman yang relevan, dan meminta klarifikasi ketika terminologi tidak jelas, Anda dapat membuat daftar di akhir dokumen yang akurat, transparan, dan benar-benar membantu pembaca Anda. Apakah Anda mengakhiri makalah berikutnya dengan “References,” “Works Cited,” atau “Bibliography,” kuncinya adalah bahwa dokumentasi Anda secara setia mencerminkan bagaimana Anda menggunakan karya ilmiah yang ada dan mengundang orang lain untuk mengikuti jejak penelitian yang sama dengan percaya diri.



Artikel lainnya

Editing & Proofreading Services You Can Trust

At Proof-Reading-Service.com we provide high-quality academic and scientific editing through a team of native-English specialists with postgraduate degrees. We support researchers preparing manuscripts for publication across all disciplines and regularly assist authors with:

Our proofreaders ensure that manuscripts follow journal guidelines, resolve language and formatting issues, and present research clearly and professionally for successful submission.

Specialised Academic and Scientific Editing

We also provide tailored editing for specific academic fields, including:

If you are preparing a manuscript for publication, you may also find the book Guide to Journal Publication helpful. It is available on our Tips and Advice on Publishing Research in Journals website.